Auditor adalah: Tugas, Jenis-Jenis, Kode Etik, dan Gajinya

seorang auditor sedang melakukan audit untuk perusahaannya

Apakah Anda pernah mendengar istilah auditor? Istilah tersebut merujuk pada satu pekerjaan yang belakangan ini sedang dibutuhkan oleh banyak perusahaan.

Sebab, hampir semua perusahaan membutuhkannya untuk mencegah berbagai risiko kerugian yang mungkin menimpa.

Posisi ini hampir selalu dibutuhkan pada berbagai industri bisnis, mulai dari keuangan, pendidikan, kesehatan, teknologi, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, tak heran apabila banyak orang yang mulai tertarik untuk masuk ke bidang tersebut.

Artikel berikut akan menyajikan rangkuman informasi yang dapat menjadi pertimbangan Anda sebelum mulai berkarir sebagai auditor. Simak dengan saksama!

Apa itu Auditor?

Pada dasarnya, auditor adalah seorang yang berwenang untuk melakukan audit. Dengan kata lain, auditor adalah seorang pengaudit.

Adapun audit adalah pemeriksaan dan pembukuan berkala mengenai keuangan, atau uji efektivitas keluar masuknya uang tersebut.

Sementara itu, dalam bidang teknologi, audit berarti pemeriksaan program, alat, aktivitas, atau prosedur untuk menentukan efisiensi kerja dari sistem secara keseluruhan untuk menjaga keamanan data.

Posisi ini akan memastikan bahwa semua sistem pada perusahaan tersebut sudah aman dari ancaman dan gangguan yang mungkin terjadi, seperti kerahasiaan data, akurasi data, keamanan sistem, dan lain sebagainya. 

Bisa dibilang, auditor adalah posisi yang cukup vital pada sebuah perusahaan, terlebih di bidang teknologi.

Pasalnya, perkembangan teknologi yang semakin maju membuat semua bisnis, baik kecil maupun besar, membutuhkan profesi ini untuk mencegah adanya kerugian yang berdampak buruk bagi perusahaan.

Tugas Auditor

Beberapa tugas penting yang harus dilakukan oleh auditor adalah sebagai berikut.

1. Akuntansi

Salah satu tugas yang paling umum dari profesi ini adalah mengatur dan mengawasi aktivitas keuangan pada perusahaan, terutama yang berhubungan dengan perbankan, leasing, kredit, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, auditor akan memastikan bahwa perusahaan sudah mematuhi segala undang-undang yang berlaku.

Pengawasan dan kontrol keuangan tersebut akan menjadi dasar untuk membuat laporan akuntansi pada perusahaan tersebut.

2. Pencatatan dan Pengawasan

Tugas lainnya dari seorang auditor adalah melakukan pencatatan dan pengawasan terhadap objek auditnya.

Profesi ini harus memahami segala prosedur dan fungsi objek audit dengan baik untuk memastikannya berjalan sesuai tujuan.

Dalam konteks IT, profesi ini bertugas untuk mengawasi dan mengidentifikasi masalah yang terjadi pada sistem atau aplikasi.

Dengan demikian, auditor adalah orang yang bertugas membuat rencana perbaikan atas masalah yang muncul tersebut.

3. Memberikan Bukti Audit

Profesi ini juga bertugas untuk memberikan bukti yang akurat berdasarkan audit yang ia lakukan terhadap objeknya.

Dalam hal keuangan, sudah pasti bukti audit digunakan untuk membuat laporan keuangan untuk memastikannya sudah sesuai dengan aturan undang-undang. 

Sementara itu, pada konteks IT, profesi ini bertugas untuk mengumpulkan berbagai bukti untuk menganalisa data.

Bukti-bukti tersebut bisa didapatkan dari berbagai sumber, seperti tools atau aplikasi audit, survei, observasi, wawancara, dokumentasi, dan lain sebagainya.

Kode Etik Auditor

Karena posisinya yang cukup vital dan krusial pada perusahaan, profesi ini memiliki kode etik yang harus dipatuhi.

Adapun beberapa kode etik yang harus dipatuhi oleh auditor adalah sebagai berikut.

  • Integritas tinggi: Pertama, tentunya auditor harus memiliki sifat integritas yang kuat dalam menjalankan tugas-tugasnya
  • Objektivitas: Profesi ini juga menekankan pada sifat netral dan selalu objektif dalam melakukan proses audit. Artinya, penilaian yang dilakukan tidak boleh didasari oleh masalah dan kepentingan pribadi
  • Akuntabel: Maksud dari akuntabel adalah dapat menjelaskan dan mempertanggungjawabkan kinerja yang dilakukannya
  • Kerahasiaan data: Aturan yang paling penting pada profesi ini adalah menjaga kerahasiaan data dan informasi internal perusahaan. Selain itu, Anda juga tidak boleh menyebarkan informasi eksternal tanpa izin dari klien dan pihak-pihak terkait
  • Profesionalitas: Semua profesi pasti membutuhkan profesionalitas dalam pekerjaannya, termasuk auditor. Profesi tersebut mengharuskan Anda untuk menghindari segala aktivitas yang dapat merusak citra, seperti membocorkan data, lalai, dan lain sebagainya
  • Kompetensi: Kode etik paling penting yang harus dimiliki oleh auditor adalah kompetensi dan kecermatan. Anda harus memiliki kemampuan dan keterampilan yang cukup dalam bidang ini agar hasil audit lebih kredibel

Jenis-Jenis Auditor

Selanjutnya, Anda juga perlu mengetahui tentang jenis jenis auditor pada perusahaan. Berikut masing-masing penjelasannya.

