Sudah pernah mendengar istilah auditee? Mungkin, masih jarang terdengar di telinga Anda mengenai istilah ini. Namun, bagi perusahaan, instansi, atau organisasi tertentu mungkin sudah tidak asing lagi.
Sebab, auditee adalah sebuah perusahaan atau instansi yang akan dilakukan proses audit. Dengan kata lain, auditee adalah subjek dari proses audit yang wajib memberikan informasi kepada auditor.
Sederhananya, audit adalah salah satu proses atau evaluasi untuk memastikan keakuratan laporan keuangan perusahaan.
Maka dari itu, proses audit sangatlah penting bagi setiap instansi maupun perusahaan. Hal ini tidak lepas dari fungsinya yaitu untuk melihat bagaimana kondisi keuangan selama satu periode tertentu.
Terlebih lagi, laporan keuangan menjadi bagian paling penting dalam keberlanjutan usaha. Tentu, mereka wajib melakukan proses audit laporan keuangan.
Kendati demikian, sudah pahamkah mereka dengan istilah auditee maupun auditor? Sebab, kedua istilah ini sangat penting dalam pelaksanaan proses audit perusahaan.
Dengan begitu, artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu auditee, tugas, contoh, dan bedanya dengan auditor.
Yuk, simak pembahasannya di bawah ini, ya!
Apa itu Auditee?

Auditee adalah seseorang atau pihak yang mana perusahaan maupun instansinya akan dilakukan proses audit.
Artinya, auditee adalah pihak yang akan menjadi subjek yang nantinya akan di audit oleh seorang auditor. Maka dari itu, auditee harus menyediakan dan memberikan informasi yang rinci kepada auditor supaya proses audit berjalan dengan lancar.
Biasanya, auditee adalah bisa berupa perusahaan, organisasi, instansi pemerintah, individu, lembaga, maupun entitas lain yang membutuhkan proses audit.
Tujuan proses audit sendiri adalah untuk melihat kebenaran informasi atau laporan keuangan perusahaan.
Kebenaran ini nantinya akan diungkapkan oleh seorang auditor dan memberikan pendapat apakah laporan keuangan perusahaan sudah sesuai standar peraturan tertentu atau belum.
Maka dari itu, auditee adalah bagian terpenting dalam proses audit yang akan dilakukan. Sebab, merekalah yang akan memberikan informasi dan laporan keuangan kepada seorang auditor.
Selain perihal laporan keuangan, pihak auditee juga bisa meminta auditor melakukan proses audit mengenai permasalahan internal maupun operasional perusahaan.
Apa Saja Tugas Auditee?
Secara tidak langsung, seorang auditee, auditor, dan audit tidak bisa dipisahkan dan menjadi satu kesatuan. Hal ini dikarenakan untuk memastikan bahwa proses audit akan berjalan dengan lancar.
Maka dari itu, seorang auditee juga mempunyai beberapa tugas yang perlu dilakukan. Tugas auditee adalah sebagai berikut:
1. Persiapan
Salah satu tugas penting yang wajib dilakukan auditee adalah persiapan. Persiapan ini merujuk pada beberapa aspek sebelum proses audit.
Mulai dari data dan keperluan administrasi yang diperlukan untuk proses audit, memastikan laporan keuangan sudah sesuai peraturan, dan lain sebagainya.
Semua aspek tersebut harus disiapkan sebelum nantinya diserahkan kepada auditor untuk memasuki proses audit. Pastikan semua datanya sudah benar dan valid supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
2. Pemahaman proses
Tidak hanya persiapan saja, melainkan sebagai auditee juga harus paham proses audit yang sedang berlangsung.
Tujuannya supaya tidak ada kecurangan yang dilakukan oleh seorang auditor dan memastikan bahwa proses audit berjalan secara lancar serta sesuai dengan prosedur tertentu.
3. Transparansi
Selanjutnya, tugas penting yang wajib dilakukan auditee adalah memberikan informasi yang transparan kepada pihak auditor.
Kondisi tersebut dilakukan supaya pihak auditor bisa melakukan proses audit secara efektif dan efisien berdasarkan informasi atau data yang diberikan auditee.
Selain itu, auditee juga bertugas untuk memberikan jawaban terhadap semua pertanyaan yang auditor sampaikan.
Kemudian, tugas lain auditee adalah memberikan akses kepada auditor untuk melakukan audit, termasuk menyediakan fasilitas yang diperlukan.
