Audit Manajemen: Pengertian, 7 Objek, Fungsi, dan Penerapannya

Audit Manajemen

Rekomendasi Topik

Bagikan Artikel

Siap Tingkatkan Proses Audit Internal Anda?

Temukan fitur lengkap Audithink dan pilih paket harga yang cocok untuk tim audit Anda. Mulai transformasi audit sekarang!

Audit manajemen menilai efektivitas pengelolaan berbagai fungsi di dalam perusahaan. Simak pengertian, 7 objek pemeriksaan, fungsi, dan penerapannya.
Daftar Isi

Audit manajemen adalah jenis audit yang menilai cara suatu organisasi dikelola, bukan sekadar angka laporannya. Auditor memeriksa apakah struktur, kebijakan, prosedur, pengendalian, dan keputusan manajemen mendukung tercapainya tujuan organisasi secara efisien dan efektif. Artikel ini menjelaskan pengertian, perbedaannya dengan manajemen audit, audit operasional, dan audit kinerja, tujuh objek yang lazim dinilai, tahapan, serta kapan audit manajemen perlu dilakukan.

Apa Pengertian Audit Manajemen?

Audit manajemen adalah penilaian yang sistematis dan objektif atas cara organisasi dikelola. Penilaian itu mencakup struktur organisasi, kebijakan dan prosedur, pengendalian, serta keputusan manajemen. Hasilnya berupa temuan dan rekomendasi untuk memperbaiki pengelolaan.

Rumusan ini sejalan dengan literatur. Kamus istilah Medical Subject Headings (MeSH) dari US National Library of Medicine menjelaskan Management Audit sebagai tinjauan manajemen yang dirancang untuk mengevaluasi efisiensi dan mengidentifikasi area yang perlu perbaikan, dengan Operational Audit sebagai istilah masuknya. Sukrisno Agoes (2012) menekankan pemeriksaan atas kegiatan operasi, termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang ditetapkan manajemen (dikutip dalam Anawati dan Ngumar, 2016).

Pelaksananya dapat berupa auditor internal, konsultan, atau pihak independen lain. Frekuensi dan waktunya ditentukan oleh risiko dan kebutuhan organisasi, kecuali ada ketentuan khusus yang mewajibkannya.

Apa Bedanya Audit Manajemen dengan Manajemen Audit?

Dua istilah ini sering tertukar, padahal maknanya berbeda. Audit manajemen adalah audit yang objeknya pengelolaan organisasi. Manajemen audit adalah pengelolaan fungsi atau program audit itu sendiri: menyusun strategi dan rencana audit, mengelola sumber daya, berkomunikasi dengan pemangku kepentingan, dan menjaga mutu. Global Internal Audit Standards 2024 mengatur sisi ini dalam Domain IV, Mengelola Fungsi Audit Internal, sedangkan ISO 19011 memuat panduan mengelola program audit. Untuk sisi manajemen audit, baca implementasi audit management system dan rekomendasi audit management software.

Apa Bedanya Audit Manajemen dengan Audit Operasional dan Audit Kinerja?

Di literatur, ketiga istilah ini sering dipakai bergantian. MeSH mencatat Operational Audit sebagai istilah masuk Management Audit, dan sebagian artikel instansi menyebut audit manajemen sebagai audit operasional atau audit kinerja. Tabel berikut adalah pembedaan penekanan yang kami pakai di Audithink agar mudah dipahami, bukan pembagian resmi.

AspekAudit manajemenAudit operasionalAudit kinerja
FokusCara organisasi dikelola: fungsi, struktur, kebijakan, keputusanProses dan kegiatan operasional: alur kerja, sumber daya, pengendalianCapaian program atau kegiatan terhadap target
Ukuran utamaEfektivitas dan efisiensi pengelolaanEfisiensi dan efektivitas operasiEkonomi, efisiensi, efektivitas (3E)
RujukanLiteratur audit manajemenLiteratur audit operasionalUU 15/2004 Pasal 4 ayat (3) untuk pengelolaan keuangan negara

Pemeriksaan kinerja dalam UU 15/2004 Pasal 4 ayat (3) didefinisikan sebagai pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara yang terdiri atas pemeriksaan aspek ekonomi dan efisiensi serta pemeriksaan aspek efektivitas. Pembahasan lengkapnya ada di audit kinerja, sedangkan jenis dan contoh audit operasional ada di audit operasional.

