Implementation of walkthrough audit memungkinkan auditor melihat langsung proses pengakuan pendapatan dan memahami alur transaksi secara nyata. Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai tujuan walkthrough audit, manfaat, prosedur, dan contoh studi kasus dalam perusahaan.
What is Walkthrough Audit?
Walkthrough audit adalah pemeriksaan sistematis terhadap prosedur internal dan kontrol organisasi. Proses audit ini melibatkan penelusuran transaksi secara langsung dari awal hingga akhir untuk memahami bagaimana pengendalian internal dijalankan oleh organisasi.
Walkthrough audit memungkinkan auditor mendapatkan bukti dan menilai efektivitas pengendalian internal, sehingga arah audit selanjutnya dapat ditentukan secara sistematis.
Apa Perbedaan antara Penelusuran dan Audit Verifikasi?
| Penelusuran Audit (Walkthrough Audit) | Audit Verifikasi | |
| Definition | Prosedur yang mengharuskan auditor menelusuri satu atau beberapa transaksi dari awal hingga akhir untuk memahami bagaimana sistem dan pengendalian internal beroperasi. | Proses yang dilakukan untuk memastikan transaksi, saldo, atau dokumen yang tercatat benar-benar ada, akurat, dan valid. |
| Main purpose | Memahami alur sistem, mengevaluasi desain pengendalian internal, dan memastikan pengendalian tersebut benar-benar diterapkan. | Mendapatkan bukti otentik untuk memverifikasi keakuratan saldo akun atau transaksi dan memastikan tidak ada salah saji material. |
| Focus | Bagaimana transaksi diproses (prosedur). | Keakuratan angka dan keberadaan dokumen pendukung. |
| Results | Auditor mendapatkan gambaran apakah sistem pengendalian internal cukup kuat untuk mencegah kesalahan atau penyimpangan. | Auditor mendapatkan bukti audit yang kuat mengenai kebenaran angka di laporan keuangan. |
Tujuan dan Manfaat Walkthrough Audit
Dalam menjalankan walkthrough audit, auditor tidak hanya melihat ‘apa yang seharusnya terjadi,’ tetapi memastikan ‘apa yang benar-benar terjadi.’ Berikut sejumlah tujuan dijalankannya walkthrough audit.
- Memahami alur transaksi secara nyata, bukan hanya berdasarkan kebijakan tertulis.
- Mengidentifikasi titik-titik kontrol (control points).
- Menilai apakah pengendalian internal dirancang dengan baik atau tidak.
- Menguji apakah kontrol dalam organisasi benar-benar dijalankan dengan baik atau tidak.
- Memahami kontrol internal klien dan mengevaluasi efektivitasnya dalam mencegah kesalahan, penipuan, dan penyimpangan keuangan.
Walkthrough audit memberikan sejumlah manfaat strategis yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas proses audit secara keseluruhan. Berikut sejumlah manfaatnya.
- Memverifikasi keakuratan laporan keuangan dan mengidentifikasi kekurangan atau kelemahan kontrol yang dapat memengaruhi pelaporan keuangan klien.
- Memberikan wawasan mendalam kepada auditor mengenai proses dan alur data, sehingga auditor bisa merancang respon audit yang lebih spesifik dan relevan.
- Menjadi pondasi bagi auditor untuk menentukan strategi pengujian yang tepat, sehingga risiko audit dapat ditekan dan perencanaan lebih terstruktur.
- Memperkuat kualitas hubungan kerja dan interaksi profesional antara auditor dan pihak yang diperiksa.
- Membantu mendeteksi potensi fraud or override lebih dini.
- Meningkatkan kualitas keputusan profesional (professional judgement) auditor.
Kapan Walkthrough Audit Perlu Dilakukan?
Walkthrough audit adalah tahap perencanaan yang menjadi pondasi penting bagi auditor untuk melaksanakan arah audit. Berikut saat-saat Anda perlu melakukan walkthrough audit.
- Pada tahap perencanaan audit – untuk memahami bagaimana sistem dan kontrol benar-benar berjalan di lapangan.
- Saat melakukan identifikasi risiko signifikan – ketika auditor perlu mengonfirmasi area rawan salah saji material.
