Kompleksitas regulasi, risiko operasional, keamanan informasi, dan tuntutan transparansi membuat perusahaan tidak lagi dapat mengelola governance, risk, and compliance secara terpisah. Data risiko yang tersimpan di spreadsheet, dokumen kepatuhan yang tersebar, serta tindak lanjut audit yang dipantau melalui email dapat menghambat pengambilan keputusan dan meningkatkan risiko kesalahan.
Software GRC membantu perusahaan menyatukan proses tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, pengendalian internal, dan assurance dalam sistem yang lebih terstruktur. Melalui satu platform, manajemen dapat memperoleh gambaran mengenai risiko utama, efektivitas kontrol, status kepatuhan, temuan audit, dan progres mitigasi.
Beberapa software GRC yang dapat dipertimbangkan oleh bisnis antara lain Audithink, MetricStream, IBM OpenPages, ServiceNow Integrated Risk Management, Diligent One, Optro, Adaptist Privee, dan Bangga Solutions. Namun, platform terbaik tetap harus ditentukan berdasarkan kebutuhan, regulasi, ukuran organisasi, serta tingkat kematangan GRC perusahaan.
Ringkasan Rekomendasi Software GRC
| Software GRC | Fokus utama | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Audithink | Internal audit, risk-based audit, temuan, dan tindak lanjut | Perusahaan, BUMN, BUMD, dan instansi yang ingin mendigitalisasi internal audit |
| MetricStream | Enterprise GRC terintegrasi | Korporasi besar dengan risiko dan regulasi kompleks |
| IBM OpenPages | Risk, compliance, audit, dan pengelolaan kebijakan | Enterprise yang membutuhkan platform modular |
| ServiceNow IRM | Integrasi risiko dengan workflow operasional dan TI | Organisasi yang telah memakai ekosistem ServiceNow |
| Diligent One | Governance, board management, risk, dan audit | Perusahaan yang membutuhkan visibilitas GRC hingga level dewan |
| Optro | Audit, risiko, compliance, dan kontrol internal | Tim audit dan risk management perusahaan menengah hingga besar |
| Adaptist Privee | Privasi data, UU PDP, risiko pihak ketiga, dan compliance | Perusahaan yang memprioritaskan data privacy |
| Bangga Solutions | Audit, enterprise risk management, WBS, dan governance | BUMN, BUMD, kementerian, dan sektor publik Indonesia |
Apa Itu Software GRC?
Software GRC adalah sistem digital yang membantu organisasi mengelola governance, risk, and compliance atau tata kelola, risiko, dan kepatuhan secara terintegrasi.
Platform ini menghubungkan tujuan perusahaan, risiko, kebijakan, kontrol, regulasi, audit, dan tindak lanjut perbaikan. Dengan demikian, setiap fungsi tidak lagi bekerja menggunakan data dan metode yang berbeda-beda.
Governance
Governance atau tata kelola berkaitan dengan cara organisasi menetapkan tujuan, struktur kewenangan, kebijakan, tanggung jawab, serta mekanisme pengambilan keputusan.
Dalam software GRC, aspek governance dapat didukung melalui:
- pengelolaan kebijakan dan prosedur;
- approval workflow;
- pembagian peran dan hak akses;
- dokumentasi keputusan;
- audit trail;
- pelaporan kepada manajemen dan dewan komisaris.
Risk Management
Risk management berhubungan dengan proses mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, memitigasi, dan memantau risiko yang dapat memengaruhi tujuan organisasi.
Aplikasi GRC umumnya menyediakan:
- risk register;
- risk assessment;
- risk scoring;
- risk matrix;
- key risk indicator;
- risk treatment plan;
- pemantauan mitigasi risiko.
Compliance
Compliance memastikan perusahaan menjalankan kegiatan sesuai regulasi, standar industri, kontrak, dan kebijakan internal.
Fitur compliance dalam platform GRC dapat meliputi:
- regulatory register;
- compliance assessment;
- pemetaan regulasi dengan kontrol;
- pengumpulan bukti kepatuhan;
- monitoring kewajiban;
- notifikasi perubahan regulasi;
- pelaporan ketidakpatuhan.