Apa Saja yang Harus Disiapkan Auditee Sebelum Diaudit?
Selain tiga tugas di atas, auditee (di lingkungan pemerintah sering disebut auditi) membutuhkan daftar kerja yang konkret. Berikut checklist praktis dan contoh dokumen yang biasa diminta. Urutan dan istilahnya bisa berbeda antarorganisasi, dan daftar final selalu mengikuti permintaan auditor.
Checklist persiapan auditee
- Baca surat tugas atau pemberitahuan audit. Catat ruang lingkup, periode yang diaudit, dan jadwalnya.
- Tunjuk satu koordinator sebagai pintu komunikasi dengan auditor, agar permintaan data tidak tercecer.
- Kumpulkan dokumen yang diminta, lalu catat dalam satu daftar: apa yang diminta, siapa penanggung jawabnya, dan kapan diserahkan.
- Cocokkan dokumen dengan catatan akuntansi. Misalnya, saldo di laporan harus sama dengan buku besar dan rekening koran.
- Beri tahu pegawai yang akan diwawancarai. Mereka cukup menjawab sesuai tugas dan fakta yang mereka ketahui.
- Siapkan ruang kerja, akses ke sistem, dan jadwal pertemuan dengan auditor.
- Catat setiap dokumen yang sudah diserahkan dan setiap pertanyaan yang belum terjawab.
- Setelah ada temuan, susun rencana perbaikan lengkap dengan penanggung jawab dan tenggat. Panduannya ada di artikel tindak lanjut temuan audit internal.
Dokumen apa yang biasa diminta auditor?
Tabel berikut berupa contoh umum untuk audit laporan keuangan. Auditor akan menyesuaikannya dengan risiko dan ruang lingkup audit masing-masing.
| Area | Dokumen yang umum diminta | Untuk apa |
|---|---|---|
| Kas dan bank | Rekening koran, rekonsiliasi bank | Menguji saldo kas dan bank |
| Piutang | Rincian umur piutang, faktur penjualan | Menilai keberadaan dan kewajaran piutang |
| Persediaan | Catatan stok, berita acara penghitungan fisik | Mencocokkan stok fisik dengan catatan |
| Aset tetap | Daftar aset, bukti pembelian, dokumen kepemilikan | Memastikan aset ada dan dimiliki entitas |
| Utang dan pembelian | Faktur pemasok, pesanan pembelian, bukti pembayaran | Memastikan kewajiban tercatat lengkap |
| Umum | Struktur organisasi, SOP, notulen rapat, kontrak penting | Memahami entitas dan pengendalian internalnya |
Auditor juga dapat meminta konfirmasi langsung ke pihak ketiga, seperti bank atau pelanggan (SA 505), dan meminta surat representasi tertulis dari manajemen (SA 580). Semua itu termasuk bukti audit yang menopang opini.
Contoh skenario hari wawancara audit
Ilustrasi berikut fiktif. Auditor sedang mewawancarai kepala gudang PT Contoh Niaga tentang penerimaan barang.
| Pertanyaan auditor | Respons kurang tepat | Respons yang dianjurkan |
|---|---|---|
| Bagaimana prosedur penerimaan barang? | “Biasanya langsung masuk saja.” | “Barang dicek dengan pesanan pembelian, jumlahnya dicatat di bukti penerimaan, lalu diinput admin. Contoh buktinya bisa saya tunjukkan.” |
| Siapa yang menyetujui retur barang? | “Mungkin kepala bagian.” | “Saya kurang yakin. Saya konfirmasi ke atasan dan kirim buktinya hari ini.” |
| Pernah ada selisih stok bulan lalu? | “Tidak ada.” (padahal ada) | “Ada selisih kecil. Penyebabnya salah input, dan koreksinya tercatat di dokumen ini.” |
Pola jawabannya sama: jelaskan prosedur sesuai kenyataan, tunjukkan bukti, dan jangan menebak. Jika belum tahu, lebih baik berjanji menyusulkan jawaban daripada memberi informasi yang keliru.
Apakah auditee dan auditi itu sama?
Ya. Auditi adalah padanan bahasa Indonesia untuk auditee, yaitu pihak yang diaudit. Istilah ini lebih sering muncul di lingkungan pemerintahan.
Apakah auditee boleh memberi klarifikasi atas temuan?
