Dapatkan penawaran menarik sekarang →

18 Teknik Audit untuk Pemeriksaan yang Sistematis dan Terstruktur

teknik audit

Rekomendasi Topik

Bagikan Artikel

Siap Tingkatkan Proses Audit Internal Anda?

Temukan fitur lengkap Audithink dan pilih paket harga yang cocok untuk tim audit Anda. Mulai transformasi audit sekarang!

Daftar Isi

Era digital yang menawarkan kecepatan dan kemudahan akses, tidak hanya memberikan kepraktisan tetapi juga membuka ruang kesalahan, kecurangan, dan penyimpangan. Dalam kondisi inilah perusahaan memerlukan audit dan perlu menerapkan teknik audit yang relevan.

Teknik audit menjadi kunci bagi auditor untuk mendapatkan bukti audit. Sementara bukti audit dapat memberikan jalan bagi auditor untuk melihat pelaksanaan aktual dan standar operasional. 

Apa Itu Teknik Audit?

Teknik audit merujuk pada serangkaian metode yang diterapkan auditor pada saat melakukan audit. Teknik audit adalah cara-cara yang digunakan auditor untuk mendapatkan bukti dan membandingkan keadaan yang sebenarnya dengan keadaan yang seharusnya. Baik melalui wawancara, review dokumen, kuesioner, analisis data, maupun observasi fisik.

Tujuan Penggunaan Teknik Audit

  • Memperoleh bukti audit, baik bukti terkait keadaan yang sebenarnya dan seharusnya.
  • Membandingkan keadaan yang sebenarnya dan seharusnya dari bukti yang diperoleh.
  • Menjamin kepatuhan organisasi terhadap standar akuntansi, aturan, dan hukum yang berlaku.
  • Mendeteksi kesalahan dan fraud.
  • Meningkatkan kinerja organisasi.

18 Teknik Audit yang Perlu Diketahui

1. Analisis 

Teknik analisis adalah teknik audit yang dilakukan dengan memecah atau mengurai data menjadi bagian-bagian lebih kecil. Dengan menguraikannya menjadi unsur-unsur lebih kecil, auditor dapat memetakan dan mengetahui pola hubungan yang tersembunyi. 

Misalnya, auditor ingin menilai kewajaran, tren, dan potensi penyimpangan pada data keuangan suatu organisasi. Teknik audit yang digunakan adalah analisis perbandingan dan rasio. Perbandingan yang dilakukan berfokus pada data antar periode dan antar unit untuk mengidentifikasi fluktuasi yang tidak wajar.

2. Observasi atau Pengamatan

Observasi atau pengamatan adalah teknik pengamatan objek audit secara berhati-hati, ilmiah, dan kontinu. Teknik ini dilakukan dalam kurun waktu tertentu untuk membuktikan suatu masalah atau keadaan. 

Contoh implementasi teknik observasi pada audit adalah ketika auditor ingin memastikan suatu prosedur dijalan dengan benar dan sesuai kebijakan. Observasi dilakukan secara langsung dengan mengamati proses kerja tanpa intervensi. Mulai dari proses produksi, absensi, hingga penggajian.

3. Permintaan Informasi (Inquiry)

Teknik permintaan informasi merupakan teknik audit dengan menggali informasi dari pihak-pihak kompeten secara lisan maupun tertulis. Misalnya, pegawai, pejabat, spesialis, atau profesional dari bidang keilmuan tertentu. 

Teknik ini dapat digunakan ketika auditor ingin memperoleh pemahaman awal atau klarifikasi atas suatu kondisi. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui wawancara atau tanya jawab. Auditor mengajukan pertanyaan kepada manajemen atau staf terkait proses, kebijakan, atau transaksi tertentu.

4. Evaluasi 

Teknik evaluasi adalah cara untuk memperoleh penilaian dengan mencari pola hubungan atau menghubungkan informasi yang diperoleh. Teknik ini dapat diaplikasikan ketika auditor ingin menilai efektivitas dan kecukupan sistem atau pengendalian.