Mengapa Bisnis Membutuhkan Software GRC?
Penggunaan software tata kelola, risiko, dan kepatuhan bukan hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan regulator. Sistem tersebut juga membantu perusahaan meningkatkan kualitas keputusan dan mengurangi inefisiensi operasional.
1. Mengurangi Ketergantungan pada Spreadsheet
Spreadsheet memang mudah digunakan, tetapi semakin sulit dikendalikan ketika organisasi memiliki banyak unit, pengguna, risiko, regulasi, dan program audit.
Permasalahan yang sering muncul meliputi:
- format data tidak konsisten;
- terdapat beberapa versi dokumen;
- perubahan sulit dilacak;
- akses data tidak terkontrol;
- laporan harus disusun secara manual.
Sistem GRC terintegrasi dapat menjadi pusat data bersama atau single source of truth bagi fungsi risiko, compliance, internal control, dan audit.
2. Meningkatkan Visibilitas Risiko
Manajemen membutuhkan informasi risiko yang aktual dan mudah dipahami. Software manajemen risiko dan kepatuhan dapat menyajikan dashboard berdasarkan unit kerja, kategori risiko, tingkat dampak, status mitigasi, maupun pemilik risiko.
Informasi tersebut membantu manajemen menentukan risiko mana yang memerlukan perhatian lebih cepat.
3. Mempercepat Proses Audit dan Assurance
Software GRC dapat menghubungkan risiko, kontrol, bukti, temuan, rekomendasi, dan action plan. Tim internal audit tidak perlu mengumpulkan seluruh data dari awal ketika melaksanakan penugasan.
Dokumentasi yang terpusat juga mempermudah proses quality assurance dan pemeriksaan kembali atas pekerjaan auditor.
4. Memperkuat Akuntabilitas
Setiap risiko, kontrol, temuan, dan tindak lanjut perlu memiliki penanggung jawab yang jelas.
Melalui workflow digital, perusahaan dapat mengetahui:
- siapa yang membuat atau mengubah data;
- siapa yang memberikan persetujuan;
- kapan aktivitas dilakukan;
- rekomendasi mana yang belum ditindaklanjuti;
- unit mana yang melewati tenggat waktu.
5. Mendukung Pengambilan Keputusan Berbasis Risiko
GRC yang efektif tidak hanya menghasilkan laporan kepatuhan. Informasi risiko seharusnya digunakan dalam perencanaan bisnis, investasi, pengembangan produk, pemilihan vendor, dan pengalokasian sumber daya.
Platform GRC membantu manajemen memperoleh consolidated view mengenai tingkat risiko dan efektivitas kontrol sebelum mengambil keputusan penting.
Fitur yang Perlu Dimiliki Software GRC
Sebelum memilih aplikasi GRC, perusahaan perlu menentukan fitur yang benar-benar dibutuhkan. Tidak semua organisasi harus langsung menggunakan seluruh modul GRC sekaligus.
Berikut fitur yang dapat dijadikan bahan evaluasi.
1. Risk Register dan Risk Assessment
Sistem perlu mendukung pencatatan risiko, kategori risiko, penyebab, dampak, kemungkinan, inherent risk, residual risk, serta rencana mitigasi.
Metode penilaian sebaiknya dapat disesuaikan dengan kerangka manajemen risiko perusahaan.
2. Control Management
Fitur control management digunakan untuk mendokumentasikan kontrol, pemilik kontrol, frekuensi pelaksanaan, bukti, serta hasil pengujian.
Kontrol idealnya dapat dihubungkan dengan beberapa risiko dan regulasi agar perusahaan tidak melakukan pengujian yang sama secara berulang.
3. Compliance Management
Modul ini diperlukan untuk memetakan kewajiban regulasi dengan kebijakan, proses, risiko, dan kontrol perusahaan.
Fitur reminder juga diperlukan agar pemilik kewajiban mengetahui jadwal pelaporan, evaluasi, sertifikasi, maupun pembaruan dokumen.
