Audithink untuk Perbankan: Software Audit Internal untuk SKAI dan POJK 1/2019

Kantor operasional bank umum

Rekomendasi Topik

Bagikan Artikel

Siap Tingkatkan Proses Audit Internal Anda?

Temukan fitur lengkap Audithink dan pilih paket harga yang cocok untuk tim audit Anda. Mulai transformasi audit sekarang!

Audithink membantu SKAI bank umum mengelola audit berbasis risiko, jejak audit, dan monitoring tindak lanjut yang diminta POJK 1/2019, dengan studi kasus Bank Neo Commerce.
Daftar Isi

Fungsi audit internal di bank umum diatur secara eksplisit oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK No. 1/POJK.03/2019 tentang Penerapan Fungsi Audit Intern pada Bank Umum. Regulasi ini menuntut struktur Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) yang independen dari unit operasional, piagam audit yang terdokumentasi, dan proses audit yang dapat ditelusuri jejaknya kapan saja diperiksa oleh pengawas.

Artikel ini membahas tantangan audit internal di sektor perbankan, ketentuan inti POJK 1/2019 yang relevan bagi SKAI, fitur Audithink yang dapat membantu, serta bagian mana yang perlu dikustomisasi.

Keterbukaan: Audithink adalah produk kami. Contoh penerapan di sektor perbankan yang disebut di bawah berasal dari studi kasus Bank Neo Commerce yang dipublikasikan di situs ini.

Gedung kantor bank umum

Apa Saja Tantangan Audit Internal di Perbankan?

  • Independensi SKAI dari unit operasional harus benar-benar terlihat dalam struktur pelaporan dan jejak proses, bukan hanya tertulis di piagam audit.
  • Volume transaksi dan cabang yang besar, sehingga audit berbasis sampel manual sulit memberi cakupan risiko yang memadai.
  • Kebutuhan audit trail yang tidak dapat diubah sepihak, mengingat pemeriksa OJK dapat sewaktu-waktu meminta bukti proses audit yang telah dilakukan.
  • Cakupan risiko yang luas, mulai dari risiko kredit dan operasional hingga risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme (APU-PPT) yang harus tercermin dalam program audit.
  • Pelaporan ke dewan komisaris dan komite audit yang harus berjalan berkala dan terdokumentasi rapi sebagai bagian dari akuntabilitas fungsi audit intern.

Apa Isi POJK No. 1/POJK.03/2019 tentang Fungsi Audit Intern Bank?

POJK No. 1/POJK.03/2019 tentang Penerapan Fungsi Audit Intern pada Bank Umum mewajibkan setiap bank membentuk SKAI dengan kedudukan yang independen dari satuan kerja operasional, menyusun piagam audit intern (internal audit charter) yang disahkan oleh direksi dan diketahui dewan komisaris, serta menjalankan audit berdasarkan perencanaan tahunan yang mempertimbangkan risiko.

Pembahasan pemetaan regulasi ini secara lebih mendalam, termasuk perbandingannya dengan regulasi sektor lain seperti BUMN dan pemerintah, sudah kami bahas di Regulasi yang Harus Dipenuhi Software Audit Internal di Indonesia. Untuk panduan kepatuhan audit internal perbankan secara umum, lihat juga Panduan Audit Internal Perbankan dan Kepatuhan OJK.

Apa Saja Modul Audithink yang Relevan untuk Perbankan?

Kapabilitas berikut adalah fitur Audithink yang tercantum di halaman fitur, dan dapat dikustomisasi untuk membantu SKAI menjalankan serta mendokumentasikan proses audit yang diminta POJK 1/2019:

  • Perencanaan audit berbasis risiko, membantu SKAI menyusun rencana audit tahunan yang memprioritaskan unit dan risiko dengan dampak tertinggi.
  • Kertas kerja digital dengan jejak audit (audit trail) atas setiap perubahan data, membantu SKAI mendokumentasikan proses audit yang dapat ditunjukkan saat pemeriksaan.
  • Hak akses per peran, mulai dari kepala audit, auditor, auditee, sampai manajemen. Alur persetujuan khusus yang mengikuti struktur SKAI dapat dibahas sebagai kustomisasi bersama Product Expert.
  • Pencatatan temuan dan Notisi untuk mendiskusikan rekomendasi dengan auditee, lalu monitoring tindak lanjut secara real-time sampai tuntas.
  • Dashboard dan laporan otomatis dengan format yang dapat disesuaikan untuk pelaporan berkala kepada dewan komisaris dan komite audit.