Apa Fungsi Audit Manajemen?

Fungsi Audit Manajemen
Ilustrasi Audit Manajemen (Sumber gambar: PxHere)

Fungsi utama audit manajemen adalah memberi gambaran tentang kualitas pengelolaan organisasi dan rekomendasi untuk memperbaikinya.

Audit ini berfungsi untuk mengetahui kinerja dan mengevaluasi performa tim dalam sebuah perusahaan. Berikut adalah fungsi pengecekan manajemen.

1. Meningkatkan Manajemen Sumber Daya Perusahaan

Fungsi audit manajemen adalah dapat meningkatkan manajemen sumber daya lebih efektif dan tertata rapi sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam mencapai suatu target.

Auditor memberikan rekomendasi tentang cara mengelola sumber daya agar lebih tertata. Manajemen yang memutuskan dan menjalankan perbaikannya.

2. Meningkatkan Efisiensi Tim

Efisiensi tim juga dapat menjadi lebih baik adalah salah satu fungsi pengecekan manajemen. Rekomendasi auditor dapat membantu tim bekerja lebih efisien bila manajemen menindaklanjutinya.

3. Membantu Pemimpin Perusahaan Membuat Kebijakan Lebih Baik

Pemimpin perusahaan akan lebih efektif dalam menentukan suatu kebijakan tim. Auditor memberi masukan tentang pengelolaan kinerja tim, sedangkan keputusan kebijakan tetap di tangan pimpinan.

Uraian manfaat yang lebih rinci ada di manfaat audit manajemen.

Apa Saja 7 Objek Audit Manajemen?

Objek audit adalah bagian, unit, atau aspek dari suatu entitas yang menjadi sasaran pemeriksaan dalam proses audit. Dalam audit manajemen, objek yang diperiksa berfokus pada aspek pengelolaan dan kinerja organisasi, bukan sekadar angka keuangan.

Dari pengertian tersebut, audit manajemen berfungsi meneliti dan menganalisis cara organisasi dikelola selama periode tertentu.

Tentunya, sebuah audit memerlukan objek-objek yang dapat menjadi acuan audit. Berikut ketujuh objek audit manajemen yang dapat Anda temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuh objek berikut adalah pengelompokan yang lazim dipakai dalam artikel tentang audit manajemen, bukan daftar baku dari standar audit. Kerangka tata kelola dalam GIAS 2024 Standar 9.1 menyebut unsur yang beririsan, misalnya cara organisasi menetapkan tujuan strategis dan mengambil keputusan, mengawasi risiko dan pengendalian, mengelola kinerja dan akuntabilitas, serta menata fungsi manajemen dan operasinya. Auditor menyesuaikan objek dengan risiko dan ruang lingkup penugasan.

1. Struktur Organisasi Suatu Perusahaan

Salah satu objek dalam audit manajemen yang auditor analisa adalah struktur organisasi dalam suatu tim pada sebuah perusahaan.

Auditor menilai apakah pembagian tugas, jenjang pelaporan, dan wewenang sudah jelas dan mendukung pencapaian target. Jika struktur yang rumit memperlambat keputusan atau menimbulkan tanggung jawab ganda, auditor dapat merekomendasikan penyederhanaan. Manajemen yang memutuskan tindak lanjutnya.

2. Peraturan dan Prosedur

Auditor juga akan menyelidiki peraturan dan ketentuan yang berlaku pada sebuah tim dalam perusahaan. Apabila ada suatu peraturan yang menurut auditor berisiko menghambat kinerja atau tidak perlu.

Auditor dapat merekomendasikan penghapusan atau revisi aturan tersebut.

Contohnya jika ada sebuah tim dengan peraturan yang memberlakukan peraturan terkait presensi karyawan yang kurang efektif, auditor dapat menyarankan perusahaan untuk membuat peraturan presensi dengan model lain.

3. Praktik Manajemen Risiko

Suatu tim dalam perusahaan memiliki praktik manajemen risiko yang bervariasi. Tugas seorang auditor audit manajemen dalam hal ini adalah melakukan penyelidikan dalam praktik manajemen risiko pada tim.

Bila praktik tersebut belum efektif, auditor merekomendasikan perbaikannya.