4. Internal Audit Management
Perusahaan yang memiliki Satuan Pengawasan Internal atau fungsi internal audit perlu mempertimbangkan fitur:
- audit universe;
- annual risk assessment;
- annual audit plan;
- program kerja audit;
- pembagian tugas auditor;
- working paper;
- dokumentasi bukti;
- review dan approval;
- laporan hasil audit.
5. Issue dan Corrective Action Management
Setiap temuan harus dapat ditindaklanjuti sampai selesai. Sistem perlu mencatat rekomendasi, PIC, target penyelesaian, bukti tindak lanjut, hasil validasi, dan status penyelesaian.
6. Dashboard dan Reporting
Dashboard sebaiknya dapat disesuaikan dengan kebutuhan direksi, dewan komisaris, komite audit, auditor, risk owner, serta compliance officer.
Informasi yang ditampilkan dapat mencakup:
- profil risiko;
- risiko di atas risk appetite;
- kontrol tidak efektif;
- kewajiban yang belum dipenuhi;
- temuan berulang;
- action plan overdue;
- progres program audit.
7. Workflow dan Audit Trail
Approval workflow membantu memastikan bahwa data telah melalui proses review yang tepat. Sementara itu, audit trail menyimpan riwayat aktivitas pengguna dan perubahan data.
Kedua fitur ini penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.
8. Integrasi dan Kustomisasi
Software GRC sebaiknya dapat terhubung dengan sistem lain seperti ERP, human resources information system, document management system, identity access management, atau business intelligence.
Kustomisasi juga dibutuhkan karena struktur risiko, terminologi, tahapan persetujuan, dan kebutuhan laporan setiap perusahaan dapat berbeda.
8 Rekomendasi Software GRC untuk Bisnis
Daftar berikut bukan merupakan peringkat absolut. Setiap software memiliki fokus dan tingkat kompleksitas berbeda sehingga perusahaan tetap perlu melakukan assessment dan demo produk sebelum mengambil keputusan.
1. Audithink
Audithink merupakan platform internal audit management yang membantu perusahaan mengelola proses audit mulai dari penilaian risiko, perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, hingga monitoring tindak lanjut.
Dalam ekosistem GRC, Audithink berperan kuat pada fungsi internal audit, assurance, internal control, dan pemantauan corrective action. Platform ini dapat membantu organisasi menghubungkan prioritas audit dengan profil risiko serta memberikan visibilitas atas temuan dan tindak lanjutnya.
Fitur utama Audithink
- risk assessment sebagai dasar perencanaan audit;
- penyusunan program dan jadwal audit;
- pembagian tugas anggota tim;
- template proses, kontrol, dan prosedur audit;
- dokumentasi working paper dan evidence;
- diskusi rekomendasi dengan auditee;
- monitoring action plan secara real-time;
- pembuatan laporan audit otomatis;
- workflow persetujuan dan audit trail;
- kustomisasi sesuai kebutuhan organisasi.
Cocok untuk
Audithink cocok bagi perusahaan swasta, BUMN, BUMD, lembaga pendidikan, organisasi non-profit, dan instansi pemerintah yang ingin meningkatkan kematangan proses internal audit.
Untuk sektor publik, platform ini juga relevan bagi organisasi yang membutuhkan dukungan terhadap Risk-Based Internal Audit, SPIP, Good Corporate Governance, serta monitoring tindak lanjut hasil pengawasan.
Pertimbangan
Audithink paling tepat ketika prioritas utama perusahaan adalah mendigitalisasi internal audit dan memperkuat fungsi assurance dalam implementasi GRC. Organisasi yang membutuhkan modul khusus seperti privacy management atau regulatory intelligence perlu mendiskusikan kebutuhan integrasi dan kustomisasi lebih lanjut.
2. MetricStream
MetricStream merupakan enterprise GRC software yang menyediakan berbagai solusi untuk manajemen risiko, compliance, audit, cyber risk, third-party risk, dan business resilience.