- Ketika terjadi perubahan sistem atau proses – seperti organisasi mengimplementasikan sistem baru atau mengubah prosedur bisnis. Tujuannya untuk memastikan kontrol baru diterapkan dengan benar.
- Saat melakukan audit kepatuhan – auditor perlu melihat secara langsung alur produksi atau penanganan material untuk memastikan kontrol fisik berfungsi sesuai dengan aturan.
Prosedur atau Langkah-Langkah Melakukan Walkthrough Audit
Dalam menjalankan walkthrough audit, tim auditor terbagi menjadi lima bagian, yakni auditor utama, anggota tim audit, manajer proses, personal QA, dan staf operasional. Setiap bagian memiliki tanggung jawab berbeda-beda dalam setiap prosedur audit sebagai berikut.
1. Rencanakan Penelusuran dan Siapkan Dokumen
Langkah pertama adalah merencanakan penelusuran agar dapat terfokus, efisien, dan tidak melewatkan risiko penting. Mulai dari memperjelas tujuan sejak awal, sehingga semua orang dapat memahami mengapa kegiatan ini dilakukan.
Kemudian menyusun daftar area kritis yang perlu ditinjau. Dalam hal ini, auditor tetap perlu menyesuaikan dengan proses yang diaudit agar lebih spesifik dan tidak melewatkan tahapan penting. Libatkan tim lintas fungsi, seperti pihak operasional, keuangan, IT, dan unit relevan lainnya untuk mendapatkan pemahaman alur secara menyeluruh.
2. Tinjau Dokumen
Sebelum auditor meninjau dokumen yang ada atau membandingkannya dengan praktik aktual, auditor harus terlebih dahulu memahami bagaimana proses yang sebenar-benarnya atau yang seharusnya bekerja. Dengan demikian, wawasan tersebut dapat membantu auditor dalam merancang kontrol organisasi yang lebih baik.
Setelah auditor memiliki pemahaman mengenai proses aktivitas bisnis yang seharusnya bekerja, auditor kemudian meninjau dokumen. Peninjauan dilakukan dengan membaca narasi proses, diagram alur, hingga kebijakan secara menyeluruh. Tujuannya adalah untuk memahami alur dan kontrol yang dimaksud oleh organisasi.
3. Pengamatan dan Wawancara
Tahap ketiga adalah melihat langsung bagaimana aktivitas bisnis atau organisasi dijalankan. Pada tahap ini, auditor fokus melihat praktik aktual di lapangan, mendengar penjelasan dari pelaksana proses, dan menguji apakah desain kontrol benar-benar diterapkan.
Untuk mendukung kelancaran proses observasi, tim auditor dapat menjelaskan terlebih dahulu tujuan kehadirannya untuk membangun kepercayaan dengan auditee. Ajukan pertanyaan secara terbuka ketika ada proses yang tampaknya berbeda dengan apa yang tertulis dalam dokumen.
Jadi, tahap ini bertujuan untuk menguji realita operasional untuk memastikan kontrol tidak hanya ada di atas kertas. Namun, benar-benar dijalankan.
4. Uji Kontrol dan Verifikasi Kepatuhan
Setelah mengetahui apakah desain kontrol benar-benar diterapkan, kini saatnya bagi auditor mengonfirmasi apakah kontrol hadir dan bekerja secara efektif.
Pada tahap ini, auditor harus mencatat dengan cermat langkah pengujian, temuan, dan bukti pendukung yang ditemukan. Tujuannya adalah untuk mendukung kesimpulan dan kepatuhan.
Untuk membuat semua proses audit berjalan efisien dan sesuai dengan prosedur pengujian kontrol, gunakan teknologi dan alat khusus yang relevan dan mudah diaplikasikan.
5. Laporan Tindak Lanjut
Apabila pemeriksaan selesai dan hasil audit telah dicatat dalam laporan, hasil audit memasuki tahap penindaklanjutan oleh organisasi. Tahap ini memastikan bahwa temuan ditangani dan kelemahan yang terdeteksi diselesaikan.
Pada tahap ini, proses tindak lanjut dapat difokuskan pada area yang memiliki risiko dan kelemahan berdampak tinggi. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan mitigasi risiko, sehingga dampak negatif dapat diminimalkan. Auditor juga dapat melacak tindakan korektif untuk memastikan bahwa kekurangan atau kelemahan diperbaiki secara efektif oleh organisasi.
