Apa Itu Audit Investigasi? Definisi, Teknik, dan Tujuannya

audit investigasi

Rekomendasi Topik

Bagikan Artikel

Siap Tingkatkan Proses Audit Internal Anda?

Temukan fitur lengkap Audithink dan pilih paket harga yang cocok untuk tim audit Anda. Mulai transformasi audit sekarang!

Audit investigasi digunakan untuk menelusuri kasus seperti penggelapan dana atau penyalahgunaan aset. Simak definisi, teknik, dan tujuannya.
Daftar Isi

Di dalam suatu perusahaan, acap kali terjadi kasus yang memerlukan audit investigasi. Seperti penggelapan dana oleh salah seorang karyawan atau internal, penyalahgunaan aset, dan lainnya. 

Audit investigasi adalah pemeriksaan mendalam untuk membuktikan ada atau tidaknya kecurangan (fraud) dalam sebuah organisasi, sekaligus menghitung kerugian yang ditimbulkannya. Berbeda dari audit rutin yang menilai kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan, audit investigasi berangkat dari satu dugaan spesifik lalu menelusurinya sampai tuntas.

Audit investigasi memungkinkan sebuah instansi dapat menjaga integritas dan transparansi bisnis, juga membantu dalam peninjauan kemungkinan penyebab kerugian finansial. 

Apa Itu Audit Investigasi? 

Audit investigasi adalah metode penyelidikan yang digunakan untuk mengungkap indikasi adanya kecurangan atau situasi yang mencurigakan dalam sebuah organisasi. 

Hal ini bertujuan untuk mengungkapkan bukti dan fakta yang mengakibatkan kerugian pada pihak terkait, baik instansi maupun perorangan. 

Sebagai bagian dalam kegiatan internal audit, bukti-bukti yang ditemukan tentu harus merujuk pada aturan hukum acara dan UU yang berlaku. 

Menurut pedoman teknis audit investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (2021), audit investigasi adalah audit yang bertujuan khusus untuk mengidentifikasi dan mengungkap kecurangan dan/atau kejahatan dengan pendekatan, prosedur, dan teknik yang umumnya dipakai dalam penyelidikan atau penyidikan. Hasilnya berupa bukti ada atau tidaknya pelanggaran, bukan opini atas laporan keuangan.

Bagi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Pasal 13 UU Nomor 15 Tahun 2004 mengatur pemeriksaan investigatif untuk mengungkap indikasi kerugian negara atau daerah dan/atau unsur pidana.

Apa Itu Investigasi dalam Konteks Audit?

Investigasi secara umum berarti penyelidikan yang sistematis untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dalam audit, investigasi berarti mengumpulkan dan menguji bukti atas dugaan penyimpangan tertentu, bukan menilai laporan keuangan secara keseluruhan.

Dalam praktik, istilah audit investigasi, audit forensik, dan fraud audit sering dipertukarkan, dan batasnya bervariasi antar lembaga dan literatur. Audit investigasi menekankan pembuktian satu dugaan sampai tuntas, audit forensik menekankan dukungan pembuktian untuk proses hukum, dan fraud audit menekankan fokus pada kecurangan.

Baca juga:

Dalam proses audit ini, seorang auditor harus memiliki pengetahuan yang cukup sehingga dapat menjalankan pekerjaannya secara profesional dan optimal. 

Yang perlu dikuasai antara lain wawancara investigatif, analisis dokumen dan data, penilaian kredibilitas keterangan, penanganan bukti digital, serta pemahaman batas kewenangan hukum. Penyadapan, misalnya, hanya dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum sesuai undang-undang dan tidak boleh dilakukan auditor.

Selain kemampuan tersebut, auditor juga dapat memanfaatkan perangkat lunak CAAT (computer assisted audit tools) dalam pelaksanaan audit ini.

Audit Investigasi atau Audit Investigatif?

Keduanya merujuk pada hal yang sama. Perbedaannya hanya pada bentuk kata: investigasi adalah kata benda, sedangkan investigatif adalah kata sifat. Karena itu keduanya sama-sama sah digunakan — “audit investigasi” berarti audit yang berupa penyelidikan, sedangkan “audit investigatif” berarti audit yang bersifat menyelidik.

