Dapatkan penawaran menarik sekarang →

Agile Adalah: Definisi, Tahapan, dan Cara Kerja dalam Audit

Tag

Share With Friend

Dalam audit, baik internal maupun audit lainnya, ada beberapa macam metode yang berfungsi untuk mempermudah audit. Metode tersebut menyusun audit menjadi beberapa tahapan. Salah satu metode audit yang memiliki tahapan tersendiri adalah metode agile audit.

Sesuai dengan namanya, agile audit merupakan metode yang digunakan dengan cara yang cepat dan cerdas. Hal ini menjadikan metode agile audit sebagai metode yang cepat dan dapat beradaptasi dalam segala situasi karena dilakukan dalam jangka waktu yang cepat.

Metode ini melibatkan perencanaan dan pengaplikasian yang cepat dan gesit, namun tetap terstruktur. Aplikasinya yang seperti itu menjadikan audit agile sebagai audit yang meningkatkan tata kelola dan memperkuat pengawasan terhadap resiko-resiko baru yang terjadi sesuai situasi yang dinamis.

Dalam artikel ini, penulis akan menjelaskan bagaimana metode agile pada proses audit, mulai dari definisinya secara umum dan secara spesifik, hingga tahapan-tahapan yang harus dilakukan serta cara kerjanya.

Pengertian Agile Menurut Para Ahli

Agile adalah metodologi pengembangan perangkat lunak yang berfokus pada kolaborasi, keterlibatan pengguna, dan pengiriman berkelanjutan.

Metodologi ini menekankan pada siklus pengembangan yang singkat (disebut sprint) yang memungkinkan tim untuk beradaptasi dengan perubahan dan meningkatkan kualitas produk akhir.

Dalam konteks audit, agile diartikan sebagai pendekatan audit yang berfokus pada siklus audit yang singkat dan keterlibatan auditoran yang berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan auditor untuk beradaptasi dengan perubahan dan meningkatkan efektivitas audit.

Berikut adalah beberapa definisi spesifik agile audit.

A. Menurut IIA (Institute of Internal Auditors)

Agile audit adalah pendekatan audit yang berfokus pada siklus audit yang singkat, keterlibatan auditoran yang berkelanjutan, dan penggunaan teknologi.

B. Menurut PwC

Agile audit adalah pendekatan audit yang menggabungkan prinsip-prinsip agile dengan praktik audit tradisional.

C. Menurut KPMG

Agile audit adalah pendekatan audit yang berfokus pada kolaborasi antara auditor dan auditoran, penggunaan teknologi, dan pengiriman berkelanjutan. Secara umum, agile audit memiliki beberapa ciri khas yaitu sebagai berikut:

1. Siklus audit yang singkat

Agile audit biasanya dilakukan dalam siklus audit yang singkat, yang memungkinkan auditor untuk lebih sering berinteraksi dengan auditoran dan mendapatkan umpan balik yang lebih cepat.

2. Keterlibatan auditoran yang berkelanjutan

Agile audit melibatkan auditoran secara berkelanjutan dalam proses audit. Auditoran diberi kesempatan untuk memberikan umpan balik dan berkontribusi pada pengembangan rencana audit.

3. Penggunaan teknologi

Agile audit menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas audit. Teknologi yang digunakan dapat termasuk perangkat lunak audit, alat kolaborasi, dan analisis data.

Agile audit adalah pendekatan audit yang tepat untuk organisasi yang ingin meningkatkan efisiensi dan efektivitas audit mereka, meningkatkan kualitas audit mereka, dan meningkatkan kepuasan auditoran mereka.

Tahapan dalam Metode Agile Audit

Pada agile audit, ada beberapa tahapan yang berguna untuk memudahkan proses audit oleh auditor. Proses tersebut sesuai dengan namanya, dimana seluruh tahapan dilakukan dengan proses yang cepat dan menyeluruh. Berikut adalah tahapan-tahapan pada metode agile audit.

1. Perencanaan

Memahami Tujuan dan Lingkup Audit, dimana Tahap awal melibatkan kolaborasi dengan auditoran untuk memahami tujuan audit, lingkup audit, risiko audit, dan kerangka waktu yang terukur.

Pembentukan Tim Audit, yaitu tim audit dibentuk dengan menunjuk anggota dan menetapkan peran serta tanggung jawab mereka.

Pengembangan Rencana Audit, pada tahap ini rencana audit yang komprehensif disusun, meliputi siklus audit, prosedur audit, dan alat audit yang akan digunakan.

