Dapatkan penawaran menarik sekarang →

Audit Manajemen: Pengertian, Fungsi, 7 Objek, dan Tahapan

Audit Manajemen

Tag

Share With Friend

Anda pasti mengetahui bahwa audit merupakan konsep yang tidak terpisahkan dalam setiap pelaporan dokumen dan pencatatan suatu perusahaan atau organisasi. Dalam prakteknya, ada berbagai macam jenis audit yang perusahaan lakukan tergantung kebutuhan dan urgensi dari perusahaan tersebut. Salah satu jenis audit yang akan menjadi topik pembahasan kali ini adalah audit manajemen.

Audit manajemen sangat umum kedengarannya bagi Anda. Memang audit manajemen adalah salah satu jenis audit yang paling populer dan paling umum dilakukan untuk sebuah perusahaan.

Sehingga, audit manajemen adalah salah satu prosedur paling penting dalam laporan akhir sebuah perusahaan.

Audit manajemen sangat berperan dalam berbagai jenis kegiatan pengecekan laporan sebuah perusahaan atau organisasi.

Sebuah audit manajemen berguna bagi tujuh objek audit perusahaan. Salah satu fungsi penting dari audit ini adalah mampu memberikan skala penilaian terhadap efektivitas kinerja tim.

Artikel ini akan mengajak Anda untuk lebih dekat dan memahami seluk beluk audit manajemen. Mulai dari pengertian audit manajemen, perbedaannya dengan jenis audit lainnya, ketujuh objek audit yang teraudit dengan audit manajemen, hingga fungsi dan tahapan yang perlu dilakukan dalam proses audit manajemen. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Pengertian Audit Manajemen

Apakah anda mengetahui apa itu audit manajemen? Atau apakah Anda sebelumnya sudah mengenal istilah audit manajemen, tetapi belum mengetahui maksud dan penjelasan dari audit manajemen.

Dalam jenis audit, audit manajemen adalah suatu proses pengecekan dan analisa yang berlaku untuk mengevaluasi kompetensi dan kinerja perusahaan dalam menyelesaikan targetnya.

Audit ini melakukan pemeriksaan atas beberapa aspek yang penting dalam suatu kinerja dan manajemen perusahaan berorientasi pada kemampuan perusahaan dalam memenuhi target yang harus tercapai dalam suatu periode tertentu.

Pada jenis audit ini, sebuah perusahaan harus menyerahkan laporan kinerja mereka pada pemeriksa (auditor) independen.

Karena laporan ini nantinya akan menjadi tolok ukur dalam mengukur objektivitas dan resiliensi perusahaan untuk kedepannya. Biasanya hasil audit akan berbentuk grafik data statistik yang nantinya bisa ditampilkan oleh perusahaan.

Sehingga, Anda dapat menyimpulkan bahwa sebuah audit manajemen berguna untuk mengukur stabilitas perusahaan dalam hal kinerja dan keberhasilan menyelesaikan suatu misi dan target capaian untuk beberapa periode, umumnya dalam satu tahun sekali.

Audit manajemen sangat berguna bagi sebuah perusahaan dalam mengambil keputusan terkait pola kebijakan perusahaan dalam kinerja tim kedepannya, seperti performa setiap karyawan dalam suatu divisi, performa antar divisi, dan keberhasilan suatu tim dalam menyelesaikan tugas.

Fungsi Audit Manajemen

Fungsi Audit Manajemen
Ilustrasi Audit Manajemen (Sumber gambar: PxHere)

Anda telah mengetahui berbagai macam objek audit pada audit manajemen. Dari ketujuh objek tadi, Anda tentunya telah mengetahui fungsi utama dari audit manajemen. Audit ini berfungsi untuk mengetahui kinerja dan mengevaluasi performa tim dalam sebuah perusahaan. Berikut adalah fungsi audit manajemen.

1. Meningkatkan Manajemen Sumber Daya Perusahaan

Fungsi audit manajemen adalah dapat meningkatkan manajemen sumber daya lebih efektif dan tertata rapi sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam mencapai suatu target. Auditor akan memberikan instruksi dan langkah-langkah perusahaan dalam mengelola sumber daya perusahaan yang lebih tertata.

2. Meningkatkan Efisiensi Tim

Efisiensi tim juga dapat menjadi lebih baik adalah salah satu fungsi audit manajemen. Dengan rekomendasi dari auditor, efisiensi tim akan terlaksana lebih cepat dalam memenuhi target suatu perusahaan.

3. Membantu Pemimpin Perusahaan Membuat Kebijakan Lebih Baik

Pemimpin perusahaan akan lebih efektif dalam menentukan suatu kebijakan tim. Fungsi audit manajemen yang terakhir adalah memberikan saran terkait apa yang harus dilakukan para pemimpin perusahaan terkait kinerja tim kedepannya.

7 Objek Audit Manajemen

Dari pengertian audit manajemen secara umum, Anda dapat mengetahui bahwa audit manajemen sangat berfungsi untuk meneliti dan menganalisa suatu gerakan dalam tim selama beberapa waktu tertentu.

Tentunya, sebuah audit memerlukan objek-objek yang dapat menjadi acuan audit. Berikut ketujuh objek audit manajemen yang dapat Anda temukan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Struktur Organisasi Suatu Perusahaan

Salah satu objek audit dalam audit manajemen yang auditor analisa adalah adalah struktur organisasi dalam suatu tim pada sebuah perusahaan.

Sehingga suatu hierarki perusahaan, dan juga pola kerja suatu tim pada perusahaan berdasarkan kinerja dan keterlibatan seluruh lapisan struktur dalam mencapai target.

