
Foto oleh Sasun Bughdaryan di Unsplash
Menentukan apa yang diaudit tahun ini sering lebih sulit daripada mengauditnya. Daftar unit dan proses terus bertambah, sementara waktu dan jumlah auditor terbatas. Audit berbasis risiko menjawab masalah ini dengan satu prinsip: sumber daya audit diarahkan lebih dulu ke area yang risikonya paling tinggi.
Software audit berbasis risiko adalah aplikasi yang membantu tim audit internal menilai risiko tiap unit atau proses, lalu memakai hasilnya untuk menentukan prioritas dan rencana audit. Di Audithink, kriteria risiko diatur sesuai kebutuhan organisasi, sistem menghitung risiko berdasarkan bobot kriteria, dan hasilnya menjadi dasar rencana audit tahunan.
Halaman ini menjelaskan alur kerjanya, fitur Audithink yang terlibat, apa yang tidak dikerjakan Audithink, dan standar yang menjadi rujukan. Untuk memahami konsep dasarnya lebih dulu, baca artikel Mengenal Konsep Risk Based Audit beserta Contoh & Tahapannya.
Bagaimana Alur Audit Berbasis Risiko di Audithink?
Alurnya mengikuti urutan kerja auditor, dari penilaian risiko sampai pemantauan tindak lanjut.
- Atur kriteria risiko. Organisasi menentukan kriteria risiko yang relevan dan memberi bobot pada tiap kriteria.
- Nilai risiko per unit atau proses. Auditor menilai risiko, lalu sistem menghitung hasilnya berdasarkan bobot kriteria.
- Susun rencana audit tahunan. Rencana disusun berdasarkan prioritas risiko, lengkap dengan ruang lingkup, jangka waktu, anggota tim, dan anggaran tiap penugasan.
- Turunkan ke program audit. Template program kerja dapat dipakai ulang dan disesuaikan untuk tiap penugasan.
- Catat temuan dan pantau tindak lanjut. Temuan dan rekomendasi dibahas bersama auditee lewat notisi, lalu progres tindak lanjut dipantau sampai selesai.
- Laporkan realisasi. Laporan dihasilkan otomatis dari data yang sudah terisi, dan dashboard menunjukkan realisasi rencana audit, sebaran temuan, serta tindak lanjut yang lewat tenggat.
| Kebutuhan audit berbasis risiko | Fitur Audithink yang relevan | Artikel rujukan |
|---|---|---|
| Menilai risiko per unit atau proses | Risk assessment | Risk assessment |
| Menyusun rencana audit tahunan dari prioritas risiko | Perencanaan audit | Risk based audit |
| Menyeragamkan program kerja tiap penugasan | Template program kerja | Program kerja audit internal |
| Membahas temuan dan rekomendasi dengan auditee | Notisi | Fitur Audithink |
| Memantau tindak lanjut rekomendasi | Monitoring tindak lanjut | Tindak lanjut temuan |
| Melaporkan realisasi rencana audit | Laporan otomatis dan dashboard | Fitur Audithink |
Format rencana audit dan laporan yang dikehendaki organisasi Anda dapat dikonfirmasi pada sesi demo.
Apa Bedanya Penilaian Risiko untuk Audit dengan Manajemen Risiko Perusahaan?
Keduanya sering tertukar. Penilaian risiko untuk audit dilakukan fungsi audit internal untuk menentukan prioritas pemeriksaan. Manajemen risiko perusahaan dijalankan manajemen untuk mengelola risiko bisnis sehari-hari. Pembagian peran ini sejalan dengan Three Lines Model.
| Aspek | Penilaian risiko untuk audit | Manajemen risiko perusahaan |
|---|---|---|
| Pelaksana | Fungsi audit internal | Manajemen dan fungsi manajemen risiko |
| Tujuan | Menentukan unit atau proses yang diaudit lebih dulu | Mengidentifikasi, mengelola, dan memitigasi risiko bisnis |
| Hasil utama | Hasil penilaian risiko dan rencana audit tahunan | Risk register, rencana mitigasi, dan pemantauan risiko |
| Di Audithink | Tersedia: risk assessment dan perencanaan audit | Tidak disediakan saat ini: risk register, pelacakan mitigasi, dan indikator risiko utama (KRI) |
Apa yang Tidak Dikerjakan Audithink?
Supaya ekspektasi jelas: Audithink bukan pengganti aplikasi manajemen risiko perusahaan. Tidak ada risk register, pelacakan mitigasi, atau indikator risiko utama (KRI) di dalamnya. Penilaian risiko di Audithink dipakai untuk menyusun prioritas audit, bukan untuk mengelola risiko bisnis harian.