4. Hubungan Antar Karyawan

Auditor akan menyarankan tim untuk mengevaluasi hubungan antar karyawan dalam satu tim atau divisi yang tidak sesuai atau tidak memberikan dampak yang positif bagi kinerja dan capaian perusahaan. Sehingga hubungan antar karyawan tetap akan terjaga dan berorientasi pada capaian perusahaan.

5. Performa Keuangan

Sebuah performa keuangan dalam tim adalah hal yang esensial bagi sebuah capaian kinerja perusahaan. Sehingga auditor akan menyelidiki dan melakukan pengecekan terkait.

Auditor membandingkan realisasi anggaran dengan target dan menilai apakah sumber daya dipakai secara efisien. Bila ada pos yang terbukti tidak efisien, auditor dapat merekomendasikan penghematan pada pos itu.

6. Komunikasi Dengan Shareholder

Komunikasi dengan shareholder berguna untuk memberikan informasi kepada pihak eksternal, terutama pihak investor untuk mengetahui perkembangan dari perusahaan dan kinerjanya.

Objek ini terutama relevan bagi organisasi yang memiliki pemegang saham atau pemilik di luar manajemen.

7. Praktik yang Berkaitan Dengan Human Resource

Auditor juga akan menyelidiki manajemen human resource dalam mengelola sumber daya manusia pada suatu tim agar mendapatkan informasi apakah sumber daya manusia suatu tim sesuai dengan capaian dan target perusahaan. Pembahasan lengkapnya ada di audit SDM.

ObjekContoh pertanyaan auditorContoh bukti
Struktur organisasiApakah jenjang pelaporan dan wewenang jelas dan tidak tumpang tindih?Bagan organisasi, uraian jabatan
Peraturan dan prosedurApakah prosedur ada, dipahami, dan dijalankan?SOP, catatan pelaksanaan, hasil wawancara
Praktik manajemen risikoApakah risiko utama diidentifikasi, dinilai, dan ditangani?Profil risiko, laporan pemantauan risiko
Hubungan antar karyawanApakah koordinasi antar tim dan antara atasan dan bawahan mendukung target?Hasil survei internal, notulen rapat, wawancara
Performa keuanganApakah realisasi anggaran sejalan dengan target dan sumber daya dipakai efisien?Laporan realisasi anggaran, analisis selisih
Komunikasi dengan pemegang sahamApakah informasi kinerja disampaikan tepat waktu dan konsisten?Laporan kepada pemegang saham, notulen rapat pemegang saham
Praktik SDMApakah perencanaan, perekrutan, dan penilaian kinerja berjalan sesuai kebijakan?Rencana SDM, dokumen rekrutmen, hasil penilaian kinerja

Bagaimana Penerapan Audit Manajemen?

Sebagai gambaran nyata, Anawati dan Ngumar (2016) memakai pendekatan audit manajemen pada fungsi sumber daya manusia, khususnya perekrutan, di PT Prima Persada Nusantara. Penelitian ini adalah studi akademik dengan wawancara, kuesioner, dan observasi langsung, bukan penugasan audit resmi.

1. Perencanaan Audit

Fungsi yang dinilai adalah perekrutan dan seleksi karyawan, dengan ukuran efektivitas dan efisiensi.

2. Pengumpulan Data

Data dikumpulkan lewat wawancara, kuesioner, dan observasi langsung.

3. Analisa Data

Penelitian menemukan bahwa perusahaan belum memiliki perencanaan SDM yang terdokumentasi dengan jelas, dan pada tahap akhir seleksi keputusan tidak hanya berada di bagian personalia tetapi juga di setiap manajer divisi, yang menurut penelitian itu menimbulkan pemborosan dana, waktu, dan tenaga.

4. Pelaporan Temuan

Setiap masalah diuraikan bersama penyebab dan akibatnya sebelum disusun saran.

5. Tindak Lanjut

Saran yang diajukan antara lain menyusun dokumentasi perencanaan SDM yang jelas dan menyerahkan keputusan akhir seleksi kepada bagian personalia sesuai prosedur dan standar perusahaan.

Bagaimana Tahapan Audit Manajemen?

Literatur merumuskan tahapan audit manajemen dalam beberapa versi. Bayangkara (2011) membagi lima tahap: audit pendahuluan, review sistem pengendalian manajemen, audit lanjutan, pelaporan, dan tindak lanjut (dikutip dalam Anawati dan Ngumar, 2016). Ringkasan empat tahap lintas jenis audit ada di tahapan audit.