Example of Walkthrough Auditdalam Perusahaan
Berikut adalah contoh studi kasus penggunaan metode walkthrough audit di PT ABC yang dilakukan oleh KAP XYZ.
1. Latar Belakang
Dalam contoh ini, perusahaan yang diaudit adalah PT ABC, perusahaan yang bergerak di bidang jasa desain interior dan dekorasi. Perusahaan ini melaksanakan walkthrough audit untuk memahami dan menilai proses penerimaan dan pengakuan pendapatan perusahaan.
Sebab sebelumnya, ditemukan kelemahan seperti pengakuan PPN sebagai bagian dari pendapatan serta inkonsistensi dalam penentuan termin pembayaran proyek.
Maka untuk mengevaluasi hal ini, pertama-tama auditor melakukan penelusuran dokumen transaksi utama. Seperti, quotation (penawaran kepada pelanggan), invoice, dan Berita Acara Serah Terima (BAST).
2. Implementation Walkthrough
Setelah menelusuri dokumen-dokumen, auditor melakukan walkthrough atau penelusuran secara terperinci. Dalam konteks ini, KAP XYZ:
- Memeriksa proses penawaran dan memastikan bahwa setiap quotation yang diberikan sesuai dengan prosedur.
- Menelusuri proses penerbitan invoice dan memastikan bahwa invoice didukung oleh dokumen yang lengkap dan sesuai, misalnya dokumen proposal dan tanda tangan resmi.
- Mengkonfirmasi bahwa pendapatan diakui hanya setelah pekerjaan selesai dan sesuai dengan dokumen BAST yang menandakan bahwa pekerjaan telah diserahkan dan diterima pelanggan.
3. Aksi Auditor
Setelah melakukan penelusuran, auditor melakukan pemeriksaan lanjutan.
- Memeriksa transaksi pembayaran bertahap.
- Memastikan bahwa setiap pendapatan baru diakui saat pekerjaan terkait telah diselesaikan sesuai termin.
- Mengecek bahwa PPN tidak termasuk dalam pencatatan pendapatan, sesuai standar akuntansi yang berlaku.
4. Hasil dan Temuan
Melalui walkthrough audit, auditor dapat melihat dan membuktikan langsung apakah proses pengakuan pendapatan di PT ABC mengikuti prosedur internal dan standar akuntansi atau tidak.
KAP XYZ menemukan bahwa dokumen lengkap dan proses pengakuan dilakukan secara tepat waktu, namun ada kelemahan, misalnya adanya pencatatan PPN sebagai bagian dari pendapatan yang harus dikoreksi.
5. Kesimpulan
Seamless and Improved walkthrough ini membantu auditor memahami proses bisnis PT ABC secara menyeluruh dan menilai apakah sistem pengendalian internal mendukung pengakuan pendapatan yang akurat dan tepat waktu. Selain itu, prosedur ini menjadi dasar untuk mengidentifikasi potensi kesalahan atau kelemahan, serta memberikan rekomendasi perbaikan terkait pengendalian internal dan pencatatan transaksi.
Conclusion
Walkthrough audit adalah proses penelusuran yang mencakup berbagai tahapan penting. Setiap proses harus dilaksanakan secara konsisten sesuai standar akuntansi dan sistem pengendalian internal yang berlaku.
Ketika walkthrough audit tidak dijalankan sebagaimana mestinya, hal ini akan memicu gangguan pada keseluruhan tahap dan berpengaruh pada kualitas audit. Oleh karena itu, auditor tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan teknisnya. Namun juga memerlukan teknologi pendukung untuk memastikan keseluruhan proses berjalan efektif dan efisien.
In this context, Audithink hadir sebagai solusi aplikasi audit yang dirancang untuk dapat menunjang kebutuhan tim auditor dan auditee. Didukung oleh fitur-fitur risk assessment, planning, dan laporan otomatis yang memungkinkan auditor bekerja lebih mudah dan sistematis. Coba demo aplikasi kami sekarang dan hubungi Audithink untuk berlangganan.



