Dapatkan penawaran menarik sekarang →

Vouching Audit: Fungsi, Jenis, dan Contoh Penerapannya

vouching audit

Rekomendasi Topik

Bagikan Artikel

Siap Tingkatkan Proses Audit Internal Anda?

Temukan fitur lengkap Audithink dan pilih paket harga yang cocok untuk tim audit Anda. Mulai transformasi audit sekarang!

Daftar Isi

Vouching audit adalah prosedur audit untuk memverifikasi keaslian pernyataan yang tercantum dalam buku besar, neraca percobaan, dan lain sebagainya. Prosedur ini signifikan dalam pemeriksaan laporan keuangan perusahaan, karena kecurangan sekecil apapun berpotensi merugikan perusahaan.

Dalam konteks ini, tidak hanya keuangan perusahaan saja yang dipertaruhkan. Namun juga integritas perusahaan di mata pemangku kebijakan dan pihak-pihak eksternal yang terlibat. Oleh karena itu, perusahaan harus waspada terhadap ketidakwajaran yang berkaitan dengan keuangan.

Apa Itu Vouching Audit?

Vouching audit adalah peninjauan catatan akuntansi untuk memastikan keabsahan transaksi melalui dokumen pendukung.

Vouching juga dapat diartikan sebagai teknik audit untuk menguji keberadaan, kepemilikan, penilaian serta penyajian transaksi dan saldo dalam laporan keuangan perusahaan.

Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa transaksi yang tercatat dalam catatan akuntansi tepat dan berhubungan dengan entitas perusahaan. Di samping itu, dokumen pendukung dapat diverifikasi sebagai bukti yang sah.

Fungsi Vouching pada Audit

1. Memastikan Keakuratan Laporan Keuangan

Vouching audit dilakukan untuk memastikan bahwa setiap transaksi dicatat dengan angka yang tepat. Setiap transaksi didukung oleh bukti transaksi yang berkualitas dan dapat diandalkan. Misalnya, faktur, kwitansi, catatan bank, kontrak kerja, dan lain sebagainya.

2. Mendeteksi Kecurangan

Selain itu, vouching audit juga mampu membantu perusahaan mendeteksi kecurangan dalam catatan transaksi. Seperti transaksi fiktif, mark-up nilai transaksi, dokumen pendukung palsu, pencatatan ganda, hingga manipulasi tanggal transaksi.

Dengan mengetahui kecurangan yang terjadi maupun berpotensi di masa depan, auditor dapat menyarankan perbaikan sistem pengendalian internal agar hal tersebut tidak menimbulkan kefatalan.

3. Memastikan Kepatuhan Kebijakan dan Regulasi

Auditor tidak hanya mencocokkan catatan transaksi dengan dokumen pendukung, tetapi juga kepatuhan terhadap kebijakan dan regulasi yang sudah ditetapkan sejak awal. Dengan memastikan kepatuhan ini, auditor dapat menilai bahwa semua aktivitas transaksi diotorisasi oleh pihak-pihak yang berwenang.

4. Mencapai Transparansi dan Akuntabilitas

Dalam perusahaan yang memiliki volume transaksi tinggi, penting untuk melakukan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap catatan transaksi. Hal ini menjadi fungsi vouching audit yang dilakukan oleh auditor. 

Dengan memastikan semua transaksi benar dan dapat dipertanggung jawabkan, reputasi perusahaan dapat meningkat di mata pemangku kepentingan maupun pihak eksternal perusahaan.

Jenis dan Objek Vouching dalam Audit

Ada beberapa jenis vouching yang bisa digunakan auditor ketika melakukan pemeriksaan. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan tujuan vouching yang diinginkan perusahaan.

  • Transaksi penerimaan – vouching untuk memastikan perusahaan tidak mencatat pendapatan fiktif. Auditor memeriksa bukti pendukung terkait transaksi penerimaan, seperti faktur penjualan, surat jalan atau bukti pengiriman, dan bukti pembayaran atau piutang.
  • Transaksi pengeluaran – vouching untuk memastikan tidak ada pembayaran atau biaya palsu. Auditor memeriksa bukti pendukung terkait transaksi pengeluaran, seperti invoice vendor, bukti pembayaran, kontrak, dan otorisasi internal.
  • Transaksi aset – vouching untuk memastikan keberadaan dan kepemilikan aset perusahaan. Auditor memeriksa bukti pendukung terkait aset perusahaan, seperti invoice pembelian aset, berita acara serah terima, dokumen kepemilikan, hingga pencatatan penyusutan.
  • Jurnal penyesuaian – vouching untuk memastikan pencatatan transaksi dilakukan secara wajar, beralasan, dan sesuai standar akuntansi. Auditor memeriksa dasar perhitungan, dokumen pendukung, otorisasi, kewajaran nilai, dan kesesuaian dengan standar akuntansi.

