Lihat Event Terbaru Audithink →

Apa Itu Audit Investigasi? Definisi, Teknik, dan Tujuannya

audit investigasi

Rekomendasi Topik

Bagikan Artikel

Siap Tingkatkan Proses Audit Internal Anda?

Temukan fitur lengkap Audithink dan pilih paket harga yang cocok untuk tim audit Anda. Mulai transformasi audit sekarang!

Audit investigasi digunakan untuk menelusuri kasus seperti penggelapan dana atau penyalahgunaan aset. Simak definisi, teknik, dan tujuannya.
Daftar Isi

Di dalam suatu perusahaan, acap kali terjadi kasus yang memerlukan audit investigasi. Seperti penggelapan dana oleh salah seorang karyawan atau internal, penyalahgunaan aset, dan lainnya. 

Audit investigasi adalah pemeriksaan mendalam untuk membuktikan ada atau tidaknya kecurangan (fraud) dalam sebuah organisasi, sekaligus menghitung kerugian yang ditimbulkannya. Berbeda dari audit rutin yang menilai kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan, audit investigasi berangkat dari satu dugaan spesifik lalu menelusurinya sampai tuntas.

Audit investigasi memungkinkan sebuah instansi dapat menjaga integritas dan transparansi bisnis, juga membantu dalam peninjauan kemungkinan penyebab kerugian finansial. 

Apa Itu Audit Investigasi? 

Audit investigasi adalah metode penyelidikan yang digunakan untuk mengungkap indikasi adanya kecurangan atau situasi yang mencurigakan dalam sebuah organisasi. 

Hal ini bertujuan untuk mengungkapkan bukti dan fakta yang mengakibatkan kerugian pada pihak terkait, baik instansi maupun perorangan. 

Sebagai bagian dalam kegiatan internal audit, bukti-bukti yang ditemukan tentu harus merujuk pada aturan hukum acara dan UU yang berlaku. 

Dari segi pemeriksaannya, audit investigasi dapat disebut sebagai fraud audit yang merupakan gabungan dari audit forensik yang memungkinkan adanya pemeriksaan pada seluruh dokumen dan bukan hanya sampling yang dipadu dengan prosedur internal kontrol yang mencakup proses identifikasi di dalam perusahaan.

Dalam proses audit ini, seorang auditor harus memiliki pengetahuan yang cukup sehingga dapat menjalankan pekerjaannya secara profesional dan optimal. 

Diantara yang perlu dikuasai adalah teknik penyamaran dan penyadapan, teknik wawancara, teknik membujuk dan mudah mengambil hati untuk mendapat informasi, mampu memahami bahasa tubuh, dan kemampuan untuk mengidentifikasi kebohongan. 

Selain kemampuan tersebut, auditor juga dapat memanfaatkan perangkat lunak CAAT (computer assisted audit tools) dalam pelaksanaan audit ini.

Audit Investigasi atau Audit Investigatif?

Keduanya merujuk pada hal yang sama. Perbedaannya hanya pada bentuk kata: investigasi adalah kata benda, sedangkan investigatif adalah kata sifat. Karena itu keduanya sama-sama sah digunakan — “audit investigasi” berarti audit yang berupa penyelidikan, sedangkan “audit investigatif” berarti audit yang bersifat menyelidik.

Dalam praktik di Indonesia, istilah audit investigatif lebih sering dipakai di lingkungan pemeriksa negara seperti BPK dan BPKP, sementara audit investigasi lebih umum digunakan di sektor swasta dan audit internal perusahaan. Padanan bahasa Inggrisnya adalah investigative audit, yang dalam banyak literatur dipertukarkan dengan fraud audit.

Siapa yang Melakukan Audit Investigasi?

Pelaksananya berbeda tergantung siapa yang dirugikan. Di sektor publik, audit investigatif dijalankan oleh BPK untuk menghitung kerugian negara, oleh BPKP atas permintaan aparat penegak hukum, serta oleh APIP seperti inspektorat daerah dan inspektorat kementerian untuk dugaan penyimpangan di lingkungannya sendiri.

Di sektor swasta, audit investigasi umumnya dijalankan oleh tim audit internal perusahaan — lihat ruang lingkup audit internal untuk batas kewenangannya — kantor akuntan publik, atau akuntan forensik bersertifikat seperti CFE (Certified Fraud Examiner). Semakin besar kemungkinan perkara berlanjut ke ranah hukum, semakin penting pelaksananya independen dari pihak yang diperiksa.