Istilah resmi berbeda antar lembaga. BPK menyebutnya pemeriksaan investigatif, BPKP menyebutnya audit investigatif, dan sebagian aparat pengawasan intern pemerintah (APIP), seperti Inspektorat Jenderal Kementerian Desa, menyebutnya audit investigasi. Maknanya sama. Padanan bahasa Inggrisnya adalah investigative audit.

Siapa yang Melakukan Audit Investigasi?

Pelaksananya berbeda tergantung siapa yang dirugikan. Di sektor publik, BPK dapat melaksanakan pemeriksaan investigatif, dan APIP seperti inspektorat dan BPKP melakukan audit investigasi atau investigatif dalam lingkup pengawasan intern, termasuk atas permintaan aparat penegak hukum.

Di sektor swasta, audit investigasi umumnya dijalankan oleh tim audit internal perusahaan — lihat ruang lingkup audit internal untuk batas kewenangannya — kantor akuntan publik, atau akuntan forensik bersertifikat seperti CFE (Certified Fraud Examiner). Semakin besar kemungkinan perkara berlanjut ke ranah hukum, semakin penting pelaksananya independen dari pihak yang diperiksa.

Baca juga:

Apa Perbedaan Audit Investigasi dan Audit Biasa?

Banyak orang menyamakan audit investigasi dengan audit laporan keuangan biasa. Padahal titik berangkat, luas pemeriksaan, dan hasil akhirnya berbeda jauh:

AspekAudit biasa (laporan keuangan)Audit investigasi
PemicuTerjadwal, rutin tiap periodeAda dugaan atau laporan kecurangan
TujuanMenilai kewajaran laporan keuanganMembuktikan ada atau tidaknya fraud dan menghitung kerugian
Cakupan buktiSampling atas populasi transaksiSeluruh populasi bukti yang terkait dugaan, tanpa sampling (menurut pedoman teknis audit investigasi Itjen Kemendesa 2021)
Standar acuanStandar audit (SA)Standar audit ditambah aturan hukum acara
Hasil akhirOpini auditLaporan hasil investigasi yang dapat menjadi alat bukti

Konsekuensinya, hasil audit investigasi harus mampu bertahan bila diuji di persidangan. Karena itu kertas kerja audit dan penyimpanan bukti dalam audit investigasi dijaga jauh lebih ketat dibanding audit rutin.

Kapan Audit Investigasi Diperlukan?

Pada pedoman Inspektorat Jenderal Kementerian Desa, penugasan audit investigasi harus berdasarkan alasan yang cukup, antara lain:

  • pengembangan hasil audit atau kegiatan pengawasan lain yang menemukan indikasi penyimpangan;
  • laporan atau pengaduan yang telah ditelaah dan memenuhi kecukupan informasi;
  • perintah dari pimpinan; dan
  • permintaan atasan pimpinan auditi.

Di perusahaan, pemicunya biasanya laporan whistleblower, temuan audit internal, lonjakan biaya yang tidak sebanding dengan volume, transaksi berulang ke vendor tanpa kontrak, atau selisih antara invoice dan barang atau jasa yang diterima.

Sebelum penugasan dimulai, pedoman tersebut meminta auditor memastikan kecukupan informasi. Di lingkungan pemerintah, syaratnya adalah ada dugaan penyimpangan, ada indikasi kerugian keuangan negara, dan ada hubungan sebab-akibat di antara keduanya. Untuk perusahaan, indikasi kerugian negara dibaca sebagai indikasi kerugian perusahaan. Kelengkapan informasi dinilai dengan unsur 5W+1H (what, who, where, when, why, how), dan bila tidak semuanya terpenuhi, pengaduan masih dapat ditindaklanjuti jika sekurang-kurangnya what, where, dan when terpenuhi serta layak menurut pertimbangan profesional.

Bagaimana Tahapan Audit Investigasi?