1. Tahap Pendahuluan

Auditor memahami organisasi dan fungsi yang akan dinilai: tujuan, struktur, kebijakan, dan kondisi umum pengelolaannya. Dari sini auditor menetapkan ruang lingkup dan kriteria penilaian. GIAS Standar 13.4 meminta auditor mengidentifikasi kriteria yang paling relevan dan menilai apakah dewan dan manajemen senior sudah menetapkan kriteria yang memadai.

2. Tahap Peninjauan Dan Pengujian

Auditor mereviu sistem pengendalian manajemen, yaitu bagaimana perencanaan, pembagian wewenang, pemantauan, dan pelaporan berjalan di dokumen dan di lapangan. Hasil reviu menentukan area yang perlu diuji lebih dalam. Pelajari pengendalian internal sebagai dasarnya.

3. Tahap Audit Lanjutan

Pada area yang dinilai berisiko, auditor mengumpulkan bukti lebih rinci lewat telaah dokumen, wawancara, observasi, dan analisis data. Auditor lalu merumuskan temuan beserta kriteria, kondisi, penyebab, akibat, dan rekomendasinya.

4. Tahap Pelaporan

Laporan akhir memuat tujuan, ruang lingkup, temuan dan tingkat pentingnya, kesimpulan, serta rekomendasi atau rencana perbaikan. Laporan juga menyebut pihak yang bertanggung jawab dan target waktu penyelesaian (GIAS Standar 15.1). Format laporan dibahas di laporan audit.

5. Tahap Tindak Lanjut

Manajemen bertanggung jawab menerapkan perbaikan. Auditor internal memastikan perkembangannya dengan menanyakan progres, melakukan penilaian lanjutan berbasis risiko, dan memperbarui status tindakan dalam sistem pemantauan (GIAS Standar 15.2). Praktiknya dibahas di tindak lanjut temuan audit internal dan cara mengatasi temuan audit berulang.

Kapan Audit Manajemen Perlu Dilakukan?

Tidak ada jadwal baku. Situasi yang lazim memicu audit manajemen antara lain penurunan kinerja, perubahan besar seperti merger atau restrukturisasi, penyusunan strategi jangka panjang, dan evaluasi berkala. Bagi fungsi audit internal, rencana audit disusun dari asesmen risiko organisasi yang dilakukan minimal setahun sekali dan dapat diperbarui lebih sering bila lingkungan organisasi dinamis (GIAS Standar 9.4). Lihat juga perencanaan audit dan audit berbasis risiko.

Apakah Jumlah Temuan Audit Bisa Jadi Tolok Ukur Kesuksesan Audit Manajemen?

Banyaknya temuan audit bukan tolok ukur yang tepat untuk menilai kesuksesan sebuah audit manajemen. Jumlah temuan yang besar bisa saja hanya mencerminkan lemahnya pengendalian yang sudah ada sebelum audit dilakukan, bukan kualitas kerja auditornya; sebaliknya, temuan yang sedikit belum tentu berarti tim sudah bekerja sempurna, bisa jadi cakupan atau kedalaman pemeriksaannya yang kurang.

Tolok ukur yang lebih tepat untuk menilai keberhasilan audit manajemen antara lain:

  • Tingkat tindak lanjut atas rekomendasi: seberapa banyak rekomendasi auditor yang benar-benar diimplementasikan oleh manajemen.
  • Dampak nyata terhadap kinerja: apakah efisiensi, pengendalian risiko, atau kualitas pengambilan keputusan tim benar-benar membaik setelah audit.
  • Relevansi dan kualitas temuan: apakah temuan menyasar akar masalah yang berdampak signifikan, bukan sekadar mengumpulkan sebanyak mungkin catatan minor.
  • Berkurangnya temuan berulang: audit manajemen yang efektif seharusnya membuat masalah yang sama tidak terus muncul di periode berikutnya.

Dengan kata lain, kesuksesan audit manajemen diukur dari sejauh mana hasilnya mendorong perbaikan yang nyata dan berkelanjutan bagi perusahaan, bukan dari angka jumlah temuan semata.

Tolok ukur ini adalah pendapat editorial Audithink, bukan ketentuan standar. Pemantauan status tindak lanjut memang menjadi bagian praktik audit internal (GIAS Standar 15.2).

FAQ Seputar Audit Manajemen

Apa itu audit manajemen?

