Lihat Event Terbaru Audithink →

10 Contoh Checklist Audit Internal dan Penjelasannya

contoh checklist audit internal

Rekomendasi Topik

Bagikan Artikel

Siap Tingkatkan Proses Audit Internal Anda?

Temukan fitur lengkap Audithink dan pilih paket harga yang cocok untuk tim audit Anda. Mulai transformasi audit sekarang!

Checklist audit memastikan setiap aspek penting sebuah proses telah diperiksa secara menyeluruh. Simak 10 contoh checklist audit internal beserta penjelasannya.
Daftar Isi

Checklist audit internal adalah daftar pertanyaan pemeriksaan yang disusun auditor sebelum audit dijalankan, dipakai untuk memastikan setiap aspek penting dari suatu proses benar-benar diperiksa dan tidak ada yang terlewat.

Secara umum, checklist adalah daftar poin yang dicentang satu per satu untuk memastikan seluruhnya sudah dikerjakan atau diperiksa. Dalam konteks audit, poin-poin itu berbentuk pertanyaan, dan setiap jawaban harus didukung bukti.

Artikel ini memuat format form audit internal yang bisa langsung diadaptasi, 10 contoh checklist audit internal beserta pertanyaan dan bukti yang perlu diminta, versi untuk audit ISO 9001, serta manfaat penggunaannya.

Pengertian Checklist Audit Internal

Checklist audit adalah daftar pertanyaan atau item yang disusun untuk memandu proses audit dalam memeriksa kesesuaian praktik operasional, keuangan, atau prosedural dengan standar yang telah ditetapkan. Fungsinya membantu auditor mengidentifikasi potensi masalah, ketidaksesuaian, dan area yang memerlukan perbaikan.

Perlu dibedakan dari dokumen audit lain yang sering tertukar. Checklist berisi pertanyaan yang diajukan saat pemeriksaan, sedangkan program kerja audit internal berisi rencana penugasan secara keseluruhan — tujuan, ruang lingkup, jadwal, dan alokasi tim. Checklist adalah alat kerja di lapangan; program kerja adalah kerangka penugasannya.

Standar ISO 9001:2015 sendiri tidak mewajibkan penyusunan checklist audit internal secara eksplisit, tetapi penggunaannya sangat direkomendasikan karena manfaatnya besar bagi kelancaran dan kedalaman audit.

Format Form Audit Internal

Sebuah checklist baru berguna bila jawabannya bisa ditelusuri kembali ke bukti. Karena itu form audit internal umumnya memiliki kolom berikut. Struktur ini dapat langsung diadaptasi ke spreadsheet atau aplikasi audit.

NoArea / KlausulPertanyaan AuditBukti yang DimintaHasilCatatan Auditor
1Kebijakan perusahaanApakah seluruh kebijakan perusahaan didokumentasikan dan disahkan pejabat berwenang?Dokumen kebijakan bertanda tangan, tanggal berlakuSesuai / Tidak Sesuai / N/A
2Pengelolaan risikoApakah risiko utama unit telah diidentifikasi dan dinilai dalam setahun terakhir?Daftar risiko, berita acara penilaian risikoSesuai / Tidak Sesuai / N/A
3Pengendalian keuanganApakah pemisahan fungsi antara pencatat dan penyimpan kas diterapkan?Struktur organisasi, matriks kewenangan, sampel transaksiSesuai / Tidak Sesuai / N/A

Kolom Hasil sebaiknya menyediakan opsi N/A, karena tidak semua pertanyaan relevan untuk setiap unit. Kolom Catatan Auditor diisi nomor dokumen atau nama narasumber, bukan sekadar kesimpulan — di situlah jejak audit terbentuk.

Manfaat Checklist Audit Internal

1. Membantu Auditor Mengingat Pertanyaan

Dalam satu penugasan, auditor memeriksa banyak proses dan prosedur sehingga pertanyaan yang perlu diajukan kepada auditee menumpuk. Mencatatnya lebih dulu membuat auditor tampil lebih siap dan pemeriksaan berjalan runtut.