Platform ini dirancang untuk organisasi dengan struktur, regulasi, dan profil risiko yang kompleks.
Fitur utama MetricStream
- enterprise risk management;
- policy dan compliance management;
- internal audit management;
- third-party risk management;
- IT dan cyber risk management;
- issue dan action management;
- dashboard dan analitik;
- workflow yang dapat dikonfigurasi.
Cocok untuk
MetricStream cocok untuk perusahaan besar, grup korporasi, lembaga keuangan, perusahaan multinasional, dan organisasi dengan banyak regulasi maupun unit bisnis.
Pertimbangan
Cakupan modulnya yang luas dapat membutuhkan proses implementasi, konfigurasi, dan change management yang lebih intensif. Perusahaan perlu memperhitungkan kesiapan tim, arsitektur data, dan total cost of ownership.
3. IBM OpenPages
IBM OpenPages adalah platform GRC modular untuk mengelola risiko, compliance, audit, kebijakan, kontrol keuangan, model risk, serta risiko pihak ketiga.
Sifat modular memungkinkan organisasi memulai dari fungsi yang paling dibutuhkan sebelum menambahkan kapabilitas lainnya.
Fitur utama IBM OpenPages
- operational risk management;
- regulatory compliance management;
- policy management;
- internal audit management;
- financial controls management;
- third-party risk management;
- model risk governance;
- dashboard dan analitik berbasis data.
Cocok untuk
IBM OpenPages sesuai untuk enterprise yang membutuhkan skalabilitas tinggi, deployment fleksibel, serta integrasi dengan lingkungan teknologi perusahaan.
Pertimbangan
Organisasi perlu memiliki desain data, governance, dan pemilik proses yang jelas. Tanpa persiapan tersebut, konfigurasi platform enterprise berpotensi menjadi terlalu kompleks.
4. ServiceNow Integrated Risk Management
ServiceNow Integrated Risk Management atau ServiceNow IRM menghubungkan risiko dan compliance dengan workflow operasional, teknologi informasi, serta cybersecurity.
Kelebihan utamanya adalah kemampuan mengarahkan aktivitas remediasi langsung kepada unit atau pengguna yang bertanggung jawab melalui ekosistem ServiceNow.
Fitur utama ServiceNow IRM
- enterprise dan operational risk management;
- policy and compliance management;
- continuous control monitoring;
- audit management;
- issue dan remediation workflow;
- third-party risk management;
- business continuity management;
- integrasi dengan workflow ServiceNow.
Cocok untuk
ServiceNow IRM cocok bagi perusahaan yang telah menggunakan ServiceNow untuk IT service management, security operations, asset management, maupun workflow lainnya.
Pertimbangan
Perusahaan yang belum memakai ekosistem ServiceNow perlu mengevaluasi biaya implementasi, lisensi, integrasi, dan kebutuhan kompetensi teknis.
5. Diligent One
Diligent One menggabungkan aktivitas board management dan GRC dalam satu platform. Pendekatan ini membantu menghubungkan data governance, risiko, audit, compliance, dan kontrol dengan kebutuhan pengawasan dewan.
Fitur utama Diligent One
- board dan entity management;
- enterprise risk management;
- internal audit management;
- internal controls;
- policy dan compliance management;
- third-party risk management;
- audit analytics dan continuous monitoring;
- reporting untuk board dan executive management.
Cocok untuk
Diligent One relevan bagi perusahaan yang membutuhkan informasi GRC untuk direksi, dewan komisaris, komite audit, corporate secretary, risk manager, dan internal auditor.
Pertimbangan
Organisasi perlu memastikan modul yang dipilih sesuai dengan kebutuhan utamanya karena cakupan Diligent One cukup luas, mulai dari board governance hingga audit dan compliance.
6. Optro
Optro merupakan nama baru dari AuditBoard. Platform ini berfokus pada audit, risk management, information security, compliance, dan internal control dalam satu connected risk platform.
Optro dapat menjadi pilihan bagi organisasi yang ingin mengurangi penggunaan spreadsheet dan menghubungkan aktivitas audit dengan risiko serta compliance.
