Tentu Anda tidak asing bukan dengan istilah audit planning atau perencanaan audit yang merupakan salah satu tahap penting dalam audit.
Pada umumnya, auditor membuat perencanaan audit guna memastikan pelaksanaan audit dapat berjalan dengan optimal.
Mulai dari menentukan tujuan audit, sasaran, dan masih banyak lagi untuk memberikan hasil audit yang dapat membantu keberlangsungan suatu bisnis atau perusahaan.
Untuk lebih memahami mengapa perencanaan audit dianggap krusial dalam prosedur audit, simak penjelasan artikel berikut ini!
Perencanaan Audit
Perencanaan audit adalah rancangan yang dibuat oleh seorang auditor dalam menjalankan pemeriksaan secara menyeluruh kepada suatu organisasi.
Dimana hal itu dimulai dari tahap awal untuk mengenali scope klien hingga tahap akhir untuk melaporkan hasil audit kepada manajemen perusahaan atau organisasi.
Tujuan utama melakukan perencanaan audit adalah memungkinkan berbagai jenis audit, seperti audit operasional, audit keuangan, audit kepatuhan, audit lainnya dapat terlaksana secara efektif dan optimal.
Audit planning memiliki peran yang penting dalam proses audit karena dapat membantu auditor untuk menyajikan laporan keuangan yang lebih akurat dan membantu mengidentifikasi adanya ketidaksesuaian berupa kecurangan atau tindakan yang tidak menguntungkan perusahaan.
Apabila perencanaan audit dibuat dengan baik, maka pelaksanaan audit juga akan mengantongi kesuksesan yang mendorong keberlanjutan perusahaan Anda.
8 Tahap Perencanaan Audit
Langkah-langkah perencanaan audit menjadi tahap yang mengawali proses audit secara keseluruhan hingga tahap penyusunan laporan audit.
Secara ringkas, ada delapan tahap perencanaan audit:
| Tahap | Inti kegiatan | Keluaran |
|---|---|---|
| 1. Penerimaan klien | Menilai kelayakan calon klien dan menghubungi auditor terdahulu | Engagement letter |
| 2. Pemahaman perikatan | Menyamakan pemahaman peran dan tanggung jawab kedua pihak | Kesepakatan lingkup kerja |
| 3. Pengembangan strategi audit | Menetapkan materialitas, jadwal, dan pendekatan atas risiko salah saji | Strategi audit menyeluruh |
| 4. Pemilihan tim audit | Menyusun tim sesuai kompetensi industri klien | Susunan dan jadwal tim |
| 5. Pertimbangan tenaga ahli | Menilai perlunya pakar di luar kompetensi auditor | Keputusan pelibatan ahli |
| 6. Pemahaman bisnis klien | Memetakan kondisi internal, eksternal, dan regulasi industri | Profil dan konteks bisnis |
| 7. Penilaian risiko | Mengevaluasi pengendalian internal dengan kerangka COSO | Peta risiko dan area fokus |
| 8. Prosedur analitis | Membandingkan laporan keuangan dengan ekspektasi, industri, dan periode lalu | Indikasi akun tidak wajar |
Diantara prosedur perencanaan audit yang perlu Anda ketahui sebelum melaksanakan audit adalah sebagai berikut:
1. Penerimaan Klien dan Kelanjutan Hubungan dengan Klien
Dalam hal ini, auditor akan menjalankan perencanaan awal berdasarkan kebijakan dan prosedur yang diatur oleh Kantor Akuntan Publik, yakni prosedur Client Acceptance and Continuance.
Prosedur tersebut dilakukan untuk memastikan auditor hanya akan menerima klien dengan standar yang sesuai dengan kebijakan.
