Audit perusahaan adalah pemeriksaan independen dan objektif atas kegiatan, laporan, atau sistem perusahaan. Pelakunya bisa auditor internal, akuntan publik di kantor akuntan publik (KAP), atau otoritas pajak, tergantung tujuannya.
Audit laporan keuangan oleh akuntan publik bertujuan meningkatkan keyakinan pengguna laporan keuangan lewat opini tentang kewajaran penyajiannya. Keyakinan itu bersifat memadai, bukan mutlak. Audit internal bertujuan membantu perusahaan memperbaiki tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian. Hasil proses audit dipakai manajemen, direksi, dewan komisaris, pemegang saham, atau regulator untuk memperbaiki proses dan mengambil keputusan.
Apa Itu Audit Perusahaan?
Audit dapat menjadi salah satu cara untuk melihat kondisi keuangan suatu perusahaan. Sebab dalam proses audit, seorang auditor melakukan pemeriksaan, pencocokan, dan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan.
Dalam audit laporan keuangan, auditor menyatakan opini apakah laporan keuangan disusun, dalam semua hal yang material, sesuai kerangka pelaporan keuangan yang berlaku. Dalam audit internal, auditor memberikan keyakinan dan konsultasi untuk meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan tata kelola.
Jadi, audit perusahaan adalah proses pengumpulan data dan evaluasi oleh pihak independen terhadap kegiatan ekonomi organisasi atau perusahaan. Independen di sini berarti objektif dan bebas dari pengaruh pihak yang diperiksa. Auditor internal independen secara posisi dalam organisasi, sedangkan auditor eksternal independen sebagai pihak luar.
Siapa yang Melakukan Audit Perusahaan?
Audit perusahaan dilakukan oleh tiga kelompok, bergantung tujuan auditnya.
| Pelaku | Fokus | Dasar |
|---|---|---|
| Auditor internal (karyawan unit audit internal, penyedia jasa eksternal, atau keduanya) | Efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan tata kelola; efisiensi operasi | POJK 56/POJK.04/2015 dan Standar Global Audit Internal 2024 |
| Akuntan publik di KAP | Opini atas kewajaran laporan keuangan | UU 5/2011 Pasal 3 dan SA 200 |
| Otoritas pajak (DJP) | Kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan | Pasal 25 dan 29 ayat (1) UU KUP |
Jasa asurans seperti audit atas informasi keuangan historis hanya dapat diberikan oleh akuntan publik berizin. Pelajari lebih lanjut di audit eksternal, profesi auditor eksternal, audit pajak, dan perbedaan audit internal dan eksternal.
Apa Saja Bagian Audit dalam Perusahaan?
Unit audit internal memeriksa berbagai bidang. Menurut POJK 56/POJK.04/2015, tugas unit audit internal pada emiten dan perusahaan publik mencakup pemeriksaan dan penilaian efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi, dan kegiatan lainnya. Contoh bidang yang sering dibahas terpisah:
- Audit teknologi informasi: mengevaluasi sistem dan infrastruktur Teknologi Informasi (TI) perusahaan.
- Audit operasional: mengevaluasi apakah operasi bisnis perusahaan berjalan sesuai dengan kebijakan dan prosedur.
- Audit kinerja: menilai efektivitas dan efisiensi perusahaan.
Apa Saja Jenis-Jenis Audit dalam Perusahaan?
Berikut jenis audit yang umum ditemui dalam perusahaan. Pembahasan lengkap tiap jenis ada di jenis-jenis audit.
1. Audit Internal
Internal audit adalah kegiatan pemberian keyakinan dan konsultasi yang independen dan objektif untuk meningkatkan nilai dan memperbaiki operasional perusahaan. Pelakunya auditor yang dipekerjakan perusahaan, penyedia jasa eksternal, atau keduanya.
Auditor internal mengevaluasi efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan tata kelola, dan dapat melakukan pemeriksaan khusus bila ada indikasi kecurangan, misalnya lewat fraud investigation.
Laporan hasil audit disampaikan kepada pimpinan perusahaan dan dewan pengawas (pada emiten dan perusahaan publik: direktur utama dan Dewan Komisaris). Hasilnya dapat digunakan untuk membuat perubahan atau mengambil keputusan terkait sistem atau manajemen perusahaan.