Fitur utama Optro
- internal audit management;
- enterprise risk management;
- SOX dan internal control management;
- compliance management;
- IT risk dan security compliance;
- issue tracking;
- risk assessment;
- dashboard dan reporting.
Cocok untuk
Optro cocok bagi perusahaan menengah hingga besar yang membutuhkan platform modern untuk audit, risiko, kontrol, dan compliance.
Pertimbangan
Karena platform ini berorientasi pada pasar global, perusahaan Indonesia perlu memeriksa kesesuaiannya dengan regulasi lokal, dukungan implementasi, lokasi penyimpanan data, dan kebutuhan bahasa.
7. Adaptist Privee
Adaptist Privee adalah platform GRC yang berfokus pada data privacy, kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, dan pengelolaan risiko data.
Platform ini relevan bagi perusahaan yang mengelola data pribadi pelanggan, karyawan, mitra, maupun vendor dalam jumlah besar.
Fitur utama Adaptist Privee
- Record of Processing Activities;
- Privacy Impact Assessment;
- Data Subject Rights management;
- third-party risk assessment;
- incident management;
- compliance assessment;
- pengelolaan kebijakan dan risiko privasi.
Cocok untuk
Adaptist Privee cocok bagi perusahaan teknologi, keuangan, kesehatan, e-commerce, layanan digital, dan organisasi lain yang memiliki kewajiban besar dalam perlindungan data pribadi.
Pertimbangan
Fokus utamanya berada pada privacy governance dan data compliance. Perusahaan yang membutuhkan pengelolaan audit internal menyeluruh perlu menilai cakupan modul atau kebutuhan integrasi tambahan.
8. Bangga Solutions
Bangga Solutions menyediakan beberapa produk untuk audit management, enterprise risk management, whistleblowing system, knowledge management, anti-gratification reporting, dan performance excellence.
Setiap produk dapat digunakan secara terpisah maupun diintegrasikan sebagai platform GRC.
Fitur utama Bangga Solutions
- audit management system;
- enterprise risk management berbasis ISO 31000;
- whistleblowing system;
- knowledge management;
- sistem pelaporan gratifikasi;
- performance excellence untuk BUMN dan BUMD;
- pilihan deployment cloud maupun on-premise.
Cocok untuk
Bangga Solutions relevan bagi kementerian, lembaga pemerintah, BUMN, BUMD, dan perusahaan yang membutuhkan solusi dengan konteks implementasi sektor publik Indonesia.
Pertimbangan
Perusahaan perlu menentukan apakah akan menggunakan satu modul tertentu atau mengimplementasikan beberapa produk sebagai ekosistem GRC terintegrasi.
Perbandingan Software GRC Berdasarkan Kebutuhan
| Kebutuhan organisasi | Software yang dapat dipertimbangkan |
|---|---|
| Digitalisasi internal audit dan tindak lanjut temuan | Audithink, Optro, Diligent One |
| Enterprise GRC dengan cakupan luas | MetricStream, IBM OpenPages |
| Integrasi risiko dengan workflow TI dan operasional | ServiceNow IRM |
| Pelaporan governance hingga level board | Diligent One |
| Pengelolaan privasi dan kepatuhan UU PDP | Adaptist Privee |
| GRC untuk BUMN, BUMD, dan sektor publik Indonesia | Audithink, Bangga Solutions |
| Sistem modular dengan opsi cloud atau on-premise | IBM OpenPages, Bangga Solutions |
| Risk-based internal audit | Audithink, MetricStream, IBM OpenPages |
Tabel tersebut hanya merupakan panduan awal. Pemilihan akhir tetap harus mempertimbangkan hasil assessment, demo, proof of concept, serta kecocokan dengan proses internal perusahaan.
Cara Memilih Software GRC yang Tepat
1. Identifikasi Permasalahan Utama
Jangan memulai pemilihan software dari daftar fitur. Tentukan terlebih dahulu masalah yang ingin diselesaikan.