Standar pengendalian mutu yang mengaturnya adalah International Standard on Quality Management (ISQM) 1, yang sejak Desember 2022 menggantikan ISQC 1. Padanannya di Indonesia adalah Standar Manajemen Mutu (SMM) 1 yang diterbitkan IAPI. Berdasarkan standar tersebut, auditor meninjau penerimaan klien atau kelanjutan hubungan berdasarkan beberapa faktor berikut:
- Memastikan latar belakang perusahaan klien, seperti struktur, jenis, reputasi, dan lainnya
- Berkomunikasi dengan auditor terdahulu (jika klien diaudit oleh auditor lain sebelumnya)
- Melibatkan bantuan dari ahli di bidang tertentu
- Memilih anggota tim audit
- Menerima engagement letter untuk menyatakan kesepakatan dan kesepahaman
2. Pemahaman Mengenai Perikatan Audit
Tahap perencanaan audit ini meliputi pemahaman auditor dan klien terhadap peran, tanggung jawab, dan ketentuan dalam perikatan yang terlampir dalam engagement letter tersebut.
3. Pengembangan Strategi Audit
Pada tahap perencanaan audit ini, auditor akan mengembangkan strategi sebagai senjata untuk menghadapi risiko kesalahan penyajian dalam laporan keuangan, seperti error atau kecurangan.
Pengembangan strategi tersebut dilakukan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi proses audit berdasarkan hasil prosedur analitis terhadap kondisi dan lingkup bisnis klien.
Seiring berjalannya audit yang dinamis, strategi dapat berubah berdasarkan menghasilkan informasi yang berbeda dari sebelumnya. Pengembangan strategi tersebut meliputi beberapa aspek berikut:
- Memahami karakteristik yang berkaitan dengan proses audit, seperti kerangka laporan keuangan dan jenis industri
- Menentukan tanggal pelaporan, seperti batas waktu audit dan jadwal kerja tim
- Menentukan tingkat materialitas berdasarkan aset, laba bersih, atau pendapatan bisnis
- Mengidentifikasi risiko audit dan mengevaluasi pengendalian internal
- Merencanakan penggunaan sumber daya
4. Pemilihan Anggota Audit

Tahap perencanaan audit selanjutnya adalah memilih anggota tim audit berdasarkan kompetensinya terhadap industri bisnis klien.
Selain aspek keahliannya, tim audit yang biasa terdiri dari rekan, manajer, staf audit senior, dan staf junior harus memahami standar profesional dan kode etik akuntan.
Baca Juga: Kode Etik Internal Audit sebagai Standar dalam Pelaksanaan Audit Internal
5. Pertimbangan Bantuan Tenaga Ahli
Berdasarkan ISA (International Standard of Auditing) 620, seorang dikatakan tenaga ahli jika ia memiliki kemampuan, keahlian, dan pengalaman yang mumpuni dalam bidang tertentu di luar kompetensi seorang auditor.
Mempertimbangkan untuk melibatkan tenaga ahli menjadi salah satu hal yang harus dilakukan dalam membangun strategi audit, khususnya dalam valuasi akun tertentu pada laporan keuangan yang material.
6. Pemahaman Mengenai Kondisi Lingkungan Bisnis Klien
Kondisi lingkungan bisnis klien meliputi lingkungan internal dan eksternal bisnis, kondisi ekonomi industri, peraturan pelaporan keuangan, dan dampak kompetisi bisnis. Pengaturannya kini ada pada ISA 315 — di Indonesia diadopsi sebagai SA 315 — yang menggantikan ISA 310 tentang Knowledge of the Business.
Memahami kondisi lingkungan bisnis klien menjadi hal yang penting, karena memungkinkan auditor untuk menilai risiko kesalahan penyajian dalam laporan keuangan setiap industri dan perusahaan.
Pemahaman kondisi lingkungan bisnis dan hasil penilaian risiko tersebut dapat digunakan untuk menentukan jumlah dan cakupan bukti audit yang perlu dikumpulkan.
7. Penilaian Risiko
Tahap perencanaan audit ini dilakukan setelah auditor memahami betul kondisi lingkup perusahaan klien. Penilaian risiko dilakukan dengan meninjau efektivitas pelaksanaan pengendalian internal yang merujuk pada kerangka COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission).