Bagaimana Audithink Membantu SKAI Menjalankan POJK 1/2019?

Audithink mendukung audit intern berbasis risiko, sedangkan independensi dan struktur SKAI tetap ditetapkan oleh bank. Alur kerja, kategori risiko, dan format laporan di aplikasi dapat dikustomisasi mengikuti struktur SKAI masing-masing bank, sehingga proses audit terdokumentasi secara konsisten dan lebih mudah disiapkan saat pemeriksaan.

Contoh penerapan di sektor perbankan dapat dilihat pada studi kasus Bank Neo Commerce. Untuk BNC, Audithink mengembangkan NeoSMART dengan pengaturan akses sesuai peran, laporan audit otomatis dari data yang sudah diinput, penyimpanan dokumen audit terpusat, serta notifikasi email di setiap tahapan audit. Notifikasi email tersebut merupakan pengembangan khusus untuk BNC dan dapat dibahas sebagai kustomisasi bersama Product Expert.

Untuk cakupan risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme yang juga menjadi bagian dari program audit bank, lihat Panduan Strategi Audit APU-PPT untuk Deteksi Fraud Bank.

FAQ Seputar Audithink untuk Perbankan

Apakah Audithink sudah dipakai oleh bank di Indonesia?

Ya. PT Bank Neo Commerce Tbk menggunakan NeoSMART, aplikasi audit management yang dikembangkan Audithink, sebagaimana dibahas di studi kasus Bank Neo Commerce. Kebutuhan tiap bank tetap berbeda, sehingga kecocokan fitur sebaiknya dinilai bersama Product Expert saat demo.

Apakah Audithink bersertifikat atau disetujui OJK?

Tidak. Audithink adalah software audit internal komersial dan bukan produk yang disertifikasi atau disetujui secara khusus oleh OJK. Kepatuhan terhadap POJK 1/2019 tetap menjadi tanggung jawab bank sebagai penerap regulasi; software hanya membantu menjalankan dan mendokumentasikan prosesnya.

Apa perbedaan SKAI dengan SPI dan APIP?

SKAI (Satuan Kerja Audit Intern) adalah istilah yang dipakai di sektor perbankan sesuai POJK, SPI (Satuan Pengawas Intern) dipakai di lingkungan BUMN, sedangkan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) dipakai di instansi pemerintah. Ketiganya menjalankan fungsi audit internal dengan kerangka regulasi yang berbeda, sebagaimana dibahas di Regulasi Software Audit Internal di Indonesia.

Apakah software audit saja cukup untuk memenuhi POJK 1/2019?

Tidak. POJK 1/2019 mensyaratkan struktur organisasi, independensi fungsi, dan piagam audit yang ditetapkan secara formal oleh bank. Software audit membantu menjalankan dan mendokumentasikan proses tersebut secara konsisten, tetapi kepatuhan tetap bergantung pada bagaimana bank merancang struktur dan kebijakan SKAI-nya.

Apakah Audithink bisa dikustomisasi mengikuti piagam audit bank tertentu?

Struktur alur kerja, kategori risiko, dan format laporan Audithink dapat disesuaikan mengikuti metodologi dan piagam audit yang berlaku di organisasi Anda. Sampaikan kebutuhan spesifik piagam audit bank Anda saat demo untuk dinilai kecocokannya.

Baca juga:

Penutup

Kepatuhan terhadap POJK 1/2019 dimulai dari struktur dan kebijakan SKAI yang ditetapkan bank, dengan software audit berperan mendukung konsistensi dan dokumentasi prosesnya.

Jika Anda ingin mendiskusikan bagaimana Audithink dapat dikonfigurasi untuk mendukung kebutuhan SKAI di bank Anda, jadwalkan demo Audithink bersama tim kami.

Cari tahu bagaimana penerapan aplikasi audit dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan secara berkelanjutan.

Konsultasi Kebutuhan Anda

Artikel Terkait

FAQ pertanyaan seputar produk Audithink
Perkebunan kelapa sawit dilihat dari udara
Aktivitas pertambangan timah di Indonesia