Kerangka berikut mengacu pada pedoman teknis Inspektorat Jenderal Kementerian Desa 2021 dan disesuaikan untuk pembaca umum.

TahapIsi utamaHasil
1. Pra-perencanaan dan penelitian awalMenelaah pengaduan atau temuan, menilai kecukupan informasi, dan melakukan penelitian awal bila perluSimpulan layak atau tidaknya ditindaklanjuti, dan hipotesis penyimpangan
2. PerencanaanMenetapkan sasaran, ruang lingkup, dan sumber daya; menyusun Program Kerja Audit Investigasi (PKAI)PKAI
3. PelaksanaanMengumpulkan dan mengevaluasi bukti terhadap seluruh populasi terkait, lalu menguji hipotesisBukti yang mendukung simpulan dan temuan
4. PelaporanMenyusun Laporan Hasil Audit Investigasi (LHAI)Fakta penyimpangan dan proses kejadian, penyebab, dampak, serta simpulan dan rekomendasi
5. Pemantauan tindak lanjutMemantau pelaksanaan rekomendasiStatus tindak lanjut

Di sektor swasta, tahapnya sama tetapi tanpa istilah khas pemerintah. Keputusan menempuh jalur hukum ada pada manajemen atau pemilik perusahaan. Pedoman Kemendesa juga mencatat bahwa bila penegak hukum meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan saat audit berlangsung, audit investigasi dihentikan dengan laporan berbentuk surat.

Baca juga:

Apa Saja Teknik Audit Investigasi?

Ilustrasi proses audit investigasi
Ilustrasi Audit Investigasi (Sumber: Pexels)

Selain menjaga reputasi perusahaan, audit ini juga digunakan untuk memastikan kepatuhannya terhadap hukum. Dalam menjalankan proses dengan maksimal, audit investigasi umumnya melewati prosedur penyelidikan, konfirmasi, observasi, dan lainnya. 

Berikut adalah beberapa teknik audit investigasi beserta penjelasannya:

1. Permintaan Informasi dan Konfirmasi 

Penyelidikan formal dan informal oleh auditor kepada auditee dan pihak-pihak lainnya ini secara umum dilakukan untuk menghimpun bukti secara lisan dan tulisan. 

Selain itu, langkah konfirmasi kepada pihak-pihak lain ini juga memungkinkan auditor untuk menguatkan kebenaran dan kesalahan informasi yang didapatkan mengenai transaksi suatu instansi.

Sejumlah pihak ketiga yang dimintai keterangan tentu memiliki kepentingan dalam proses audit ini, seperti pemasok, pelanggan, dan lainnya, karena pengakuannya dapat memperkuat data yang ada. 

Dan informasi tersebut juga dapat dikuatkan oleh pihak ketiga atau sumber eksternal lainnya, sehingga informasi yang didapat tentu akan lebih kredibel.

2. Pemeriksaan dan Pengamatan Fisik 

Dalam hal ini, auditor akan menyamakan pandang terhadap pemeriksaan proses secara langsung dan pengamatan fisik dengan mempergunakan seluruh inderanya untuk menerima informasi. 

Pengamatan fisik dilakukan dengan memeriksa uang tunai, properti, dokumen penting, dan materi berwujud lainnya untuk dijadikan sebagai bukti. 

Hal tersebut memungkinkan auditor mengidentifikasi kemungkinan adanya kecurangan atau penyalahgunaan yang dilakukan juga memastikan apakah aset mengalami penurunan nilai guna, kerusakan, atau lainnya. 

Pengamatan ini sendiri menjadi prosedur yang digunakan untuk memastikan setiap aspek bisnis, mulai dari mekanisme aktivitas internal dan bagaimana proses tersebut mempengaruhi jalannya bisnis. 

3. Analytical Review 

Ilustrasi teknik analytical review dalam audit investigasi
Ilustrasi Proses Audit Investigasi (Sumber: Pexels)

Merupakan metode yang digunakan auditor dalam meninjau data dari kemungkinan adanya ketidaksesuaian. Hal ini tentu diawali dengan memahami gambaran yang telah diperoleh dari proses audit. 