Perbedaan Audit Investigasi dan Audit Biasa

Banyak orang menyamakan audit investigasi dengan audit laporan keuangan biasa. Padahal titik berangkat, luas pemeriksaan, dan hasil akhirnya berbeda jauh:

AspekAudit biasa (laporan keuangan)Audit investigasi
PemicuTerjadwal, rutin tiap periodeAda dugaan atau laporan kecurangan
TujuanMenilai kewajaran laporan keuanganMembuktikan ada atau tidaknya fraud dan menghitung kerugian
Cakupan buktiSampling atas populasi transaksiSeluruh dokumen terkait dugaan, tanpa sampling
Standar acuanStandar audit (SA)Standar audit ditambah aturan hukum acara
Hasil akhirOpini auditLaporan hasil investigasi yang dapat menjadi alat bukti

Konsekuensinya, hasil audit investigasi harus mampu bertahan bila diuji di persidangan. Karena itu kertas kerja audit dan penyimpanan bukti dalam audit investigasi dijaga jauh lebih ketat dibanding audit rutin.

Teknik Audit Investigasi 

Ilustrasi proses audit investigasi
Ilustrasi Audit Investigasi (Sumber: Pexels)

Selain menjaga reputasi perusahaan, audit ini juga digunakan untuk memastikan kepatuhannya terhadap hukum. Dalam menjalankan proses dengan maksimal, audit investigasi umumnya melewati prosedur penyelidikan, konfirmasi, observasi, dan lainnya. 

Berikut adalah beberapa teknik audit investigasi beserta penjelasannya:

1. Permintaan Informasi dan Konfirmasi 

Penyelidikan formal dan informal oleh auditor kepada auditee dan pihak-pihak lainnya ini secara umum dilakukan untuk menghimpun bukti secara lisan dan tulisan. 

Selain itu, langkah konfirmasi kepada pihak-pihak lain ini juga memungkinkan auditor untuk menguatkan kebenaran dan kesalahan informasi yang didapatkan mengenai transaksi suatu instansi.

Sejumlah pihak ketiga yang dimintai keterangan tentu memiliki kepentingan dalam proses audit ini, seperti pemasok, pelanggan, dan lainnya, karena pengakuannya dapat memperkuat data yang ada. 

Dan informasi tersebut juga dapat dikuatkan oleh pihak ketiga atau sumber eksternal lainnya, sehingga informasi yang didapat tentu akan lebih kredibel.

2. Pemeriksaan dan Pengamatan Fisik 

Dalam hal ini, auditor akan menyamakan pandang terhadap pemeriksaan proses secara langsung dan pengamatan fisik dengan mempergunakan seluruh inderanya untuk menerima informasi. 

Pengamatan fisik dilakukan dengan memeriksa uang tunai, properti, dokumen penting, dan materi berwujud lainnya untuk dijadikan sebagai bukti. 

Hal tersebut memungkinkan auditor mengidentifikasi kemungkinan adanya kecurangan atau penyalahgunaan yang dilakukan juga memastikan apakah aset mengalami penurunan nilai guna, kerusakan, atau lainnya. 

Pengamatan ini sendiri menjadi prosedur yang digunakan untuk memastikan setiap aspek bisnis, mulai dari mekanisme aktivitas internal dan bagaimana proses tersebut mempengaruhi jalannya bisnis. 

3. Analytical Review 

Ilustrasi teknik analytical review dalam audit investigasi
Ilustrasi Proses Audit Investigasi (Sumber: Pexels)

Merupakan metode yang digunakan auditor dalam meninjau data dari kemungkinan adanya ketidaksesuaian. Hal ini tentu diawali dengan memahami gambaran yang telah diperoleh dari proses audit

Kesimpulan wajar ini akan didapat setelah melakukan analisis berdasarkan perbandingan benchmark seperti adanya kesalahan laporan atau kesalahan dalam merumuskan fraud

Perbandingan tersebut ditinjau dengan menelusuri keterkaitan satu data dengan data yang lain, baik dari data keuangan maupun data non keuangan. 

4. Pemeriksaan Dokumen Kembali 

Dalam hal ini, audit investigasi akan mencakup keseluruhan dokumen, mulai dari dokumen fisik hingga dokumen yang disimpan dengan mengandalkan teknologi. 

Karena itulah pemeriksaan dokumen juga mengandalkan komputer forensik dalam penerapannya, sehingga informasi yang diolah dan disimpan dalam perangkat dapat diamati secara optimal. 

Pemeriksaan dokumen dilakukan dengan proses vouching dan tracing dalam mengumpulkan dan memeriksa transaksi melalui data tertulis.

Vouching merupakan pemeriksaan terhadap rincian dokumen untuk membuktikan kebenaran catatan transaksi secara manual. Sedangkan tracing merupakan pemeriksaan transaksi terhadap koneksi dokumen terkait dengan sumber. 

