Transisi ke Global Internal Audit Standards (GIAS) 2025: Panduan dan Perubahan Kunci

global internal audit

Rekomendasi Topik

Bagikan Artikel

Siap Tingkatkan Proses Audit Internal Anda?

Temukan fitur lengkap Audithink dan pilih paket harga yang cocok untuk tim audit Anda. Mulai transformasi audit sekarang!

Transisi ke Global Internal Audit Standards (GIAS) bukan sekadar formalitas regulasi, melainkan momentum krusial bagi perusahaan untuk memperkuat tata kelola, independensi, dan kualitas pengawasan internal di tengah kompleksitas bisnis modern."
Daftar Isi
global internal audit

Foto oleh Vitaly Gariev di Unsplash

Fungsi audit internal perlu beradaptasi dengan perubahan risiko, teknologi, dan ekspektasi pemangku kepentingan. Standar profesional membantu auditor menjaga kualitas serta relevansi pemeriksaan.

Artikel ini membahas perubahan kerangka IPPF, lima domain GIAS, dan langkah penerapan dalam operasional perusahaan. Pembahasan juga mencakup tata kelola, kompetensi auditor, dan digitalisasi proses audit.

Memahami Latar Belakang Transformasi Kerangka Kerja IPPF

Perubahan lingkungan bisnis mendorong fungsi audit internal untuk terus beradaptasi dengan risiko dan kebutuhan organisasi. Melalui pembaruan International Professional Practices Framework (IPPF), The Institute of Internal Auditors (IIA) memperkenalkan Global Internal Audit Standards (GIAS) untuk memperkuat kualitas dan konsistensi praktik audit internal secara global.

Keterbatasan IPPF Lama dalam Menghadapi Kompleksitas Bisnis Modern

Kerangka IPPF sebelumnya menjadi acuan penting bagi profesi audit internal. Namun, perkembangan teknologi, perubahan regulasi, dan meningkatnya kompleksitas operasional menuntut pendekatan audit yang lebih adaptif.

Risiko seperti keamanan siber, penyalahgunaan data, dan ketergantungan pada pihak ketiga juga membutuhkan perhatian lebih besar. Auditor perlu menyesuaikan penilaian risiko dan metode pemeriksaan agar tetap relevan dengan kondisi bisnis.

Kebutuhan tersebut mendorong pembaruan standar yang memberikan arahan lebih jelas mengenai tata kelola, pengelolaan fungsi audit, dan pelaksanaan penugasan. Dengan begitu, audit internal dapat memberikan penilaian yang relevan terhadap risiko serta membantu organisasi mencapai tujuannya.

Urgensi Penyelarasan Global Internal Audit Standards oleh IIA

IIA mengembangkan GIAS untuk menyediakan standar profesional yang konsisten bagi auditor internal di berbagai sektor dan wilayah. Standar ini memperjelas prinsip, persyaratan, dan tanggung jawab yang perlu diterapkan dalam menjalankan fungsi audit internal. Dengan acuan yang sama, praktik global internal audit dapat dibandingkan lintas organisasi.

Penyelarasan global juga membantu organisasi memahami ekspektasi terhadap kualitas audit, independensi, etika, dan akuntabilitas auditor. Kerangka yang seragam memudahkan penerapan praktik profesional tanpa mengabaikan perbedaan kebutuhan serta konteks setiap organisasi.

Bagi perusahaan, penerapan GIAS menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kebijakan, memperbaiki metodologi pemeriksaan, dan meningkatkan kompetensi auditor. Langkah ini membantu fungsi audit internal memberikan nilai tambah melalui pengawasan dan rekomendasi yang lebih terarah.

Analisis Perubahan IPPF ke GIAS dan Struktur 5 Domain Utama

GIAS 2024 memperbarui kerangka IPPF dengan struktur yang lebih terarah untuk mendukung penerapan standar audit internal. Kerangka ini terdiri dari lima domain yang saling berkaitan, mulai dari tujuan audit hingga pelaksanaan penugasan. Untuk gambaran penerapannya di lingkungan Satuan Pengawasan Intern (SPI) perguruan tinggi, baca pembahasan GIAS 2024 untuk SPI perguruan tinggi.

Lima domain utama GIAS meliputi:

  1. Domain I – Purpose of Internal Auditing: menjelaskan tujuan audit internal dalam membantu organisasi menciptakan, melindungi, dan mempertahankan nilai.
  2. Domain II – Ethics and Professionalism: mengatur etika dan profesionalisme auditor, termasuk integritas, objektivitas, kompetensi, dan kerahasiaan.
  3. Domain III – Governing the Internal Audit Function: membahas mandat, independensi, pengawasan, serta hubungan fungsi audit dengan dewan dan manajemen senior.
  4. Domain IV – Managing the Internal Audit Function: mencakup perencanaan strategis, pengelolaan sumber daya, komunikasi, dan peningkatan kualitas fungsi audit.
  5. Domain V – Performing Internal Audit Services: mengatur perencanaan penugasan, pelaksanaan pemeriksaan, penyampaian hasil, dan pemantauan tindak lanjut.