2. Menjamin Seluruh Poin Diperiksa

Checklist memastikan semua persyaratan atau klausul yang relevan dengan auditee benar-benar diperiksa. Ketelitian saat menyusunnya menentukan seberapa lengkap cakupan auditnya.

3. Menangkap Interaksi Antarproses

Satu proses sering melibatkan banyak departemen. Proses pengadaan barang dan jasa misalnya melibatkan pengajuan, purchasing, keuangan, direksi, sampai gudang. Checklist membuat titik-titik serah terima antardepartemen ikut terperiksa, bukan hanya proses di dalam satu unit.

4. Menjaga Kedalaman Pemeriksaan

Tanpa checklist, audit mudah berhenti pada jawaban ya atau tidak. Dengan pertanyaan yang disusun berlapis, pemeriksaan menggali sampai bukti. Contohnya untuk kebijakan mutu:

  • Apakah kebijakan mutu telah ditetapkan?
  • Apakah kebijakan tersebut memenuhi persyaratan ISO 9001:2015 klausul 5.2.1? Catatan: harus memuat komitmen memenuhi persyaratan yang berlaku dan pernyataan perbaikan berkelanjutan.
  • Apakah kebijakan mutu telah disosialisasikan kepada seluruh karyawan, dan bagaimana caranya? Catatan: ambil sampel beberapa karyawan lalu tanyakan isi kebijakan mutu perusahaan.
  • Apakah kebijakan mutu dievaluasi secara berkala?

10 Contoh Checklist Audit Internal

Contoh Checklist Audit Internal
Contoh Checklist Audit Internal (sumber: Inspages.com)

Berikut sepuluh area yang umumnya masuk dalam checklist audit internal perusahaan, lengkap dengan pertanyaan dan bukti yang perlu diminta pada masing-masing area.

1. Kepatuhan terhadap Kebijakan Perusahaan

Memverifikasi apakah kebijakan internal sudah diimplementasikan, dipahami, dan diperbarui sesuai kebutuhan.

  • Apakah seluruh kebijakan perusahaan didokumentasikan dengan jelas dan disahkan?
  • Apakah karyawan memahami dan mengikuti kebijakan tersebut?
  • Kapan terakhir kali kebijakan ditinjau dan siapa yang menyetujuinya?
  • Bukti: dokumen kebijakan bertanggal, daftar hadir sosialisasi, berita acara peninjauan.

2. Pengelolaan Risiko

Mengevaluasi sejauh mana perusahaan mengidentifikasi dan mengelola risiko yang berpotensi merugikan.

  • Apakah perusahaan telah mengidentifikasi risiko utamanya?
  • Apakah langkah mitigasi dijalankan dan efektif?
  • Siapa pemilik risiko untuk setiap risiko utama, dan bagaimana pemantauannya dilaporkan?
  • Bukti: daftar risiko, hasil penilaian risiko, laporan pemantauan tindak lanjut.

3. Proses Operasional

Memastikan proses berjalan sesuai standar sekaligus mencari inefisiensi yang bisa diperbaiki.

  • Apakah setiap langkah proses telah sesuai standar yang ditetapkan?
  • Apakah ada langkah yang dapat disederhanakan atau digabung?
  • Apakah SOP yang berlaku sudah mencerminkan praktik yang benar-benar dijalankan di lapangan?
  • Bukti: dokumen SOP, observasi lapangan, catatan waktu proses.

4. Pengendalian Keuangan

Memeriksa apakah transaksi dicatat tepat dan transparan serta mematuhi standar pelaporan.

  • Apakah pencatatan transaksi dilakukan secara akurat dan tepat waktu?
  • Apakah prosedur pelaporan keuangan sesuai standar akuntansi yang berlaku?
  • Apakah terdapat pemisahan fungsi antara pihak yang mengotorisasi, mencatat, dan menyimpan aset?
  • Bukti: sampel jurnal dan dokumen pendukung, matriks kewenangan, rekonsiliasi bank.

5. Sumber Daya Manusia

Memeriksa pengelolaan SDM dari rekrutmen hingga penilaian kinerja.