Seorang auditor akan memberikan sebuah saran dari penyelidikan yang berlangsung. Apabila sebuah perusahaan memiliki struktur organisasi yang agak rumit dan sedikit menghambat kinerja tim, maka auditor akan memberikan saran untuk menyederhanakan struktur organisasi.

Selain itu, auditor juga melakukan pengecekan terhadap laporan keuangan perusahaan berdasarkan struktur organisasi tersebut.

Apabila ada data pada laporan keuangan yang tidak perlu pada suatu hierarki, maka auditor akan menyarankan untuk menghapus hierarki tersebut dari struktur atau meleburkannya dengan hierarki lainnya.

2. Peraturan dan Prosedur

Auditor juga akan menyelidiki peraturan dan ketentuan yang berlaku pada sebuah tim dalam perusahaan. Apabila ada suatu peraturan yang menurut auditor berisiko menghambat kinerja atau tidak perlu. Maka auditor akan merekomendasikan perusahaan untuk menghapus atau merevisi peraturan tersebut.

Contohnya jika ada sebuah tim dengan peraturan yang memberlakukan peraturan terkait presensi karyawan yang kurang efektif, maka auditor akan menyarankan perusahaan untuk membuat peraturan presensi dengan model lain.

3. Praktik Manajemen Risiko

Suatu tim dalam perusahaan memiliki praktik manajemen risiko yang bervariasi. Tugas seorang auditor audit manajemen dalam hal ini adalah melakukan penyelidikan dalam praktik manajemen risiko pada tim.

Apabila praktik manajemen risiko tidak efektif, maka tim tersebut harus merevisi praktik manajemen risikonya.

4. Hubungan Antar Karyawan

Auditor akan menyarankan tim untuk mengevaluasi hubungan antar karyawan dalam satu tim atau divisi yang tidak sesuai atau tidak memberikan dampak yang positif bagi kinerja dan capaian perusahaan. Sehingga hubungan antar karyawan tetap akan terjaga dan berorientasi pada capaian perusahaan.

5. Performa Keuangan

Sebuah performa keuangan dalam tim adalah hal yang esensial bagi sebuah capaian kinerja perusahaan. Sehingga auditor akan menyelidiki dan melakukan pengecekan terkait.

Jika ada performa keuangan yang tidak efektif bagi sebuah perusahaan. Maka auditor akan menyarankan perusahaan untuk memotong anggaran dan pengeluaran yang tidak perlu.

6. Komunikasi Dengan Shareholder

Komunikasi dengan shareholder berguna untuk memberikan informasi kepada pihak eksternal, terutama pihak investor untuk mengetahui perkembangan dari perusahaan dan kinerjanya.

Jika komunikasi tidak berlangsung dengan baik, maka akan menimbulkan kerugian bagi shareholder.

7. Praktik yang Berkaitan Dengan Human Resource

Auditor juga akan menyelidiki manajemen human resource dalam mengelola sumber daya manusia pada suatu tim agar mendapatkan informasi apakah sumber daya manusia suatu tim sesuai dengan capaian dan target perusahaan.

Tahapan Audit Manajemen

Nah dari hal tersebut, Anda mengetahui setiap fungsi audit manajemen memiliki beberapa fungsi yang berguna bagi sebuah perusahaan dalam mencapai target wajib mereka.

Namun fungsi-fungsi itu tidak dapat terlaksana tanpa suatu proses yang bertahap. Berikut adalah tahapan-tahapan audit manajemen.

1. Tahap Pendahuluan

Pada tahapan audit manajemen ini, auditor akan melakukan penyelidikan terkait latar belakang tim dalam sebuah perusahaan. Seperti bagaimana tim tersebut terbentuk, bagaimana proses pemilihan anggota tim, dan lain sebagainya.

2. Tahap Peninjauan Dan Pengujian

Adalah tahapan audit manajemen yang memberikan keleluasaan bagi auditor untuk menguji dan meninjau setiap aspek yang terkait dengan tim dan kinerja tim. Seperti bagaimana pola kerja setiap karyawan dalam suatu tim, dan lain sebagainya.

3. Tahap Pelaporan

Setelah menganalisa dan mengetahui permasalahan dan setiap seluk beluk dari kinerja tim. Auditor akan mengevaluasi dan memberikan beberapa catatan pelaporan pada setiap aspek yang memang perlu sebuah revisi.

4. Tahap Tindak Lanjut

Tahapan audit manajemen ini adalah memberikan beberapa saran untuk perusahaan berdasarkan laporan-laporan tersebut.

Auditor umumnya akan memberikan sebuah daftar dan prosedur dari tindakan yang harus dilakukan oleh pemimpin perusahaan terkait kinerja tim kedepannya.

Penutup

Demikian penjelasan terkait audit manajemen. Anda telah menelusuri pengertian dan tujuh objek yang menjadi lingkup dari audit manajemen.

Audit ini sangat berperan dalam memberikan kemajuan bagi kinerja tim dalam mencapai target-target dan juga meningkatkan performa karyawan.

Nah, Anda dapat menemukan fitur audit manajemen dalam Audithink. Audithink merupakan aplikasi audit terpercaya dengan fitur lengkap dan canggih sehingga memudahkan auditor dalam melakukan berbagai jenis audit seperti audit manajemen ini.

Jadwalkan demo aplikasi bersama tim kami untuk mencoba fitur dan fungsionalitas dalam produk yang kami tawarkan.

Artikel Terkait Lainnya

Audit Eksternal Adalah
PIC adalah
notisi adalah