Kelima domain tersebut menjadi acuan bagi organisasi dalam membangun fungsi audit internal yang konsisten dan efektif.

Penyatuan Elemen Wajib dan Panduan Operasional dalam Satu Kerangka

GIAS menyatukan prinsip, standar, persyaratan, pertimbangan implementasi, dan contoh bukti kesesuaian dalam satu kerangka. Susunan ini membantu auditor memahami persyaratan yang harus dipenuhi sekaligus cara menerapkannya dalam pekerjaan. Dengan pemahaman tersebut, penerapan global internal audit dapat dilakukan secara lebih terarah.

Organisasi perlu meninjau kebijakan serta prosedur audit yang sudah berjalan untuk mengidentifikasi bagian yang sesuai dan aspek yang masih membutuhkan penyesuaian.

Hasil evaluasi dapat digunakan untuk memperbarui metodologi audit, menentukan prioritas perbaikan, dan menyiapkan dokumentasi yang diperlukan. Dengan demikian, penerapan GIAS menjadi lebih terarah dan mudah dievaluasi.

Penguatan Tata Kelola (Governance) dan Sinergi dengan Komite Audit

GIAS menekankan pentingnya tata kelola yang mendukung independensi dan efektivitas fungsi audit internal. Hal ini mencakup kejelasan mandat, tanggung jawab, jalur pelaporan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan audit. Pembahasan tentang three lines model dapat membantu memperjelas pembagian peran antara manajemen, fungsi pengawasan, dan audit internal.

Komite audit atau organ pengawas yang relevan berperan dalam mendukung fungsi audit internal. Hubungan yang jelas dengan kepala audit internal membantu memastikan temuan penting, kebutuhan sumber daya, dan kendala pelaksanaan audit dapat dikomunikasikan dengan tepat.

Koordinasi secara berkala juga membantu menyelaraskan rencana audit dengan risiko utama perusahaan. Pembahasan dapat mencakup prioritas pemeriksaan, temuan signifikan, dan tindak lanjut rekomendasi.

Melalui tata kelola yang jelas dan komunikasi yang efektif, fungsi audit internal dapat memberikan informasi yang relevan bagi pengawasan serta mendukung pengambilan keputusan perusahaan.

Kunci Penerapan Standar GIAS IIA untuk Audit Internal

global internal audit

Foto oleh Berke Citak di Unsplash

Penerapan GIAS membutuhkan perencanaan audit berbasis risiko, auditor yang kompeten, serta evaluasi kualitas secara berkala. Ketiga aspek ini membantu memastikan kegiatan audit berjalan efektif dan sesuai dengan tujuan organisasi.

Penilaian Risiko Berkelanjutan (Continuous Risk Assessment)

Penilaian risiko berkelanjutan membantu auditor mengidentifikasi perubahan risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan perusahaan. Proses ini mencakup evaluasi risiko operasional, keuangan, kepatuhan, keamanan informasi, dan tata kelola.

Auditor perlu mempertimbangkan perubahan proses bisnis, penggunaan teknologi, regulasi, serta kondisi pasar. Hasil penilaian digunakan untuk menentukan prioritas audit dan menyesuaikan rencana pemeriksaan dengan tingkat risiko yang dihadapi perusahaan.

Perusahaan dapat menerapkan langkah berikut:

  • Memetakan risiko berdasarkan dampak dan kemungkinan terjadinya.
  • Memperbarui penilaian risiko ketika muncul perubahan signifikan.
  • Menentukan prioritas pemeriksaan berdasarkan tingkat risiko.
  • Mendokumentasikan hasil penilaian sebagai dasar perencanaan audit.
  • Memantau tindak lanjut atas temuan berisiko tinggi.

Dengan pendekatan ini, audit internal tidak hanya berfokus pada masalah yang sudah terjadi, tetapi juga membantu mengidentifikasi potensi masalah sejak dini.

Peningkatan Standar Etika, Profesionalisme, dan Kualitas Auditor

GIAS menekankan pentingnya perilaku etis, objektivitas, kompetensi, kehati-hatian profesional, dan kerahasiaan dalam pelaksanaan audit internal. Auditor perlu menjalankan tugas secara independen dan menghindari konflik kepentingan yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan. Untuk memahami prinsip perilaku auditor secara lebih rinci, lihat kode etik internal audit.

Perusahaan dapat mendukung penerapan prinsip tersebut melalui pelatihan, evaluasi kinerja, pembaruan pengetahuan, dan pengembangan kompetensi auditor. Materi pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, termasuk pemahaman risiko, teknik audit, analisis data, dan penggunaan teknologi.

