Dalam praktiknya, proses audit berlandaskan nilai syariah memang memiliki kemiripan dengan audit konvensional. Namun keduanya memiliki beberapa perbedaan yang penting dipahami oleh auditor. Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut.
Apa Itu Audit Syariah?
Audit syariah adalah proses pemeriksaan oleh auditor independen untuk memastikan bahwa semua aktivitas yang dilakukan oleh entitas tertentu sesuai dengan standar dan prinsip-prinsip syariah. Prinsip-prinsip syariah yang menjadi dasar audit syariah meliputi prinsip keadilan, kejujuran, dan transparansi.
Sementara pemeriksaan ini mencakup pemeriksaan terhadap produk, kontrak, transaksi, maupun kebijakan yang diterapkan di dalam entitas tersebut. Jadi, prinsip-prinsip syariah menjadi fokus dan dasar bagi auditor dalam memberikan penilaian selama proses audit.
Dalam hal ini, standar syariah yang menjadi acuan untuk proses audit adalah standar yang ditetapkan oleh otoritas resmi, seperti Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN–MUI), Accounting and Auditing Standards for Islamic Financial Institution (AAOIFI), serta fatwa ulama dan prinsip hukum Islam (fiqh muamalah).
Tujuan Audit Syariah dalam Bisnis Modern
- Memastikan seluruh kegiatan bisnis dan keuangan yang dilakukan oleh entitas tertentu sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
- Menjamin produk yang ditawarkan beroperasi tanpa hambatan dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
- Menjaga kepercayaan masyarakat dan reputasi lembaga keuangan syariah dengan memastikan transparansi dan akuntabilitasnya dalam menjalankan bisnis sesuai dengan nilai-nilai Islam.
- Mengevaluasi efektivitas dan efisiensi operasional entitas, sehingga dapat direkomendasikan perbaikan-perbaikan apabila diperlukan.
- Memberikan wawasan mengenai kepatuhan syariah entitas untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
- Meningkatkan daya jual produk berlandaskan syariah.
Perbedaan Audit Syariah dan Konvensional
| Audit Syariah | Audit Konvensional | |
| Audit object | Lembaga keuangan syariah | Lembaga keuangan yang beroperasi tidak berdasarkan syariah |
| Peran Dewan Pengawas Syariah (DPS) | Harus ada DPS | Tidak ada DPS |
| Kualifikasi auditor | Proses audit dilakukan oleh auditor dengan Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS) | Proses audit dilakukan oleh auditor umum tanpa ada ketentutas SAS |
| Audit standards | Accounting and Auditing Standards for Islamic Financial Institution (AAOIFI) | Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) |
| Jenis opini audit | Menilai keberadaan unsur syariah dalam lembaga keuangan syariah. | Menilai kewajaran penyajian laporan keuangan suatu lembaga. |
Bagaimana Proses Audit Syariah Berlangsung?
Proses audit syariah berlangsung dalam tahap-tahap yang hampir sama dengan proses audit konvensional. Namun, jenis audit ini dilakukan dengan berlandaskan nilai-nilai Islam.
1. Planning
Langkah pertama adalah memahami entitas yang akan diaudit. Mulai dari struktur organisasi, produk, layanan yang ditawarkan dan kebijakan syariah yang diterapkan. Pada tahap ini, auditor juga menentukan ruang lingkup dan strategi audit yang akan digunakan.
2. Implementation
Pada tahap pelaksanaan, auditor melakukan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen, wawancara dengan pihak terkait, dan menguji transaksi serta kontrak untuk memastikan kepatuhan terhadap syariah.
Selain itu, auditor juga melakukan beberapa aktivitas utama. Mulai dari memeriksa produk dan layanan yang ditawarkan, kebijakan dan prosedur operasional yang diterapkan, serta menguji transaksi secara acak. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa produk dan layanan sesuai dengan hukum syariah, kebijakan dan prosedur mematuhi hukum syariah, dan tidak ada unsur yang bertentangan dengan prinsip syariah.
3. Pelaporan Hasil
Tahap ketiga adalah tahap penyusunan laporan audit, yang mencakup temuan utama, kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah, hingga rekomendasi perbaikan apabila ditemukan ketidaksesuaian atau pelanggaran. Hasil laporan nantinya akan diserahkan kepada DPS dan manajemen untuk ditinjau dan ditindaklanjuti.
4. Follow-Up
Selanjutnya, auditor bekerja sama dengan manajemen untuk memastikan rekomendasi yang diberikan dilaksanakan dengan baik. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tindakan perbaikan telah diambil untuk mengatasi setiap masalah yang ditemukan.
Perkembangan Audit Syariah di Indonesia
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Rahmadhani (2025) dalam Journal of Islamic Economic Studies, perkembangan audit syariah di Indonesia menunjukkan adanya kemajuan yang cukup pesat seiring dengan pertumbuhan industri keuangan syariah yang signifikan.
Sejak diperkenalkannya sistem keuangan syariah, praktik audit berlandaskan hukum-hukum Islam mengalami peningkatan. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam transaksi keuangan juga turut berkontribusi mendorong kemajuan.
Selain itu, regulasi dari lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan DSN-MUI secara aktif mengatur dan memberi pedoman untuk pelaksanaan audit syariah. Meski demikian, tantangan seperti belum adanya standar audit syariah yang lengkap dan konsisten, serta terbatasnya jumlah auditor yang kompeten dan bersertifikat, masih menjadi hambatan utama dalam perkembangan ini.
Meskipun ada pedoman dari organisasi internasional seperti AAOIFI, penerapannya di Indonesia masih terbatas dan belum memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Secara keseluruhan, meskipun perkembangannya menunjukkan tren positif, tetapi audit syariah masih membutuhkan peningkatan.
Mulai dari penguatan kerangka regulasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengembangan metodologi audit. Tujuannya sederhana, agar audit ini dapat berkontribusi secara efektif dalam menjaga integritas dan akuntabilitas sektor keuangan syariah di Indonesia.
Conclusion
Audit syariah menitikberatkan penilaian pada kepatuhan entitas terhadap prinsip-prinsip syariah. Untuk mendukung keberhasilan pelaksanaannya, auditor dituntut memiliki pemahaman yang memadai terhadap standar audit AAOIFI, tersertifikasi SAS, kompeten di bidang akuntansi, serta menjunjung tinggi independensi.
Di era yang menuntut kecepatan dan ketepatan proses kerja, auditor juga perlu mempertimbangkan penggunaan alat pendukung, seperti software audit, guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan audit.
In this context, Audithink hadir sebagai solusi inovatif yang mampu mendukung proses audit secara menyeluruh—mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, hingga pemantauan—dengan berbagai fitur unggulan. Coba demo gratis sekarang juga dan buktikan keandalan aplikasi audit kami.