Evaluasi yang diterapkan adalah dengan menilai kebijakan dan prosedur. Auditor menilai apakah sistem pengendalian internal sudah dirancang dan diterapkan secara memadai atau tidak. 

5. Investigasi 

Teknik audit investigasi merupakan cara auditor mengidentifikasi permasalahan secara intensif. Cara ini diterapkan melalui penjabaran, penguraian, dan penelitian secara mendalam. Teknik ini menjadi langkah pendalaman ketika ada indikasi yang terverifikasi.

Misalnya, dalam suatu organisasi auditor ingin mengungkap indikasi kecurangan atau pelanggaran. Auditor melakukan pemeriksaan mendalam dan penelusuran khusus terhadap transaksi, pihak terkait, dan pola tertentu yang dianggap mencurigakan. 

6. Verifikasi

Verifikasi adalah teknik pengujian secara rinci dan teliti mengenai kebenaran, ketelitian perhitungan, kesahihan, pembukuan, hingga eksistensi suatu dokumen.

Sebagai contoh, ketika auditor ingin memastikan keabsahan dan keakuratan data suatu organisasi. Maka, pencocokan dilakukan terhadap catatan akuntansi dan dokumen pendukung. Seperti faktur, kontrak, dan bukti pembayaran.

7. Cek

Teknik lain yang dapat dilakukan pada proses audit adalah teknik cek atau pemeriksaan. Teknik ini dilakukan untuk menguji kebenaran atau keberadaan sesuatu dengan teliti.

Misalnya, auditor ingin memastikan kelengkapan dan kepatuhan dokumen. Maka, pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan administratif. Auditor mengecek apakah seluruh dokumen pendukung tersedia dan telah disetujui sesuai prosedur atau tidak.

8. Uji atau Test

Teknik uji adalah teknik audit melalui penelitian mendalam terhadap hal-hal yang penting. Contohnya, auditor hendak menguji efektivitas pengendalian dan kebenaran pencatatan. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian sampel transaksi untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar dan kebijakan.

9. Footing 

Teknik footing menjadi teknik yang biasa dilakukan terhadap dokumen keuangan. Teknik ini menguji ketepatan penjumlahan subtotal dan total secara vertikal. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah data maupun laporan auditee dapat diyakini ketepatan perhitungannya.

Contohnya, ketika auditor ingin memastikan akurasi perhitungan. Maka, pengujian ini dilakukan dengan menghitung ulang secara vertikal. Auditor menjumlahkan ulang angka dalam kolom laporan atau jurnal.

10. Cross Footing

Mirip dengan teknik footing, teknik cross footing adalah pengujian yang dilakukan secara horizontal atau perhitungan silang untuk memastikan kebenaran penjumlahan subtotal dan total laporan. 

Misalnya, auditor ingin memastikan konsistensi perhitungan sebuah laporan keuangan. Perhitungan yang dilakukan adalah perhitungan silang dengan mencocokkan total horizontal dengan total vertikal dalam laporan.

11. Vouching 

Vouching merupakan teknik penelusuran informasi atau data dari catatan akuntansi ke dokumen sumber atau bukti pendukung. Teknik ini sebatas mengecek keberadaan bukti tanpa meneliti isi substantifnya. 

Contohnya, auditor ingin membuktikan keberadaan dan validitas transaksi. Maka, auditor menelusuri transaksi dari jurnal atau buku besar ke bukti pendukung.

12. Trasir (Tracing)

Trasir atau telusur adalah kebalikan dari vouching. Teknik ini dilakukan dengan menelusuri bukti transaksi ke penyajian informasi dalam dokumen. 

Contohnya, ketika auditor ingin memastikan kelengkapan pencatatan transaksi. Untuk mencapai hal itu, auditor melakukan penelusuran dari dokumen sumber ke jurnal dan laporan keuangan.

13. Scanning

Scanning merupakan pemeriksaan secara cepat dan teliti untuk menemukan hal-hal yang tidak lazim atas suatu informasi atau data. Misalnya, ketika auditor ingin mengidentifikasi pola atau transaksi tidak wajar. Maka, auditor melakukan scanning dengan memindai daftar transaksi. Hal ini bertujuan untuk menemukan angka ekstrem atau pola abnormal.