Kesimpulan wajar ini akan didapat setelah melakukan analisis berdasarkan perbandingan benchmark seperti adanya kesalahan laporan atau kesalahan dalam merumuskan fraud. 

Perbandingan tersebut ditinjau dengan menelusuri keterkaitan satu data dengan data yang lain, baik dari data keuangan maupun data non keuangan. 

4. Pemeriksaan Dokumen Kembali 

Dalam hal ini, audit investigasi akan mencakup keseluruhan dokumen, mulai dari dokumen fisik hingga dokumen yang disimpan dengan mengandalkan teknologi. 

Karena itulah pemeriksaan dokumen juga mengandalkan komputer forensik dalam penerapannya, sehingga informasi yang diolah dan disimpan dalam perangkat dapat diamati secara optimal. 

Pemeriksaan dokumen dilakukan dengan proses vouching dan tracing dalam mengumpulkan dan memeriksa transaksi melalui data tertulis.

Vouching merupakan pemeriksaan terhadap rincian dokumen untuk membuktikan kebenaran catatan transaksi secara manual. Sedangkan tracing merupakan pemeriksaan transaksi terhadap koneksi dokumen terkait dengan sumber. 

5. Perhitungan Ulang dan Reperformance

Proses audit dalam pengecekan ulang memungkinkan auditor untuk melakukan perhitungan ulang dan perbandingan terhadap laporan keuangan awal perusahaan. 

Dari langkah tersebut auditor dapat meninjau data tersebut dan dapat segera diidentifikasi ketika ditemukan ketidaksesuaian di dalamnya. 

Reperformance adalah pelaksanaan ulang secara independen oleh auditor atas prosedur atau pengendalian yang semula dilakukan oleh pihak yang diperiksa.

Auditor akan menghimpun bukti dengan berbagai teknik untuk menguatkan hasil dari audit investigasi yang dilakukan guna mengidentifikasi kesalahan yang mungkin terjadi. 

6. Net Worth Method 

Merupakan teknik pemeriksaan untuk memverifikasi kebenaran adanya kemungkinan penghasilan tidak sah dan tidak sesuai dengan hukum. Logikanya sederhana: bila pertambahan kekayaan seseorang jauh melampaui penghasilan sahnya pada periode yang sama, selisih itulah yang patut ditelusuri asal-usulnya. 

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengidentifikasi hasil pajak yang dilaporkan dan dibayarkan pada setiap tahunnya, seperti pada sebuah laporan harta kekayaan pejabat yang mencakup aset, penghasilan, sumber finansial, dan lainnya. 

Selisih yang tidak dapat dijelaskan oleh penghasilan sah menjadi indikator yang perlu ditelusuri lebih lanjut dan dimintakan klarifikasi kepada pihak yang diperiksa.

7. Follow The Money 

Teknik ini memungkinkan auditor mengidentifikasi kemungkinan pelaku kecurangan dengan cara mengikuti arus uang berasal hingga akhir arus itu berhenti. 

Dengan begitu secara bertahap auditor dapat mengetahui dimana posisi terakhir dana tersebut berada. Hal ini tentu akan efektif menghindarkan siklus audit dari pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Bagaimana Bukti Audit Investigasi Dikumpulkan dan Dijaga?

Menurut pedoman Kemendesa, auditor harus mengumpulkan bukti yang relevan, kompeten, dan cukup. Bukti kompeten adalah bukti yang sah dan dapat diandalkan, dan bukti sah adalah bukti yang memenuhi persyaratan hukum dan peraturan perundang-undangan. Karena bukti sangat mungkin ditindaklanjuti dalam proses penegakan hukum, kualitasnya menentukan kualitas hasil audit.

Untuk dokumen elektronik, pedoman yang sama menetapkan prinsip dasar berikut:

  • tidak melakukan kegiatan apa pun yang mengubah data pada komputer atau media penyimpanan;
  • akses ke data asli hanya oleh orang yang ahli dan kompeten, yang dapat menjelaskan tindakan dan alasannya;
  • menjaga jejak audit yang menunjukkan penugasan berjalan berkesinambungan dan dapat dipertanggungjawabkan; dan
  • memastikan tidak ada pelanggaran hukum atau aturan lain.