2. Penerimaan

Penyampaian Notisi Audit, dimana notisi audit resmi disampaikan kepada auditoran, berisi informasi terkait tujuan, lingkup, dan jadwal audit.

Diskusi dan Umpan Balik, adalah diskusi terbuka dilakukan dengan auditoran untuk meninjau rencana audit, menerima umpan balik, dan memastikan akses ke dokumentasi yang diperlukan.

3. Pelaksanaan

Pelaksanaan Prosedur Audit, pada tahap ini Tim auditor melaksanakan prosedur audit sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, termasuk pengujian pengendalian internal, analisis data, dan prosedur audit lainnya.

Komunikasi Terus Menerus,  dimana komunikasi yang berkelanjutan dengan auditoran dijaga untuk mendapatkan informasi tambahan, menjelaskan temuan audit, dan membangun hubungan kolaboratif.

4. Pelaporan

Penyusunan Laporan Audit, pada tahap inilah laporan audit yang komprehensif disusun, merangkum temuan audit, rekomendasi audit, dan kesimpulan audit secara jelas.

Diskusi dan Kesepakatan, yaitu tahap dimana laporan audit didiskusikan dengan auditoran untuk memperoleh umpan balik, mencapai kesepakatan tentang temuan dan rekomendasi, dan menyelesaikan potensi perbedaan pendapat.

Penyampaian Laporan Final, dimana laporan audit final disampaikan kepada manajemen auditoran untuk ditindaklanjuti dan diimplementasikan.

5. Pemantauan

Tindak Lanjut Temuan dan Rekomendasi, yang dimana auditor akan memantau tindakan korektif yang diambil auditoran dalam menindaklanjuti temuan dan rekomendasi audit.

Audit Tindak Lanjut, adalah audit tindak lanjut dilakukan untuk memverifikasi implementasi tindakan korektif dan memastikan efektivitasnya.

Perbaikan Berkelanjutan, adalah tahap terakhir proses agile dimana audit dievaluasi secara berkala untuk mengidentifikasi peluang perbaikan dan peningkatan efektivitas di masa depan.

Cara Kerja Metode Agile Audit

Metode agile audit bekerja dengan cara membagi proses audit menjadi siklus-siklus pendek yang disebut sprint. Setiap sprint memiliki tujuan, jangka waktu, dan hasil yang terukur.

Pada awal sprint, tim auditor akan berkolaborasi dengan auditoran untuk menentukan tujuan sprint, merencanakan aktivitas sprint, dan menetapkan prioritas. Tim auditor kemudian akan melaksanakan aktivitas sprint, seperti pengujian pengendalian internal, analisis data, dan wawancara dengan auditoran.

Di akhir sprint, tim auditor akan bertemu dengan auditoran untuk meninjau hasil sprint, mendapatkan umpan balik, dan membahas langkah selanjutnya. Hasil sprint ini kemudian didokumentasikan dan digunakan untuk memperbarui rencana audit.

Proses ini diulang untuk beberapa sprint hingga seluruh tujuan audit tercapai.

Metode agile audit menawarkan beberapa keuntungan dibandingkan dengan metode audit tradisional, seperti:

  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas audit
  • Meningkatkan kualitas audit
  • Meningkatkan kepuasan auditoran
  • Mempermudah adaptasi terhadap perubahan

Metode agile audit adalah pendekatan audit yang tepat untuk organisasi yang ingin meningkatkan efisiensi dan efektivitas audit mereka, meningkatkan kualitas audit mereka, dan meningkatkan kepuasan auditoran mereka.

Demikian penjelasan metode agile audit pada proses auditing. Perlu diingat bahwa metode ini merupakan metode audit yang bersifat cepat dan menyeluruh, sehingga proses auditing tidak dilakukan secara detail melainkan secara general, hal ini bertujuan untuk menyesuaikan proses audit dengan situasi tak terduga.

Sehingga dapat dikatakan bahwa metode ini bersifat cepat dan tepat sasaran secara umum dikarenakan waktu yang diberikan pada metode audit ini terbatas dan tidak sebanyak metode audit lainnya. Proses ini berguna bagi audit yang bersifat scanning seperti audit digital.

Dalam audit digital, Audithink merupakan aplikasi audit yang mengandalkan sistem yang cepat dan tepat sasaran. Audithink memberikan kemudahan bagi penggunanya melalui fitur jenis metode yang ingin dipilih seperti metode agile audit yang menyeluruh dan cepat. Hubungi kami untuk penjadwalan demo aplikasi atau informasi lebih lanjut.