Selain kompetensi individu, perusahaan perlu memastikan kualitas kegiatan audit melalui evaluasi berkala. Proses ini mencakup peninjauan dokumentasi, kesesuaian prosedur dengan standar, kualitas temuan, serta efektivitas rekomendasi dan tindak lanjut.

Beberapa langkah yang dapat diterapkan meliputi:

  • Menyusun program pengembangan kompetensi auditor secara berkelanjutan.
  • Menerapkan pedoman etika dan mekanisme pelaporan konflik kepentingan.
  • Melakukan supervisi dan peninjauan hasil audit.
  • Mengevaluasi kesesuaian metodologi audit dengan GIAS.
  • Memantau pelaksanaan rekomendasi dan melakukan perbaikan proses.

Melalui penerapan etika, peningkatan kompetensi, dan evaluasi kualitas secara konsisten, perusahaan dapat memperkuat kepercayaan terhadap fungsi audit internal serta meningkatkan kontribusinya bagi organisasi.

Adaptasi Pedoman Baru Audit Internal 2025 dalam Operasional Perusahaan

Penerapan GIAS membutuhkan penyesuaian kebijakan, metode pengujian, dan dokumentasi audit internal. Perusahaan perlu mengevaluasi proses yang berjalan agar sesuai dengan standar terbaru.

Evaluasi Charter Audit dan Penyesuaian Metodologi Pengujian

Perusahaan perlu meninjau internal audit charter untuk memastikan mandat, wewenang, tanggung jawab, dan independensi auditor telah dijelaskan dengan baik.

Metodologi pengujian juga perlu disesuaikan melalui evaluasi risiko, prosedur pemeriksaan, dokumentasi bukti, dan pelaporan temuan. Dengan begitu, proses audit menjadi lebih terarah dan konsisten.

Digitalisasi Kertas Kerja dan Pelaporan Audit Berbasis Software

Penggunaan software audit membantu perusahaan mengelola kertas kerja, menyimpan bukti pemeriksaan, memantau temuan, dan melacak tindak lanjut dalam satu sistem.

Digitalisasi juga mempermudah penyusunan laporan dan meningkatkan keterlacakan dokumentasi. Perusahaan perlu memilih software yang sesuai dengan kebutuhan audit, keamanan data, dan alur kerja tim.

Baca Juga: 7 Software Audit Internal Terbaik untuk Bisnis 2026

Penutup

Transisi ke GIAS 2025 menjadi langkah penting untuk memperkuat tata kelola dan kualitas audit internal. Standar ini membantu perusahaan menerapkan proses audit yang lebih terstruktur dan konsisten. Penerapan global internal audit yang konsisten juga bergantung pada kesiapan tim dan dokumentasi yang rapi.

Perusahaan perlu mengevaluasi kesenjangan, memperbarui internal audit charter, meningkatkan kompetensi auditor, dan menyesuaikan metodologi pemeriksaan. Teknologi juga dapat membantu pengelolaan dokumentasi dan pemantauan tindak lanjut. Dalam proses ini, global internal audit menjadi acuan untuk menilai apakah setiap perubahan sudah sesuai standar.

Untuk mendukung proses audit internal yang lebih terstruktur, kunjungi website Audithink atau jadwalkan demo Audithink sesuai kebutuhan perusahaan.

FAQ

Apa itu Global Internal Audit Standards (GIAS) 2025?

GIAS adalah standar profesional audit internal yang diterbitkan IIA pada 9 Januari 2024 dan berlaku efektif pada 9 Januari 2025. Standar ini menjadi komponen wajib IPPF edisi 2024. 

Apa hubungan IPPF dengan GIAS?

IPPF merupakan kerangka profesional yang mencakup standar dan panduan audit internal. GIAS adalah komponen standar wajib dalam IPPF edisi 2024, bukan nama lain untuk seluruh kerangka IPPF.

Apa saja lima domain Global Internal Audit Standards?

Lima domainnya adalah Purpose of Internal Auditing, Ethics and Professionalism, Governing the Internal Audit Function, Managing the Internal Audit Function, dan Performing Internal Audit Services. 

Kapan Global Internal Audit Standards mulai berlaku efektif?

GIAS diterbitkan pada 9 Januari 2024 dan mulai berlaku efektif pada 9 Januari 2025. Fungsi audit internal perlu mengevaluasi penerapannya sesuai persyaratan standar dan konteks organisasi. 

Bagaimana perusahaan memulai transisi ke GIAS?

Perusahaan dapat memulai dengan penilaian kesenjangan, kemudian memperbarui kebijakan, internal audit charter, metodologi, dan rencana pengembangan kompetensi. Implementasi perlu dipantau melalui bukti dan evaluasi berkala.

Cari tahu bagaimana penerapan aplikasi audit dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan secara berkelanjutan.

Konsultasi Kebutuhan Anda

Artikel Terkait

Software audit berbasis risiko
qaip audit internal
standar audit internal