Baca juga:

Apa Tujuan Audit Investigasi?

tujuan audit investigasi untuk mengungkap fraud dalam perusahaan
Identifikasi Penyimpangan dalam Perusahaan (Sumber: Pexels)

Keberadaan audit investigasi sangat penting dalam mengidentifikasi pelanggaran etika, fraud, penyalahgunaan dana, pelanggaran hukum, dan situasi lain yang merugikan perusahaan. 

Namun, apa itu tujuan audit investigasi juga dijelaskan dalam poin-poin berikut ini: 

  • Menghindari kerugian finansial, yang memungkinkan perusahaan mengungkap penyimpangan yang mungkin terjadi dengan mengidentifikasinya lebih awal. 
  • Menjaga reputasi instansi, dengan memberlakukan transparansi pada penyelesaian masalah yang dapat mengurangi potensi tercorengnya nama baik dan kepercayaan dapat tetap terjaga.
  • Menghindari kecurangan, yang memungkinkan adanya penyelidikan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian dalam internal perusahaan yang merugikan.
  • Memastikan kepatuhan hukum, yang membuat perusahaan dapat mengambil tindakan untuk menjalankan bisnis sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku.

Contoh Audit Investigasi 

Dua kasus berikut didokumentasikan secara resmi oleh BPK. Keduanya adalah pemeriksaan investigatif yang dilakukan atas permintaan Kejaksaan Agung untuk menghitung kerugian negara.

AspekPT Asuransi Jiwasraya (Persero)PT ASABRI (Persero)
Jenis pemeriksaanPemeriksaan investigatif dalam rangka penghitungan kerugian negaraPemeriksaan investigatif tentang penghitungan kerugian negara
Permintaan Kejaksaan Agung30 Desember 201915 Januari 2021
Penyerahan laporan9 Maret 202027 Mei 2021
Periode yang diperiksa2008 sampai 20182012 sampai 2019
Kerugian negaraRp16,81 triliunRp22,78 triliun

Pada kasus Asabri, BPK menyimpulkan adanya penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan investasi saham dan reksa dana. Angka di atas adalah hasil penghitungan BPK atas permintaan penegak hukum, bukan putusan pengadilan. Sumbernya adalah siaran pers BPK untuk masing-masing kasus.

Contoh berikut adalah ilustrasi, bukan kasus nyata. Sebuah perusahaan manufaktur melihat biaya pembelian bahan baku naik, padahal volume produksi tetap. Penelaahan awal menemukan transaksi berulang ke satu vendor tanpa kontrak, dan invoice yang melebihi barang yang diterima. Hipotesisnya adalah penggelembungan harga atau pengadaan fiktif, yang kemudian diuji dengan memeriksa seluruh transaksi vendor tersebut.

FAQ Seputar Audit Investigasi

Apa itu audit investigasi?

Audit investigasi adalah metode penyelidikan untuk mengungkap indikasi kecurangan atau situasi mencurigakan dalam sebuah organisasi. Tujuannya menemukan bukti dan fakta atas kerugian yang dialami pihak terkait, dengan bukti yang harus merujuk pada aturan hukum acara dan undang-undang yang berlaku.

Apa bedanya audit investigasi dan audit investigatif?

Tidak ada perbedaan makna. Keduanya istilah untuk hal yang sama, hanya berbeda bentuk kata. Istilah resmi berbeda antar lembaga: BPK menyebut pemeriksaan investigatif, BPKP audit investigatif, dan sebagian APIP audit investigasi. Padanan Inggrisnya investigative audit.

Apa bedanya audit investigasi dengan audit biasa?

Audit biasa berjalan rutin dan menilai kewajaran laporan keuangan lewat sampling, hasilnya berupa opini audit. Audit investigasi baru dijalankan ketika ada dugaan kecurangan, memeriksa seluruh dokumen terkait tanpa sampling, dan hasilnya berupa laporan investigasi yang dapat menjadi alat bukti hukum.