14. Rekonsiliasi 

Rekonsiliasi adalah pencocokan dua data yang terpisah terhadap data yang sama, tetapi dikerjakan oleh dua unit berbeda. Tujuannya untuk memperoleh jumlah yang sesuai kondisi tertentu.

Contohnya, auditor hendak memastikan kesesuaian antar catatan. Maka, sumber data yang dicocokkan adalah catatan internal dan data eksternal, seperti laporan bank.

15. Konfirmasi 

Konfirmasi adalah cara memperoleh bukti atau informasi dari pihak di luar auditee. Konfirmasi dapat dilakukan melalui lisan (wawancara) maupun tertulis (mengirim surat konfirmasi). Teknik konfirmasi dibagi menjadi dua, yakni konfirmasi positif dan konfirmasi negatif.

Konfirmasi positif adalah konfirmasi yang harus dijawab. Sementara konfirmasi negatif adalah konfirmasi yang meminta jawaban apabila data yang dikonfirmasi berbeda dan tidak perlu dijawab apabila data yang dikonfirmasi sama dengan data yang bersangkutan.

Teknik konfirmasi dapat diimplementasikan ketika auditor ingin memverifikasi data kepada pihak independen. Auditor melakukan konfirmasi tertulis dengan mengirim surat ke pihak ketiga, seperti pelanggan, vendor, dan bank.

16. Pembandingan 

Pembandingan merupakan teknik audit dengan membandingkan data antar unit kerja atau antar periode dan menarik kesimpulan setelahnya. Sebagai contoh, ketika auditor ingin mengidentifikasi penyimpangan kinerja atau biaya dalam organisasi. Maka, auditor membandingkan rencana anggaran dengan realisasi untuk mendeteksi selisih signifikan.

17. Inventarisasi atau Opname

Inventaris adalah pemeriksaan terhadap barang-barang fisik. Seperti, menilai kondisi barang, membandingkan saldo dan buku administrasi, dan mencari sebab terjadinya perbedaan. Hasil pemeriksaan ini akan dituangkan dalam Berita Acara (BA). 

Contohnya, auditor ingin memastikan keberadaan fisik aset organisasi. Maka, auditor melakukan perhitungan aset dan mencocokkannya dengan catatan.

18. Inspeksi 

Inspeksi merupakan teknik audit dengan memeriksa secara langsung ke tempat kejadian. Umumnya, inspeksi dilakukan secara mendadak, sehingga auditor dapat mengetahui keadaan sebenarnya.

Misalnya, auditor ingin memastikan keberadaan dan kondisi bukti. Maka, auditor melakukan pemeriksaan fisik terhadap dokumen, aset, dan fasilitas secara langsung.

Penutup

Teknik audit bukan sekadar langkah penting bagi auditor untuk mengumpulkan bukti relevan dan teruji. Namun bagian dari aspek krusial yang mampu menguji kebenaran, keandalan informasi, kepatuhan terhadap regulasi, mendeteksi kesalahan dan kecurangan, serta mendukung opini dan kesimpulan audit.

Dengan melakukan audit secara berkala, perusahaan dapat meningkatkan keandalan laporan keuangannya, mendeteksi fraud, dan meningkatkan kredibilitas organisasi.

Untuk mendapatkan hasil audit yang andal dan terpercaya, organisasi tidak membutuhkan auditor profesional, tetapi juga alat yang mampu mendukung perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan audit secara sistematis.

Dalam konteks ini, Audithink menyediakan aplikasi audit terbaik sebagai solusi inovatif untuk mempermudah manajemen audit perusahaan Anda. Software yang didukung oleh fitur monitoring, sehingga proses audit dapat dimonitor secara real-time. Hubungi tim Audithink untuk konsultasi atau jadwalkan demo gratis sekarang untuk mengetahui ketangguhan sistem kami.

Artikel Terkait

audit pengadaan barang dan jasa
rekomendasi aplikasi audit untuk perusahaan
audit perusahaan

Cari tahu bagaimana penerapan aplikasi audit dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan secara berkelanjutan.

Konsultasi Kebutuhan Anda