Contohnya:
- proses audit masih menggunakan spreadsheet;
- perusahaan tidak memiliki risk register terpusat;
- banyak action plan melewati tenggat waktu;
- bukti kepatuhan tersebar di berbagai folder;
- manajemen tidak memiliki dashboard risiko;
- regulasi sulit dipetakan dengan kontrol internal.
2. Tentukan Ruang Lingkup Implementasi
Perusahaan dapat memulai dari satu fungsi prioritas seperti internal audit, enterprise risk management, compliance, atau privacy management.
Pendekatan bertahap sering kali lebih efektif dibandingkan mengimplementasikan semua modul secara bersamaan tanpa kesiapan proses.
3. Evaluasi Kesesuaian dengan Regulasi
Pastikan software mendukung regulasi dan standar yang relevan dengan industri perusahaan, misalnya:
- ISO 31000;
- COSO Internal Control;
- Three Lines Model;
- IPPF atau Global Internal Audit Standards;
- ISO 27001;
- ISO 37301;
- Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi;
- SPIP;
- ketentuan regulator industri.
4. Periksa Kemampuan Integrasi
Software GRC perlu terhubung dengan sumber data perusahaan agar proses monitoring tidak sepenuhnya bergantung pada input manual.
Identifikasi sistem yang perlu diintegrasikan, seperti ERP, HRIS, DMS, procurement, IAM, financial system, maupun business intelligence.
5. Evaluasi Keamanan dan Hak Akses
Data GRC dapat memuat informasi sensitif mengenai kelemahan kontrol, fraud, risiko strategis, temuan audit, dan investigasi.
Periksa aspek berikut:
- role-based access control;
- enkripsi data;
- audit log;
- backup dan disaster recovery;
- single sign-on;
- data residency;
- sertifikasi keamanan penyedia;
- opsi cloud atau on-premise.
6. Lakukan Demo Berdasarkan Skenario Nyata
Jangan hanya meminta vendor menampilkan seluruh fitur. Berikan skenario yang sesuai dengan proses perusahaan.
Sebagai contoh, mintalah vendor menunjukkan proses:
- membuat risk assessment;
- menyusun annual audit plan;
- membuat penugasan audit;
- mengunggah evidence;
- mencatat temuan;
- menetapkan action plan;
- melakukan review;
- menghasilkan laporan manajemen.
7. Hitung Total Cost of Ownership
Biaya software GRC tidak hanya terdiri dari biaya lisensi. Perusahaan juga perlu menghitung:
- implementasi;
- kustomisasi;
- migrasi data;
- integrasi;
- pelatihan;
- maintenance;
- dukungan teknis;
- pengembangan lanjutan;
- biaya infrastruktur.
8. Perhatikan Dukungan Implementasi
Keberhasilan implementasi GRC sangat dipengaruhi oleh kesiapan proses dan pengguna. Vendor idealnya tidak hanya menyediakan aplikasi, tetapi juga mendampingi konfigurasi, migrasi, pelatihan, dan evaluasi penggunaan.
Kesalahan dalam Implementasi Software GRC
Menganggap Software Dapat Memperbaiki Semua Proses
Teknologi tidak dapat menggantikan kebijakan, struktur tanggung jawab, risk ownership, maupun komitmen manajemen. Proses yang belum jelas perlu dibenahi sebelum diotomatisasi.
Mengimplementasikan Terlalu Banyak Modul
Implementasi seluruh modul dalam satu waktu dapat membebani pengguna dan memperlambat adopsi. Prioritaskan area yang memberikan dampak paling besar terhadap organisasi.
Tidak Melibatkan Pengguna Sejak Awal
Tim audit, risk management, compliance, internal control, teknologi informasi, serta unit operasional perlu dilibatkan dalam perancangan kebutuhan.
Hanya Memindahkan Spreadsheet ke Dalam Aplikasi
Digitalisasi bukan sekadar memindahkan formulir manual ke layar. Perusahaan perlu menyederhanakan workflow, menghilangkan duplikasi kontrol, dan menghubungkan data antarfungsi.