  • Apakah proses rekrutmen dan pelatihan dijalankan sesuai kebijakan?
  • Apakah sistem penilaian kinerja diterapkan secara adil dan terdokumentasi?
  • Apakah data kepegawaian dan kontrak kerja mutakhir?
  • Bukti: berkas rekrutmen, catatan pelatihan, formulir penilaian kinerja, sampel kontrak.

6. Keamanan Informasi

ilustrasi bentuk sistem keamanan
Sistem Keamanan (sumber: Pexels.com)

Memeriksa sejauh mana sistem keamanan melindungi data penting dari ancaman internal maupun eksternal.

  • Apakah kebijakan keamanan data diterapkan dan dipatuhi?
  • Apakah hak akses ditinjau berkala dan dicabut saat karyawan pindah atau keluar?
  • Apakah pencadangan data diuji pemulihannya, bukan sekadar dijalankan?
  • Bukti: daftar hak akses, log peninjauan, catatan uji pemulihan cadangan.

7. Kepatuhan terhadap Regulasi

Memastikan perusahaan mematuhi hukum dan regulasi sektornya serta mendokumentasikan bukti kepatuhan.

  • Apakah perusahaan mematuhi seluruh regulasi yang berlaku di sektornya?
  • Apakah perizinan dan sertifikasi masih berlaku?
  • Apakah temuan audit eksternal sebelumnya sudah ditindaklanjuti?
  • Bukti: dokumen perizinan, laporan audit eksternal, matriks tindak lanjut temuan.

8. Kualitas dan Manajemen Produksi

Area ini yang paling sering ditanyakan untuk audit bagian produksi. Fokusnya memastikan produk memenuhi standar mutu dan ada mekanisme menangani produk tidak sesuai.

  • Apakah terdapat sistem kontrol kualitas yang efektif di setiap tahap produksi?
  • Apakah produk cacat diidentifikasi, dipisahkan, dan ditangani sesuai prosedur?
  • Apakah alat ukur dan mesin dikalibrasi sesuai jadwal?
  • Bagaimana keluhan pelanggan ditelusuri kembali ke proses produksinya?
  • Bukti: catatan inspeksi mutu, laporan produk tidak sesuai, sertifikat kalibrasi, register keluhan.

9. Lingkungan, Kesehatan, dan Keselamatan (HSSE)

Mengevaluasi kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dan pelatihan berkala bagi karyawan.

  • Apakah protokol keselamatan kerja dipatuhi secara konsisten?
  • Apakah pelatihan keselamatan diselenggarakan teratur dan tercatat?
  • Apakah insiden dan nyaris celaka dilaporkan serta ditindaklanjuti?
  • Bukti: daftar hadir pelatihan, register insiden, hasil inspeksi K3, dokumentasi APD.

10. Dokumentasi dan Arsip

Memastikan dokumen dikelola dengan baik mulai dari penyimpanan, akses, hingga pengarsipan.

  • Apakah semua dokumen penting tersimpan dengan aman?
  • Apakah ada prosedur pengaksesan dan pengarsipan yang diikuti?
  • Apakah masa retensi dokumen ditetapkan dan dipatuhi?
  • Bukti: daftar induk dokumen, jadwal retensi, log peminjaman arsip.

Checklist Audit Internal ISO 9001

Untuk audit sistem manajemen mutu, checklist disusun mengikuti klausul ISO 9001:2015 alih-alih area fungsional. Susunan yang lazim dipakai:

  • Klausul 4 — konteks organisasi, isu internal dan eksternal, pihak berkepentingan, ruang lingkup sistem mutu.
  • Klausul 5 — kepemimpinan, kebijakan mutu, peran dan tanggung jawab.
  • Klausul 6 — perencanaan, penanganan risiko dan peluang, sasaran mutu.
  • Klausul 7 — dukungan: sumber daya, kompetensi, kesadaran, komunikasi, informasi terdokumentasi.
  • Klausul 8 — operasi, pengendalian proses, penyedia eksternal, produk tidak sesuai.
  • Klausul 9 — evaluasi kinerja, kepuasan pelanggan, audit internal, tinjauan manajemen.
  • Klausul 10 — peningkatan, ketidaksesuaian, dan tindakan korektif.