Halaman ini juga tidak mengklaim adanya integrasi langsung dengan sistem manajemen risiko lain, jadi tanyakan kebutuhan integrasi pada sesi demo. Kebutuhan di luar fitur yang ada dapat didiskusikan dengan Product Expert.
Apa Dasar Standar dan Regulasi Audit Berbasis Risiko?
- GIAS 2024 Standar 9.4 (Internal Audit Plan) meminta rencana audit disusun berdasarkan penilaian terdokumentasi atas strategi, tujuan, dan risiko organisasi, dengan penilaian risiko dilakukan paling sedikit sekali setahun. Dibahas di artikel risk based audit dan GIAS 2024 untuk SPI perguruan tinggi.
- POJK 1/POJK.03/2019 Pasal 12 mensyaratkan rencana audit tahunan bank umum disusun berdasarkan penilaian risiko. Konteks perbankan dibahas di Audithink untuk perbankan.
- Permendagri 4/2026 Pasal 4 dan Pasal 6 ayat (3) meminta pengawasan dan PKPT inspektorat disusun berbasis prioritas dan risiko. Dibahas di artikel PKPT Inspektorat.
Audithink membantu mendokumentasikan penilaian risiko dan rencana audit yang diminta acuan-acuan tersebut. Kesesuaian akhir tetap bergantung pada kriteria yang ditetapkan dan proses yang dijalankan organisasi Anda.
Siapa yang Cocok Memakai Software Audit Berbasis Risiko?
Pendekatan ini paling terasa manfaatnya bagi tim audit internal yang jumlah unit atau prosesnya lebih banyak daripada kapasitas audit dalam setahun, dan yang perlu menjelaskan alasan pemilihan objek audit kepada pimpinan, komite audit, atau regulator. Konteks tiap sektor dapat dilihat di halaman solusi per industri.
Artikel Apa yang Relevan untuk Dibaca Berikutnya?
- Mengenal Konsep Risk Based Audit beserta Contoh & Tahapannya
- Panduan Menerapkan Risk-Based Audit BUMN dan BUMD
- Risk Assessment adalah: Arti, Langkah, Matriks, & Contohnya
- Audit Manajemen Risiko: Panduan Komprehensif untuk Perusahaan
- Menerapkan ISO 31000: Kerangka Kerja Manajemen Risiko untuk Perusahaan
FAQ Seputar Software Audit Berbasis Risiko
Apa itu software audit berbasis risiko?
Aplikasi yang membantu tim audit internal menilai risiko tiap unit atau proses, lalu memakai hasilnya untuk menentukan prioritas dan rencana audit. Tujuannya agar sumber daya audit yang terbatas diarahkan lebih dulu ke area berisiko tinggi.
Apakah Audithink bisa menghitung skor risiko?
Ya. Kriteria risiko dapat diatur sesuai kebutuhan organisasi, dan sistem menghitung risiko berdasarkan bobot kriteria tersebut. Hasilnya menjadi dasar rencana audit.
Apakah Audithink memiliki risk register?
Tidak. Audithink tidak menyediakan risk register, pelacakan mitigasi, atau indikator risiko utama (KRI). Penilaian risiko di Audithink khusus untuk menentukan prioritas audit.
Apakah Audithink pengganti aplikasi manajemen risiko perusahaan (ERM)?
Bukan. Manajemen risiko perusahaan dijalankan manajemen untuk mengelola risiko bisnis, sedangkan Audithink dipakai fungsi audit internal untuk merencanakan, melaksanakan, melaporkan, dan memantau audit.
Apakah rencana audit tahunan bisa disusun dari hasil penilaian risiko?
Bisa. Fitur perencanaan audit dipakai untuk menyusun rencana tahunan berdasarkan prioritas risiko, lengkap dengan ruang lingkup, jangka waktu, anggota tim, dan anggaran. Format dokumen rencana yang Anda butuhkan dapat didiskusikan saat demo.
Apakah kriteria risiko bisa disesuaikan dengan industri kami?
Kriteria risiko dapat diatur sesuai kebutuhan organisasi. Kriteria apa yang cocok untuk industri Anda dapat didiskusikan dengan Product Expert saat demo.
Penutup
Audit berbasis risiko bekerja bila penilaian risiko, rencana audit, program kerja, dan tindak lanjut saling terhubung. Dengan alur yang tercatat di satu sistem, tim audit dapat menjelaskan mengapa suatu objek dipilih dan sejauh mana rencana sudah terealisasi.
Ingin melihat alurnya memakai kriteria risiko organisasi Anda? Jadwalkan demo Audithink. Rincian fitur ada di halaman fitur Audithink, dan rincian paket di paket dan harga Audithink.