Pada praktiknya, auditor membahas temuan dengan auditee sebelum laporan final dibuat. Di tahap itu auditee dapat memberi penjelasan atau bukti tambahan.
Apa Perbedaan Auditee dan Auditor?
Apakah Anda masih merasa kebingungan tentang perbedaan auditee dan auditor? Mungkin, bagi orang awam masih cukup kesulitan membedakan antara keduanya.
Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir lagi karena kami akan memberikan jawaban lengkap mengenai perbedaan keduanya.
Perbedaan auditee dan auditor sebenarnya terletak pada posisi saat proses audit berlangsung. Jika auditee adalah pihak atau subjek yang akan diaudit oleh seorang auditor.
Auditee memberikan kepercayaan kepada auditor untuk melakukan proses audit di perusahaannya. Biasanya, auditee berupa instansi pemerintah, perusahaan, lembaga, organisasi, individu, dan lain sebagainya.
Sementara itu, auditor adalah seseorang atau pihak yang melakukan proses audit. Auditor mempunyai tanggung jawab untuk melihat dan mengevaluasi bagaimana laporan keuangan auditee apakah sudah sesuai dengan peraturan atau belum.
Artinya, auditor akan bekerja untuk melihat kesesuaian dan keandalan informasi keuangan perusahaan serta menyesuaikan dengan standar akuntansi yang berlaku.
Dengan kata lain, orang yang diaudit disebut dengan auditee. Sedangkan, orang yang melakukan proses audit adalah auditor.
FAQ Seputar Auditee
Apa itu auditee?
Auditee adalah pihak — perusahaan, instansi, atau individu — yang menjadi subjek proses audit. Auditee wajib menyediakan dan memberikan informasi yang rinci kepada auditor agar proses audit berjalan lancar.
Apa perbedaan auditee dan auditor?
Perbedaannya terletak pada posisi saat proses audit berlangsung. Auditee adalah pihak yang diaudit, sedangkan auditor adalah pihak yang melakukan audit dan bertanggung jawab mengevaluasi apakah laporan keuangan auditee sudah sesuai standar yang berlaku.
Siapa saja yang bisa menjadi auditee?
Auditee bisa berupa perusahaan, organisasi, instansi pemerintah, lembaga, individu, maupun entitas lain yang membutuhkan proses audit.
Apa saja tugas auditee dalam proses audit?
Ada tiga tugas utama: persiapan data dan keperluan administrasi sebelum audit, pemahaman proses audit yang sedang berlangsung, serta transparansi — memberikan informasi apa adanya, menjawab pertanyaan auditor, dan menyediakan akses serta fasilitas yang diperlukan.
Mengapa auditee harus transparan kepada auditor?
Karena auditor bekerja berdasarkan informasi dan data yang diberikan auditee. Transparansi membuat proses audit berjalan efektif dan efisien, sekaligus memastikan tidak ada kecurangan selama audit berlangsung.
Apakah auditee hanya bisa diaudit soal laporan keuangan?
Tidak. Selain laporan keuangan, pihak auditee juga bisa meminta auditor melakukan audit atas permasalahan internal maupun operasional perusahaan.
Nah, itulah pembahasan lengkap mengenai apa itu auditee, tugas, dan perbedaannya dengan auditor.
Pada dasarnya, auditee adalah pihak yang akan diaudit oleh seorang auditor. Contoh auditee antara lain perusahaan, lembaga, organisasi, instansi pemerintah, dan lain sebagainya.
Kendati demikian, jika Anda ingin melakukan proses audit untuk perusahaan atau instansi, tidak bisa sembarangan memilih seorang auditor.
Sebab, sekarang ini bisa saja pihak auditor akan melakukan kecurangan terhadap laporan keuangan klien-nya supaya perusahaan tersebut mendapatkan hukuman dan namanya menjadi jelek di mata investor.
Maka dari itu, tim audit dapat memakai Software Audit Internal Audithink untuk membantu perencanaan audit dan monitoring tindak lanjut.
Audithink telah digunakan oleh berbagai perusahaan, termasuk beberapa BUMN, untuk mengelola proses audit internal. Software tidak menjamin hasil audit bebas kesalahan; kualitasnya tetap bergantung pada auditor dan prosedur yang dijalankan.
Tertarik menggunakannya? Segera hubungi kami dan konsultasikan lebih lanjut kebutuhan Anda!