5. Perhitungan Ulang dan Reperformance

Proses audit dalam pengecekan ulang memungkinkan auditor untuk melakukan perhitungan ulang dan perbandingan terhadap laporan keuangan awal perusahaan. 

Dari langkah tersebut auditor dapat meninjau data tersebut dan dapat segera diidentifikasi ketika ditemukan ketidaksesuaian di dalamnya. 

Adapun reperformance dilakukan oleh auditor eksternal yang berpengalaman. Dalam hal ini, prosedur audit yang telah dilaksanakan oleh perusahaan akan kembali ditinjau oleh auditor independen tersebut. 

Auditor akan menghimpun bukti dengan berbagai teknik untuk menguatkan hasil dari audit investigasi yang dilakukan guna mengidentifikasi kesalahan yang mungkin terjadi. 

6. Net Worth Method 

Merupakan teknik pemeriksaan untuk memverifikasi kebenaran adanya kemungkinan penghasilan tidak sah dan tidak sesuai dengan hukum. Logikanya sederhana: bila pertambahan kekayaan seseorang jauh melampaui penghasilan sahnya pada periode yang sama, selisih itulah yang patut ditelusuri asal-usulnya. 

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengidentifikasi hasil pajak yang dilaporkan dan dibayarkan pada setiap tahunnya, seperti pada sebuah laporan harta kekayaan pejabat yang mencakup aset, penghasilan, sumber finansial, dan lainnya. 

Dalam hal tersebut, auditor dapat meninjau bila ditemukan perkembangan keuangan yang tidak sesuai dengan hukum. Karena itulah, pihak yang diperiksa perlu membuktikan keabsahan kekayaannya dan auditor akan mengidentifikasi kebenarannya.  

7. Follow The Money 

Teknik ini memungkinkan auditor mengidentifikasi kemungkinan pelaku kecurangan dengan cara mengikuti arus uang berasal hingga akhir arus itu berhenti. 

Dengan begitu secara bertahap auditor dapat mengetahui dimana posisi terakhir dana tersebut berada. Hal ini tentu akan efektif menghindarkan siklus audit dari pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Tujuan Audit Investigasi 

tujuan audit investigasi untuk mengungkap fraud dalam perusahaan
Identifikasi Penyimpangan dalam Perusahaan (Sumber: Pexels)

Keberadaan audit investigasi sangat penting dalam mengidentifikasi pelanggaran etika, fraud, penyalahgunaan dana, pelanggaran hukum, dan situasi lain yang merugikan perusahaan. 

Namun, apa itu tujuan audit investigasi juga dijelaskan dalam poin-poin berikut ini: 

  • Menghindari kerugian finansial, yang memungkinkan perusahaan mengungkap penyimpangan yang mungkin terjadi dengan mengidentifikasinya lebih awal. 
  • Menjaga reputasi instansi, dengan memberlakukan transparansi pada penyelesaian masalah yang dapat mengurangi potensi tercorengnya nama baik dan kepercayaan dapat tetap terjaga.
  • Menghindari kecurangan, yang memungkinkan adanya penyelidikan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian dalam internal perusahaan yang merugikan.
  • Memastikan kepatuhan hukum, yang membuat perusahaan dapat mengambil tindakan untuk menjalankan bisnis sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku.

Contoh Audit Investigasi 

Dilansir dari BPK Provinsi Bengkulu pada kasus korupsi RSUD Mukomuko, dikatakan bahwa untuk mengungkap kasus, seorang pengamat Hukum Pidana Ari Elcaputera SH, MH akan meminta lembaga terkait menggunakan audit investigasi dalam menghitung kerugian negara. 

Dalam proses audit kasus yang dilakukan dalam rentang waktu yang lama, audit investigasi ini melewati proses pemeriksaan dokumen dan penyelidikan kepada pihak saksi yang cukup banyak jumlahnya. 

Sehingga diharapkan dalam pengungkapan kasus tersebut akan dilakukan audit investigasi dengan tiga item, sehingga memungkinkan adanya transparansi pada setiap aspeknya.

Diantara saksi yang dimintai keterangan adalah pimpinan RSUD, bendahara uang masuk dan bendahara uang keluar, pimpinan pemasok pengeluaran, pimpinan pemasok obat, dan pimpinan BPJS yang juga berada di dalam dokumen laporan keuangan. 

Dokumen yang ditinjau antara lain adalah dokumen pertanggungjawaban keuangan RSUD yang diikuti juga dengan penyelidikan permintaan informasi dan konfirmasi dari berbagai pihak.

Karena dugaan kasus korupsi pada RSUD ini terjadi pada 2015-2021 ini, maka proses investigasinya juga memakan waktu yang panjang. 

Penyelidikan terhadap kasus ini mencakup setiap aspek uang itu digunakan, baik untuk pengadaan obat, keperluan hutang, dan lainnya yang telah tertera dalam dokumen yang tengah diperiksa. 