8. Prosedur Analitis

Berdasarkan ISA (International Standard on Auditing) 520, auditor perlu mempertimbangkan laporan keuangan klien bersama beberapa pertimbangan lain dalam menjalankan prosedur analitis.
Diantara yang perlu dipertimbangkan untuk mengidentifikasi adanya ketidakwajaran dalam laporan keuangan adalah sebagai berikut:
a. Ekspektasi Perusahaan dan Auditor
Dimana auditor akan membandingkan laporan keuangan dengan ekspektasi perusahaan berupa budget atau forecast report dan ekspektasi auditor berupa perhitungan auditor mengenai estimasi besarnya beban depresiasi dengan metode yang digunakan perusahaan
b. Informasi Keuangan Perusahaan di Industri Serupa
Dimana auditor akan membandingkan rasio finansial dari perusahaan klien dengan perusahaan lain dari industri yang sama untuk diidentifikasi perbedaannya.
c. Informasi Keuangan Perusahaan di Periode Sebelumnya
Dimana auditor akan melihat data keuangan perusahaan dari tahun ke tahun untuk mengidentifikasi kenaikan dan penurunan signifikan pada akun tertentu.
Hal tersebut memungkinkan auditor untuk meninjau penyebab dan merancang prosedur untuk menghadapinya.
Contoh Perencanaan Audit
Sebuah rencana audit yang sudah jadi umumnya berbentuk dokumen singkat berisi identitas auditee, ruang lingkup, standar acuan, nama auditor, serta jadwal kegiatan per sesi. Berikut contohnya, diambil dari rencana audit penilaian awal Verifikasi Legalitas Kayu (VLK) yang dipublikasikan SILK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
a. Informasi Umum Auditee
| Auditee | PT Thaka Sukses Mandiri |
| Jenis audit | Penilaian awal |
| Ruang lingkup | Seluruh bagian sistem manajemen Verifikasi Legalitas Kayu (VLK) |
| Informasi yang dicantumkan | Jenis izin usaha, kapasitas produksi, alamat kantor, lokasi pabrik, ruang lingkup sertifikasi, standar acuan |
| Metode pelaksanaan | Remote (jarak jauh) |
| Waktu audit | 2–3 November 2020 |
b. Jadwal Kegiatan Audit
| Hari dan waktu | Kegiatan |
|---|---|
| 2 Nov 2020, 10.00–12.00 | Opening meeting; wawancara dengan pendamping; verifikasi dokumen P1 (legalitas), P2 (bahan baku dan produksi), P3 (penjualan), P4 (K3 dan ketenagakerjaan) |
| 2 Nov 2020, 13.00–15.00 | Verifikasi dokumen P1 (legalitas) dan P4 (K3); verifikasi dokumen P2 (bahan baku, produksi) dan P3 (penjualan) |
| 3 Nov 2020, 10.00–12.00 | Observasi lapangan: bahan baku, proses produksi, dan implementasi K3 |
| 3 Nov 2020, 15.00–17.00 | Konfirmasi dokumen dan closing meeting |
Rencana audit tersebut meliputi verifikasi legalitas kayu terhadap setiap bagian sistem manajemen auditee, verifikasi dokumen, peninjauan lapangan, dan wawancara. Perencanaan audit juga melampirkan nama auditor serta bahasa yang digunakan selama audit berlangsung.
Perhatikan bahwa setiap sesi dalam jadwal punya penanggung jawab dan objek pemeriksaan yang jelas. Inilah yang membedakan rencana audit dari sekadar daftar niat: waktu, orang, dan dokumen yang diperiksa sudah terikat sejak sebelum audit dimulai.
FAQ Seputar Perencanaan Audit
Apa itu perencanaan audit?
Perencanaan audit atau audit planning adalah rancangan yang dibuat auditor untuk menjalankan pemeriksaan menyeluruh terhadap suatu organisasi — mulai dari tahap awal mengenali scope klien hingga tahap akhir melaporkan hasil audit kepada manajemen.