Siapa yang berwenang melakukan audit investigasi?

Di sektor publik: BPK melalui pemeriksaan investigatif, serta APIP seperti inspektorat dan BPKP dalam lingkup pengawasan intern. Di sektor swasta: tim audit internal, kantor akuntan publik, atau akuntan forensik bersertifikat seperti CFE (Certified Fraud Examiner).

Apa tujuan audit investigasi?

Empat tujuan: menghindari kerugian finansial dengan mengidentifikasi penyimpangan lebih awal, menjaga reputasi instansi lewat transparansi penyelesaian masalah, mencegah kecurangan di internal perusahaan, serta memastikan kepatuhan terhadap hukum dan undang-undang yang berlaku.

Apa saja teknik audit investigasi?

Tujuh teknik: permintaan informasi dan konfirmasi, pemeriksaan serta pengamatan fisik, analytical review, pemeriksaan dokumen kembali, perhitungan ulang dan reperformance, net worth method, serta follow the money untuk mengikuti arus dana hingga posisi terakhirnya.

Apa bedanya vouching dan tracing?

Vouching adalah pemeriksaan terhadap rincian dokumen untuk membuktikan kebenaran catatan transaksi secara manual. Tracing adalah pemeriksaan transaksi terhadap koneksi dokumen terkait dengan sumbernya. Keduanya dipakai saat pemeriksaan dokumen kembali.

Kemampuan apa yang harus dimiliki auditor investigasi?

Wawancara investigatif, analisis dokumen dan data, penilaian kredibilitas keterangan, penanganan bukti digital, serta pemahaman batas kewenangan hukum. Penyadapan hanya dapat dilakukan aparat penegak hukum. Auditor juga dapat memanfaatkan perangkat lunak CAAT (computer assisted audit tools).

Apa hubungan audit investigasi dengan fraud audit dan audit forensik?

Ketiga istilah ini sering dipertukarkan dan batasnya bervariasi. Audit investigasi menekankan pembuktian dugaan tertentu sampai tuntas, audit forensik menekankan dukungan pembuktian untuk proses hukum, dan fraud audit menekankan fokus pada kecurangan.

Apa saja tahapan audit investigasi?

Lima tahap: pra-perencanaan dan penelitian awal, perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan pemantauan tindak lanjut.

Kapan audit investigasi diperlukan?

Ketika ada dugaan penyimpangan yang informasinya cukup, misalnya dari pengaduan, temuan audit lain, atau perintah pimpinan. Di perusahaan, tandanya antara lain lonjakan biaya yang tidak sebanding dengan volume dan transaksi berulang ke vendor tanpa kontrak.

Apakah audit investigasi memakai sampling?

Menurut pedoman teknis audit investigasi Itjen Kemendesa 2021, bukti audit investigasi dikumpulkan terhadap keseluruhan populasi, tidak dengan metode sampling.

Kesimpulan 

Audit investigasi membuktikan ada atau tidaknya kecurangan atas satu dugaan tertentu, dengan bukti yang harus dapat dipertanggungjawabkan sampai ke proses hukum. Ketelitian pada tahapan, penanganan bukti, dan batas kewenangan menentukan kualitas hasilnya.

Audit investigasi dilakukan oleh auditor, investigator, atau ahli yang kompeten; Audithink bukan penyedia jasa tersebut. Audithink adalah software manajemen audit internal yang dapat dikustomisasi. Untuk penugasan di perusahaan Anda, tim dapat memakainya untuk perencanaan audit, template program kerja, notifikasi tenggat, monitoring tindak lanjut rekomendasi, dan laporan otomatis. Jika Anda tertarik, silakan request demo.

Cari tahu bagaimana penerapan aplikasi audit dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan secara berkelanjutan.

Konsultasi Kebutuhan Anda

Artikel Terkait

Dokumen regulasi audit internal Indonesia
Audit kepatuhan OJK
Audit reklamasi lahan