Setiap klausul dijabarkan menjadi pertanyaan berlapis seperti contoh kebijakan mutu di atas, lalu diisi ke format form yang sama.

Baca juga: Audit Mutu Internal: 2 Tahap Pelaksanaan, Contoh, dan Manfaatnya

FAQ Seputar Checklist Audit Internal

Checklist adalah apa?

Checklist adalah daftar poin yang dicentang satu per satu untuk memastikan seluruhnya sudah dikerjakan atau diperiksa. Dalam audit, poin-poin tersebut berbentuk pertanyaan pemeriksaan yang setiap jawabannya harus didukung bukti.

Apa itu checklist audit internal?

Checklist audit internal adalah daftar pertanyaan pemeriksaan yang disusun auditor sebelum audit dijalankan, dipakai untuk memastikan setiap aspek penting dari suatu proses benar-benar diperiksa dan tidak ada yang terlewat.

Apa saja kolom dalam form audit internal?

Umumnya enam kolom: nomor, area atau klausul yang diperiksa, pertanyaan audit, bukti yang diminta, hasil (sesuai / tidak sesuai / N/A), serta catatan auditor yang memuat nomor dokumen atau nama narasumber.

Apa bedanya checklist audit dengan program kerja audit internal?

Checklist berisi pertanyaan yang diajukan saat pemeriksaan berlangsung, sedangkan program kerja audit internal berisi rencana penugasan secara keseluruhan — tujuan, ruang lingkup, jadwal, dan alokasi tim. Checklist adalah alat kerja di lapangan, program kerja adalah kerangka penugasannya.

Area apa saja yang perlu masuk checklist audit internal?

Sepuluh area: kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan, pengelolaan risiko, proses operasional, pengendalian keuangan, sumber daya manusia, keamanan informasi, kepatuhan terhadap regulasi, kualitas dan manajemen produksi, lingkungan kesehatan dan keselamatan (HSSE), serta dokumentasi dan arsip.

Apa contoh pertanyaan audit internal bagian produksi?

Antara lain: apakah terdapat sistem kontrol kualitas di setiap tahap produksi, apakah produk cacat diidentifikasi dan dipisahkan sesuai prosedur, apakah alat ukur dan mesin dikalibrasi sesuai jadwal, serta bagaimana keluhan pelanggan ditelusuri kembali ke proses produksinya.

Apakah checklist audit internal diwajibkan ISO 9001:2015?

Tidak diwajibkan secara eksplisit dalam standar, tetapi penyusunannya sangat direkomendasikan karena manfaatnya besar bagi kelengkapan dan kedalaman audit.

Kapan sebaiknya checklist audit internal disusun?

Sebelum hari audit berlangsung. Dengan menyiapkan pertanyaan lebih dulu, auditor tampil lebih siap di hadapan auditee dan pemeriksaan berjalan lebih terstruktur.

Susun Checklist Audit Internal Lebih Cepat bersama Audithink

Menyusun ulang checklist dari nol untuk setiap penugasan menghabiskan waktu, dan jawabannya sering tercerai dari bukti pendukungnya. Audithink, internal audit management software untuk perusahaan dan BUMN di Indonesia, menyediakan template checklist yang dapat dipakai ulang, menautkan setiap jawaban ke bukti yang diunggah, dan memantau tindak lanjut temuannya dalam satu platform.

Lihat fitur Audithink atau jadwalkan demo untuk melihat cara kerjanya.

Konsultasi dengan Tim Audithink untuk membahas kebutuhan audit internal perusahaan Anda.

Cari tahu bagaimana penerapan aplikasi audit dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan secara berkelanjutan.

Konsultasi Kebutuhan Anda

Artikel Terkait

Memilih alternatif AuditBoard Optro
Perbandingan Audithink dan TeamMate Plus
Perbandingan Audithink dan Optro AuditBoard