Audit manajemen adalah penilaian yang sistematis dan objektif atas cara organisasi dikelola, mencakup struktur, kebijakan, prosedur, pengendalian, dan keputusan manajemen. Hasilnya berupa temuan dan rekomendasi perbaikan. Dalam literatur, istilah ini hampir sama dengan audit operasional.

Apa fungsi audit manajemen bagi perusahaan?

Tiga fungsi utama: meningkatkan manajemen sumber daya perusahaan agar lebih efektif dan tertata, meningkatkan efisiensi tim dalam memenuhi target, serta memberi masukan kepada pimpinan perusahaan terkait kinerja tim ke depan.

Apa saja objek audit manajemen?

Ada tujuh objek yang lazim dinilai: struktur organisasi perusahaan, peraturan dan prosedur, praktik manajemen risiko, hubungan antarkaryawan, performa keuangan, komunikasi dengan shareholder, serta praktik yang berkaitan dengan human resource.

Bagaimana tahapan audit manajemen?

Lima tahap menurut Bayangkara (2011): audit pendahuluan, review sistem pengendalian manajemen, audit lanjutan, pelaporan, dan tindak lanjut.

Apakah jumlah temuan audit bisa jadi tolok ukur kesuksesan audit manajemen?

Tidak. Jumlah temuan yang besar bisa hanya mencerminkan lemahnya pengendalian sebelum audit, bukan kualitas auditnya. Tolok ukur yang lebih tepat adalah tingkat tindak lanjut atas rekomendasi, dampak nyata terhadap kinerja, relevansi temuan, dan berkurangnya temuan berulang di periode berikutnya.

Seberapa sering audit manajemen dilakukan?

Tidak ada frekuensi baku. Organisasi menentukannya berdasarkan risiko dan kebutuhan, misalnya saat kinerja menurun atau setelah restrukturisasi. Rencana audit internal disusun dari asesmen risiko organisasi yang dilakukan minimal setahun sekali (GIAS Standar 9.4).

Di bagian mana audit manajemen diterapkan?

Audit manajemen dapat diterapkan pada fungsi pengelolaan seperti struktur organisasi, prosedur, manajemen risiko, keuangan, komunikasi dengan pemegang saham, dan SDM. Contoh studinya adalah audit manajemen fungsi perekrutan SDM pada PT Prima Persada Nusantara (Anawati dan Ngumar, 2016).

Apa bedanya audit manajemen dengan manajemen audit?

Audit manajemen menilai cara organisasi dikelola. Manajemen audit adalah pengelolaan fungsi atau program audit itu sendiri, seperti perencanaan, sumber daya, komunikasi, dan mutu. GIAS 2024 mengaturnya di Domain IV, Mengelola Fungsi Audit Internal.

Apa bedanya audit manajemen dengan audit operasional dan audit kinerja?

Literatur sering memakai ketiganya bergantian. Penekanan yang lazim: audit manajemen pada cara organisasi dikelola, audit operasional pada proses dan kegiatan, audit kinerja pada capaian program dengan ukuran ekonomi, efisiensi, dan efektivitas.

Kapan audit manajemen perlu dilakukan?

Tidak ada jadwal baku. Situasi yang lazim: penurunan kinerja, perubahan besar seperti merger atau restrukturisasi, penyusunan strategi jangka panjang, atau evaluasi berkala.

Penutup

Demikian penjelasan terkait audit manajemen. Anda telah menelusuri pengertian dan tujuh objek yang menjadi lingkup dari audit manajemen.

Audit manajemen membutuhkan rencana yang jelas, kriteria yang disepakati, bukti yang terdokumentasi, dan tindak lanjut yang dipantau.

Audithink adalah software manajemen audit internal yang dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan organisasi. Fiturnya mencakup risk assessment, perencanaan audit, template program kerja, notifikasi, monitoring tindak lanjut, dan laporan otomatis. Audithink membantu mengelola rencana, jadwal, dan tindak lanjut; penilaian atas pengelolaan organisasi tetap dilakukan oleh auditor Anda.

Jadwalkan demo aplikasi bersama tim kami untuk mencoba fitur dan fungsionalitas dalam produk yang kami tawarkan.

Cari tahu bagaimana penerapan aplikasi audit dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan secara berkelanjutan.

Konsultasi Kebutuhan Anda

Artikel Terkait

Statistik dan data audit internal Indonesia
Kamus istilah audit internal
Audit produksi