Setelah pemeriksaan saksi dan peninjauan dokumen selesai, barulah Kejaksaan Negeri akan meminta lembaga yang bertugas untuk menghitung kerugian negara dari kasus ini dengan sistem audit investigasi. 

FAQ Seputar Audit Investigasi

Apa itu audit investigasi?

Audit investigasi adalah metode penyelidikan untuk mengungkap indikasi kecurangan atau situasi mencurigakan dalam sebuah organisasi. Tujuannya menemukan bukti dan fakta atas kerugian yang dialami pihak terkait, dengan bukti yang harus merujuk pada aturan hukum acara dan undang-undang yang berlaku.

Apa bedanya audit investigasi dan audit investigatif?

Tidak ada perbedaan makna — keduanya istilah untuk hal yang sama, hanya berbeda bentuk kata. Investigasi adalah kata benda, investigatif kata sifat. Istilah “audit investigatif” lebih lazim dipakai BPK, BPKP, dan inspektorat, sedangkan “audit investigasi” lebih umum di sektor swasta. Padanan Inggrisnya investigative audit.

Apa bedanya audit investigasi dengan audit biasa?

Audit biasa berjalan rutin dan menilai kewajaran laporan keuangan lewat sampling, hasilnya berupa opini audit. Audit investigasi baru dijalankan ketika ada dugaan kecurangan, memeriksa seluruh dokumen terkait tanpa sampling, dan hasilnya berupa laporan investigasi yang dapat menjadi alat bukti hukum.

Siapa yang berwenang melakukan audit investigasi?

Di sektor publik: BPK untuk menghitung kerugian negara, BPKP atas permintaan aparat penegak hukum, serta APIP seperti inspektorat daerah dan inspektorat kementerian. Di sektor swasta: tim audit internal, kantor akuntan publik, atau akuntan forensik bersertifikat seperti CFE (Certified Fraud Examiner).

Apa tujuan audit investigasi?

Empat tujuan: menghindari kerugian finansial dengan mengidentifikasi penyimpangan lebih awal, menjaga reputasi instansi lewat transparansi penyelesaian masalah, mencegah kecurangan di internal perusahaan, serta memastikan kepatuhan terhadap hukum dan undang-undang yang berlaku.

Apa saja teknik audit investigasi?

Tujuh teknik: permintaan informasi dan konfirmasi, pemeriksaan serta pengamatan fisik, analytical review, pemeriksaan dokumen kembali, perhitungan ulang dan reperformance, net worth method, serta follow the money untuk mengikuti arus dana hingga posisi terakhirnya.

Apa bedanya vouching dan tracing?

Vouching adalah pemeriksaan terhadap rincian dokumen untuk membuktikan kebenaran catatan transaksi secara manual. Tracing adalah pemeriksaan transaksi terhadap koneksi dokumen terkait dengan sumbernya. Keduanya dipakai saat pemeriksaan dokumen kembali.

Kemampuan apa yang harus dimiliki auditor investigasi?

Teknik penyamaran dan penyadapan, teknik wawancara, kemampuan membujuk untuk memperoleh informasi, kemampuan memahami bahasa tubuh, serta kecakapan mengidentifikasi kebohongan. Auditor juga dapat memanfaatkan perangkat lunak CAAT (computer assisted audit tools).

Apa hubungan audit investigasi dengan fraud audit dan audit forensik?

Dari segi pemeriksaannya, audit investigasi dapat disebut fraud audit — gabungan dari audit forensik yang memeriksa seluruh dokumen, bukan sekadar sampling, dipadukan dengan prosedur pengendalian internal yang mencakup proses identifikasi di dalam perusahaan.

Kesimpulan 

Demikian adalah penjelasan mengenai audit investigasi yang perlu diketahui. Proses ini memungkinkan perusahaan untuk memitigasi potensi kecurangan yang terjadi. 

Namun, dalam menjalankannya tentu instansi memerlukan auditor yang memang menguasai bidang ini secara luas, sehingga hasil yang didapatkan juga maksimal. 

Audithink merupakan perusahaan yang dapat membantu Anda dalam mengatasi hal tersebut. Kami telah dipercaya oleh banyak instansi dengan cakupan lintas industri dalam membantu proses audit. 

Jika Anda tertarik dengan layanan kami dalam membantu proses manajemen audit internal perusahaan Anda, silakan menghubungi kontak kami!

Cari tahu bagaimana penerapan aplikasi audit dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan secara berkelanjutan.

Konsultasi Kebutuhan Anda

Artikel Terkait

Audit Internal Perbankan
contoh gcg dalam perusahaan
Peran PIC dalam Continuous Control Monitoring