Tidak Menetapkan Indikator Keberhasilan
Perusahaan perlu menetapkan indikator seperti pengurangan waktu penyusunan laporan, peningkatan penyelesaian action plan, penurunan temuan berulang, atau peningkatan cakupan audit berbasis risiko.
Software GRC Mana yang Tepat untuk Bisnis Anda?
Software GRC terbaik adalah platform yang paling sesuai dengan masalah, tingkat kematangan, regulasi, dan kapasitas organisasi.
Perusahaan dengan regulasi kompleks dan operasi global dapat mempertimbangkan platform enterprise seperti MetricStream atau IBM OpenPages. Organisasi yang telah menggunakan ServiceNow dapat memperoleh manfaat dari integrasi workflow melalui ServiceNow IRM.
Perusahaan yang berfokus pada board governance dapat mempertimbangkan Diligent One. Sementara itu, organisasi yang memprioritaskan data privacy dan UU PDP dapat mengevaluasi Adaptist Privee.
Bagi perusahaan, BUMN, BUMD, dan instansi pemerintah yang ingin memperkuat internal audit sebagai bagian dari implementasi GRC, Audithink dapat menjadi pilihan. Platform ini membantu mengelola perencanaan audit berbasis risiko, pelaksanaan penugasan, dokumentasi hasil, pelaporan, serta monitoring action plan dalam satu sistem.
Pertanyaan yang sering Diajukan
Apa yang dimaksud dengan software GRC?
Software GRC adalah sistem yang membantu perusahaan mengelola tata kelola, risiko, dan kepatuhan secara terintegrasi. Sistem tersebut dapat mencakup risk assessment, kontrol internal, compliance management, audit, issue management, dan pelaporan.
Apa perbedaan software GRC dan software audit?
Software GRC memiliki cakupan lebih luas karena menghubungkan governance, risk management, compliance, internal control, dan assurance. Software audit lebih berfokus pada perencanaan, pelaksanaan, dokumentasi, pelaporan, dan tindak lanjut audit. Namun, software audit dapat menjadi komponen penting dalam ekosistem GRC.
Apakah perusahaan kecil membutuhkan aplikasi GRC?
Kebutuhannya bergantung pada tingkat risiko, regulasi, jumlah unit, dan kompleksitas operasional. Perusahaan kecil dapat memulai dari modul prioritas seperti risk register, compliance tracking, atau internal audit tanpa langsung mengimplementasikan enterprise GRC secara penuh.
Berapa biaya implementasi software GRC?
Biaya implementasi berbeda-beda berdasarkan jumlah pengguna, modul, metode deployment, integrasi, kustomisasi, migrasi data, dan layanan pendampingan. Perusahaan sebaiknya meminta proposal berdasarkan ruang lingkup dan skenario penggunaan yang jelas.
Bagaimana cara mengetahui software GRC sesuai dengan perusahaan?
Lakukan assessment kebutuhan, susun use case, tetapkan kriteria evaluasi, dan minta vendor melakukan demo berdasarkan proses nyata perusahaan. Bila diperlukan, jalankan proof of concept sebelum melakukan implementasi penuh.
Digitalisasikan Internal Audit sebagai Bagian dari GRC Bersama Audithink
Internal audit memiliki peran penting dalam memberikan assurance atas efektivitas governance, risk management, dan internal control. Namun, fungsi tersebut akan sulit berjalan optimal apabila perencanaan, working paper, evidence, temuan, dan tindak lanjut masih tersebar di berbagai dokumen.
Audithink membantu tim internal audit mengelola seluruh siklus audit secara lebih terstruktur, transparan, dan termonitor. Mulai dari penilaian risiko, perencanaan program, pembagian tugas, dokumentasi hasil pemeriksaan, pembuatan laporan, hingga monitoring action plan dapat dijalankan dalam satu platform.
Pelajari fitur Audithink, jadwalkan demo aplikasi, atau hubungi tim Audithink untuk mendiskusikan kebutuhan digitalisasi internal audit dan GRC organisasi Anda.