2. Audit Eksternal
Audit eksternal adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor eksternal atau pihak luar perusahaan. Untuk laporan keuangan, pelakunya akuntan publik berizin yang bekerja melalui KAP.
Auditor menyatakan opini atas kewajaran laporan keuangan. Kepatuhan terhadap peraturan dipertimbangkan sejauh berdampak pada laporan keuangan; pemeriksaan kepatuhan secara khusus adalah penugasan terpisah, yaitu audit kepatuhan. Audit internal dan eksternal saling melengkapi karena tujuannya berbeda. Sebagian perusahaan wajib memiliki keduanya.
3. Pemeriksaan Pajak
Di Indonesia, pemeriksaan pajak dilakukan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menguji kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Kewenangannya ditegaskan dalam Pasal 25 dan Pasal 29 ayat (1) UU KUP. Pelajari lebih lanjut di audit pajak.
Hal-hal yang diperiksa berkaitan dengan kepatuhan terhadap pembayaran pajak, utang pajak, atau denda tambahan kepada pemerintah. Istilah Internal Revenue Service (IRS) merujuk pada otoritas pajak Amerika Serikat dan tidak berlaku bagi perusahaan di Indonesia.
4. Audit Forensik
Audit forensik adalah pemeriksaan yang digunakan ketika ada dugaan kecurangan, misalnya penyalahgunaan aset atau manipulasi catatan, untuk mengumpulkan dan menganalisis bukti.
Bagaimana hasilnya dipakai dalam proses hukum mengikuti ketentuan yang berlaku dan berada di luar cakupan artikel ini.
5. Audit Sistem Informasi
Audit sistem informasi adalah pemeriksaan terhadap sistem informasi, infrastruktur, dan pengelolaan risikonya. Pemeriksaan dilakukan untuk menilai keamanan sistem, integritas data, efektivitas sistem, serta kepatuhan terhadap regulasi dan kebijakan.
6. Audit Sosial dan Lingkungan
Audit sosial dan lingkungan menilai dampak kegiatan perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan. Pelajari audit lingkungan untuk uraian yang lebih rinci.
Apa Manfaat Audit Internal Bagi Perusahaan?
Audit internal membantu perusahaan menilai tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian, lalu memberi saran perbaikan kepada semua tingkat manajemen (POJK 56/POJK.04/2015 Pasal 7 huruf d). Manfaatnya antara lain:
- Meningkatkan pengendalian internal: auditor merekomendasikan hal-hal yang perlu ditingkatkan pada operasional perusahaan, sehingga dapat berjalan aman, efektif, dan sesuai aturan.
- Mengoptimalkan efisiensi operasional: auditor memberikan laporan terkait hal-hal yang sudah sesuai dan perlu perbaikan, sehingga setiap proses yang tidak efisien atau redundan bisa diperbaiki.
- Meminimalkan risiko: auditor dapat mengidentifikasi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan perusahaan sebagai langkah pencegahan.
- Meningkatkan kepatuhan hukum: auditor membantu menilai apakah operasional perusahaan telah mematuhi peraturan dan kebijakan yang berlaku.
Audit eksternal memberi manfaat berbeda: meningkatkan keyakinan pengguna laporan keuangan terhadap kewajaran laporan.
Apa Saja Contoh Audit Internal Perusahaan?
Untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai audit perusahaan, berikut beberapa contohnya.
- Audit keuangan internal: bertujuan menilai apakah catatan dan laporan keuangan akurat dan bebas dari penyimpangan. Hal-hal yang ditinjau terkait pencatatan transaksi, laporan keuangan, rekonsiliasi kas dan bank, pengeluaran dan pemasukan, hingga kepatuhan perusahaan terhadap standar akuntansi.
- Audit operasional: bertujuan meningkatkan kinerja operasional. Hal-hal yang diperiksa meliputi proses produksi, manajemen gudang, pengelolaan persediaan, hingga proses penjualan dan distribusi.
- Audit Sumber Daya Manusia (SDM): bertujuan menilai apakah praktik Human Resources (HR) sesuai regulasi dan kebijakan. Hal-hal yang diperiksa terkait kepatuhan kebijakan HR, proses rekrutmen, catatan kehadiran dan absensi, hingga penilaian kinerja karyawan.