1. Internal

Sebagaimana namanya, auditor internal adalah profesi yang bertugas untuk melakukan audit internal pada instansi atau perusahaan itu sendiri.

Biasanya, profesi ini akan melakukan pemeriksaan terhadap berbagai dokumen dan laporan keuangan internal. 

Tak hanya itu, mereka juga akan memastikan bahwa seluruh sistem terkait sudah berfungsi dengan baik, sehingga akan mengurangi risiko kerugian.

pengaudit internal juga mencakup beberapa bidang sesuai dengan kebutuhannya, yaitu meliputi audit keuangan, operasional, sumber daya manusia, IT, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, perlu dicatat bahwa tugas pengaudit jenis ini hanya terbatas pada satu perusahaan itu saja.

2. Eksternal

Jenis ini merupakan kebalikan dari internal. Jadi, perbedaan auditor internal dan eksternal yang paling utama adalah adanya pihak ketiga.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa eksternal auditor adalah orang dari luar yang melakukan audit di perusahaan tertentu. 

3. Independen

Pengaudit independen berasal dari perusahaan akuntan yang memberikan jasa audit kepada masyarakat atau instansi tertentu yang membutuhkannya.

Nah, perlu dicatat bahwa pengaudit independen tidak dipengaruhi oleh pihak manapun. Selain itu, menjadi pengaudit independen juga membutuhkan keterampilan yang lebih besar, serta ijin resmi sesuai Undang-Undang No. 5 Tahun 2011 tentang akuntan publik.

Di negara lain, pengaudit independen biasanya disebut dengan CPA atau Certified Public Accountant.

Skill yang Harus Dimiliki Auditor

Gaji auditor berkisar antara 5.000.000 hingga 10.000.000 rupiah di beberapa instansi di Indonesia. Besaran gaji yang cukup tinggi itu membuat banyak orang tertarik untuk terjun di bidang ini. 

Jika Anda adalah salah satunya, simak beberapa skill yang dibutuhkan untuk berkarir di bidang tersebut berikut ini.

1. Detail Oriented

Auditor adalah profesi yang membutuhkan kemampuan untuk memperhatikan hal-hal sekecil apapun secara mendetail.

Skill ini sangat penting untuk menganalisis sesuatu dengan teliti, sehingga akan menghasilkan analisa yang lebih akurat.

2. Problem Solving

Selain detail oriented, pengaudit juga harus memiliki kemampuan problem-solving atau memecahkan masalah.

Sebab, analisa akurat saja tidak cukup untuk melakukan audit. Anda perlu memikirkan solusi terhadap masalah yang ditemukan pada proses audit tersebut.

3. Leadership

Profesi ini biasanya sangat berkaitan dengan beberapa tim lain. Oleh karena itu, memiliki skill kepemimpinan yang baik akan membuat Anda lebih mudah dalam berkomunikasi dengan mereka.

Selain itu, dengan skill ini, Anda juga akan mampu menyampaikan hasil audit dengan baik kepada tim terkait.

Nah, itulah beberapa informasi tentang auditor. Kesimpulannya, profesi ini merupakan posisi yang cukup penting dan sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk monitoring risiko yang muncul dan merencanakan tindak lanjut yang tepat. 

Audit adalah hal yang perlu dilakukan untuk mengevaluasi segala hal yang mungkin memberikan dampak buruk bagi perusahaan Anda.

Melakukan audit mungkin terlihat sangat rumit, tetapi saat ini sudah tersedia aplikasi yang dapat memudahkan Anda.

Berkenaan dengan ini, yuk gunakan aplikasi Audithink untuk melakukan audit internal dengan lebih mudah dan efisien.

Produk kami akan melakukan audit internal berdasarkan riset mendalam dan studi kasus yang aktual. Selain itu, aplikasi ini dapat dihubungkan dengan berbagai sistem di perusahaan Anda.

Tak perlu khawatir kesulitan untuk menggunakannya, kami akan selalu mendampingi Anda dan memberikan solusi dari permasalahan tersebut.

Tertarik untuk mencobanya? Segera diskusikan dengan product expert kami untuk mendapatkan solusi terbaik sesuai kebutuhan Anda!

Tags:

Insight

Artikel Lainnya

auditee-adalah-pihak-yang-diaudit-oleh-auditor
Mengenal apa itu good corporate governance (GCG)
audit keuangan
Mengenal manajemen risiko

Dapatkan informasi artikel terbaru setiap minggu dari kami dengan mendaftarkan email Anda.