Ada berapa tahap perencanaan audit?
Delapan tahap: penerimaan klien, pemahaman perikatan lewat engagement letter, pengembangan strategi audit, pemilihan tim audit, pertimbangan tenaga ahli, pemahaman kondisi bisnis klien, penilaian risiko, dan prosedur analitis. Urutannya berjalan dari penilaian kelayakan klien sampai indikasi awal akun yang tidak wajar.
Mengapa perencanaan audit penting?
Perencanaan yang baik memungkinkan berbagai jenis audit — operasional, keuangan, maupun kepatuhan — terlaksana secara efektif dan optimal. Perencanaan juga membantu auditor menyajikan laporan keuangan yang lebih akurat serta mengidentifikasi ketidaksesuaian berupa kecurangan atau tindakan yang merugikan perusahaan.
Apa saja langkah-langkah perencanaan audit?
Delapan langkah: penerimaan klien dan kelanjutan hubungan dengan klien, pemahaman mengenai perikatan audit lewat engagement letter, pengembangan strategi audit, pemilihan anggota tim audit, pertimbangan bantuan tenaga ahli, pemahaman kondisi lingkungan bisnis klien, penilaian risiko, serta pelaksanaan prosedur analitis.
Apa isi sebuah dokumen rencana audit?
Umumnya memuat identitas auditee, jenis dan ruang lingkup audit, standar acuan, metode pelaksanaan, nama auditor, serta jadwal kegiatan per sesi lengkap dengan dokumen yang akan diverifikasi. Jadwal inilah yang mengikat waktu, orang, dan objek pemeriksaan sebelum audit dimulai.
Apa saja yang tercakup dalam strategi audit?
Memahami karakteristik yang berkaitan dengan proses audit seperti kerangka laporan keuangan dan jenis industri, menentukan tanggal pelaporan dan jadwal kerja tim, menetapkan tingkat materialitas berdasarkan aset atau laba bersih, mengidentifikasi risiko audit sekaligus mengevaluasi pengendalian internal, serta merencanakan penggunaan sumber daya.
Siapa saja yang termasuk dalam tim audit?
Tim audit umumnya terdiri dari rekan, manajer, staf audit senior, dan staf junior. Selain dipilih berdasarkan kompetensi terhadap industri bisnis klien, seluruh anggota harus memahami standar profesional dan kode etik akuntan.
Apa yang dibandingkan auditor dalam prosedur analitis?
Berdasarkan ISA 520, auditor membandingkan laporan keuangan dengan ekspektasi perusahaan berupa budget atau forecast report serta perhitungan estimasi auditor, dengan rasio finansial perusahaan lain di industri serupa, dan dengan data keuangan periode sebelumnya untuk menemukan kenaikan atau penurunan signifikan pada akun tertentu.
Baca juga — pertimbangan risiko dan waktu dalam perencanaan audit:
- Berapa Lama Batas Audit? Panduan Praktis untuk Manajemen dan Tim Audit
- Control Risk dalam Audit: Pengertian, Contoh, dan Cara Menilainya
Kesimpulan
Demikian adalah penjelasan lengkap mengenai perencanaan audit sebelum melaksanakan proses pemeriksaan secara menyeluruh terhadap aspek tertentu.
Dalam menjalankan audit, Anda bersama tim audit perusahaan dapat memanfaatkan Audithink untuk melakukan perencanaan audit, manajemen tugas, pengisian audit paper, pelaporan hasil audit, hingga tahap monitoring pelaksanaan action plan.
Dalam proses audit, Audithink merupakan aplikasi yang memungkinkan Anda dapat mengoptimalkan operasional dan memitigasi risiko, sehingga dapat menghasilkan output yang berkualitas.
Lalu tunggu apa lagi? Segera jadwalkan demo aplikasi untuk mencoba Audithink!