Bagaimana Memilih Kantor Akuntan Publik (KAP) di Indonesia?
Audit laporan keuangan hanya dapat dilakukan akuntan publik berizin yang bekerja melalui KAP. Karena nama dan status KAP bisa berubah, artikel ini tidak merekomendasikan firma tertentu. Berikut cara memeriksa dan memilih KAP berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Apa Itu KAP dan Siapa yang Memberi Izinnya?
KAP adalah badan usaha yang mendapat izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan UU 5/2011. Akuntan publik yang menandatangani laporan juga harus berizin, izin itu berlaku 5 tahun dan dapat diperpanjang, dan akuntan publik wajib memberikan jasanya melalui KAP. KAP wajib memakai nama rekannya. KAP yang bekerja sama dengan firma internasional dapat mencantumkan nama jaringan itu setelah mendapat persetujuan Menteri, sehingga nama merek jaringan tidak selalu sama dengan nama KAP berizin.
Bagaimana Memeriksa Izin KAP dan Akuntan Publik?
- Cocokkan nama KAP dan akuntan publik dengan Direktori KAP dan AP yang disusun IAPI bersama unit pembina profesi keuangan Kementerian Keuangan (edisi 2026, data hingga 6 Februari 2026).
- Periksa juga situs resmi Kementerian Keuangan melalui unit pembina profesi keuangan. Nama dan organisasi unit ini berubah sejak 2025, jadi gunakan direktori IAPI sebagai pintu utama dan cek ulang bila tautan berubah.
- Untuk bank, lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik, pastikan akuntan publik dan KAP terdaftar dan aktif di OJK sesuai POJK 9/2023. Direktori IAPI memuat daftar KAP terdaftar di OJK.
- Setelah laporan terbit, pindai kode QR pada Laporan Auditor Independen, pastikan tautannya mengarah ke pelita-api.kemenkeu.go.id, lalu cocokkan nama KAP, nama klien, periode, nomor dan tanggal laporan, akuntan publik penanggung jawab, dan opini. Caranya diatur dalam SE-4/PPPK/2024.
Apa Saja Kriteria Memilih KAP?
| Kriteria | Yang diperiksa | Dasar |
|---|---|---|
| Legalitas | Izin akuntan publik (berlaku 5 tahun) dan izin usaha KAP; nama tercantum di direktori | UU 5/2011 Pasal 5, 6, dan 18 |
| Independensi | Tidak ada kepentingan keuangan atau hubungan keluarga dengan manajemen kunci; pemberian jasa asurans dan jasa lain pada periode atau tahun buku yang sama termasuk contoh benturan kepentingan | UU 5/2011 Pasal 28 ayat (1) dan (2) |
| Standar dan mutu | Mematuhi Standar Profesional Akuntan Publik dan kode etik, membuat kertas kerja, dan memiliki sistem pengendalian mutu | UU 5/2011 Pasal 25 ayat (2) dan Pasal 27 |
| Kerahasiaan | Menjaga kerahasiaan informasi klien | UU 5/2011 Pasal 29 ayat (1) |
| Masa penugasan | Ada batas masa pemberian jasa audit berturut-turut; untuk sektor jasa keuangan diatur dalam POJK 9/2023 | UU 5/2011 Pasal 4 dan POJK 9/2023 |
| Pengalaman sektor | Tanyakan pengalaman di industri Anda dan siapa tim pelaksananya. Ini pertimbangan praktis, bukan ketentuan hukum | Pertimbangan praktis |
| Tanda bahaya | Imbalan bersyarat atau komisi dilarang, dan KAP dilarang membuat iklan yang menyesatkan | UU 5/2011 Pasal 30 ayat (1) huruf h dan i, Pasal 31 ayat (1) huruf e |
| Biaya | Minta penawaran tertulis yang memuat ruang lingkup, tim, dan jadwal. Jangan menjadikan imbalan bergantung pada hasil | UU 5/2011 Pasal 30 ayat (1) huruf h |
Untuk memahami batas masa penugasan, baca audit tenure dan rotasi audit. Untuk memahami komponen biaya, baca cara melihat fee audit di laporan keuangan.
Kapan Perusahaan Wajib Memakai Akuntan Publik?