Setiap teknik vouching yang dilakukan oleh auditor melibatkan beberapa dokumen pendukung yang penting untuk diperiksa sebagai bukti catatan transaksi. Berikut beberapa objek yang dapat terlibat selama audit.

  • Kas dan bank – seperti bukti kas keluar, kas masuk, cek giro, rekening koran, dan bukti transfer. 
  • Penjualan dan piutang – seperti faktur penjualan, surat jalan, kontrak penjualan, dan bukti penerimaan kas.
  • Pembelian dan utang – seperti Purchase Order (PO), faktur pembelian, surat jalan, berita acara penerimaan barang, dan kontrak pembelian.
  • Beban operasional – seperti kwitansi, dokumen perjalanan dinas, dan bukti lembur.
  • Persediaan – seperti kartu persediaan, laporan stok, hasil stok opname, dan faktur pembelian.
  • Aset tetap – seperti faktur pembelian aset, kontrak, dokumen kepemilikan, dan perhitungan penyusutan

Cara Membuat Vouching Audit

Secara umum, penerapan vouching audit pada catatan akuntansi melalui empat tahap sebagai berikut.

1. Memilih Sampel Transaksi dari Catatan Akuntansi

Dalam melakukan audit vouching, auditor dapat memulai peninjauan dari catatan akuntansi perusahaan. Seperti buku besar, laporan keuangan, rekening koran bank, daftar gaji, dan lain sebagainya.

2. Mengumpulkan dan Meninjau Dokumen Pendukung Transaksi

Setelah itu, auditor mengumpulkan bukti pendukung transaksi yang relevan dengan jenis vouching yang dikerjakan. Bukti pendukung itu dapat berupa invoice, kontrak, PO, hingga bukti pembayaran. Bukti-bukti pendukung tersebut ditinjau keaslian dan keabsahannya untuk menghindari bukti palsu.

3. Memverifikasi Kecocokan Catatan Akuntansi dan Dokumen Pendukung 

Auditor melakukan pencocokan bukti pendukung dengan catatan akuntansi yang diperiksa. Mulai dari nilai transaksi, tanggal, pihak yang terlibat, jenis barang atau jasa yang tercantum, dan otorisasinya. Verifikasi ini dilakukan untuk memastikan keakuratan dan kewajaran transaksi.

4. Memastikan Kepatuhan Transaksi Terhadap Standar dan Kebijakan

Tahap terakhir adalah memastikan kepatuhan transaksi perusahaan terhadap standar dan kebijakan yang disepakati sejak awal. Baik kepatuhan terhadap SOP internal, standar akuntansi, ketentuan pengadaan, hingga regulasi yang berlaku.

Contoh Penerapan Vouching Audit

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam, simak contoh penerapannya pada contoh vouching penerimaan berikut ini.

Sebagai contoh, PT FGH mencatat penerimaan (pendapatan) sebesar Rp1.200.000.000 pada bulan Januari 2025. Untuk memastikan angka yang tercatat dalam catatan akuntansi akurat, perusahaan menunjuk auditor untuk melakukan audit vouching bulan Januari 2025 pada PT FGH. 

Audit vouching ini juga dilakukan untuk menghindari pendapatan fiktif dan memastikan pencatatan periode pada catatan transaksi sudah tepat.

Selanjutnya, auditor menelusuri angka penerimaan di buku besar dan mencocokkan dengan sejumlah bukti pendukung. Seperti faktur penjualan, kontrak kerja dengan klien, bukti pengiriman jasa, dan bukti penerimaan pembayaran atau piutang. 

Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa pendapatan benar terjadi, wajar, dan dapat diyakini. Dokumen pendukung telah disertakan secara lengkap dan dapat dipertanggung jawabkan.

Penutup

Vouching audit dapat menjadi jalan bagi perusahaan untuk memastikan pencatatan transaksi tepat, mendeteksi kecurangan, hingga memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan kebijakan. 

Dalam pelaksanaannya, metode ini dapat digabung dengan metode lain seperti tracing audit untuk menghasilkan audit yang komprehensif dan opini yang objektif mengenai laporan keuangan perusahaan.

Jika organisasi Anda berencana melakukan audit dan membutuhkan aplikasi yang dapat diandalkan, Audithink dapat menjadi solusi inovatif untuk manajemen audit perusahaan Anda. 

Kunjungi website Audithink dan lihat bagaimana software audit internal kami dapat mengubah cara Anda mengelola proses audit secara lebih efisien, akurat, dan terintegrasi. Hubungi kontak kami untuk konsultasi lebih lanjut.

Artikel Terkait

audit iso 9001
tracing audit
berapa lama batas audit

Cari tahu bagaimana penerapan aplikasi audit dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan secara berkelanjutan.

Konsultasi Kebutuhan Anda