Menurut Pasal 68 ayat (1) UU 40/2007, direksi wajib menyerahkan laporan keuangan untuk diaudit akuntan publik antara lain bila perseroan berstatus perseroan terbuka atau persero, atau memiliki aset atau omzet paling sedikit Rp50 miliar. Bila kewajiban itu tidak dipenuhi, laporan keuangan tidak dapat disahkan RUPS (ayat 2). UU ini telah beberapa kali diubah, jadi periksa teks terbaru sebelum menerapkannya. Daftar lengkap kriterianya ada di mengapa perusahaan perlu diaudit dan profesi auditor eksternal.
Rujukan:
- UU 5/2011 tentang Akuntan Publik (BPK)
- Direktori KAP dan AP 2026 (IAPI)
- POJK 9/2023 (OJK)
- SE-4/PPPK/2024 tentang kode QR pada Laporan Auditor Independen
- Pemeriksaan pajak (DJP)
FAQ Seputar Audit Perusahaan
Apa itu audit perusahaan?
Audit perusahaan adalah pemeriksaan independen dan objektif atas kegiatan, laporan, atau sistem perusahaan oleh auditor internal, akuntan publik, atau otoritas pajak. Hasilnya dituangkan dalam laporan.
Siapa yang melakukan audit perusahaan?
Auditor internal memeriksa efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan tata kelola. Akuntan publik di KAP menyatakan opini atas kewajaran laporan keuangan. Otoritas pajak (DJP) menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan.
Apa saja bagian audit dalam perusahaan?
Unit audit internal memeriksa bidang seperti keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, dan teknologi informasi. Audit teknologi informasi, audit operasional, dan audit kinerja adalah contoh yang sering dibahas terpisah.
Apa saja jenis audit dalam perusahaan?
Audit internal, audit eksternal, pemeriksaan pajak oleh DJP, audit forensik, audit sistem informasi, serta audit sosial dan lingkungan.
Apa bedanya audit internal dan audit eksternal?
Audit internal memberi keyakinan dan konsultasi untuk memperbaiki tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian, dilakukan auditor yang dipekerjakan perusahaan atau penyedia jasa eksternal. Audit eksternal dilakukan akuntan publik berizin untuk menyatakan opini atas kewajaran laporan keuangan.
Apa manfaat audit internal bagi perusahaan?
Meningkatkan pengendalian internal, mengoptimalkan efisiensi operasional dengan memperbaiki proses yang tidak efisien atau redundan, meminimalkan risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan, serta meningkatkan kepatuhan hukum.
Kapan perusahaan membutuhkan audit forensik?
Ketika ada dugaan kecurangan, misalnya penyalahgunaan aset atau manipulasi catatan, untuk mengumpulkan dan menganalisis bukti.
Bagaimana cara memeriksa izin KAP?
Cocokkan nama KAP dan akuntan publik dengan Direktori KAP dan AP yang disusun IAPI bersama Kementerian Keuangan. Untuk sektor jasa keuangan, periksa status terdaftar di OJK. Setelah laporan terbit, pindai kode QR pada Laporan Auditor Independen dan cocokkan datanya.
Kapan perusahaan wajib diaudit akuntan publik?
Antara lain bila perseroan berstatus perseroan terbuka atau persero, atau memiliki aset atau omzet paling sedikit Rp50 miliar (Pasal 68 ayat 1 UU 40/2007). Periksa teks terbaru undang-undang tersebut sebelum menerapkannya.
Penutup
Audit perusahaan dilakukan oleh auditor internal, akuntan publik, atau otoritas pajak sesuai tujuannya. Auditor internal membantu memperbaiki tata kelola, risiko, dan pengendalian, sedangkan akuntan publik menyatakan opini atas laporan keuangan. Sebelum memakai jasa KAP, periksa izin akuntan publik dan KAP lewat direktori resmi.
Untuk tim audit internal, Audithink adalah software manajemen audit internal yang dapat dikustomisasi. Fitur yang tersedia mencakup risk assessment, perencanaan audit, template program kerja, notifikasi, monitoring tindak lanjut, dan laporan otomatis. Audithink tidak menggantikan akuntan publik untuk audit laporan keuangan. Jadwalkan demo untuk melihat cara kerjanya.



