Dalam dunia keuangan, opini audit berperan penting dalam menilai kredibilitas laporan keuangan suatu perusahaan.
Namun, dalam kondisi tertentu, auditor mungkin memberikan opini tidak menyatakan pendapat atas audit yang dilakukan
Ketika hal ini terjadi, berarti auditor tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan yang telah diaudit.
Lantas, apa yang dimaksud dengan opini tidak menyatakan pendapat dan apa saja dasar pemberian opini tersebut? Temukan jawabannya dalam artikel berikut!
Apa Definisi Opini Tidak Menyatakan Pendapat?

Opini tidak menyatakan pendapat adalah pernyataan yang dikeluarkan oleh auditor yang menyatakan bahwa auditor tidak memberikan pendapat terkait laporan keuangan klien.
Auditor tidak menyatakan pendapat bila ia tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat, dan menyimpulkan bahwa kemungkinan dampak salah saji yang tidak terdeteksi bersifat material sekaligus pervasif (SA 705 Revisi 2021, paragraf 9).
Opini tidak menyatakan pendapat disebut juga dengan disclaimer of opinion, atau kerap disingkat disclaimer opinion dalam percakapan sehari-hari.
Disclaimer of opinion dalam audit berbeda dari disclaimer pelepasan tanggung jawab pada situs web atau produk. Kata pendapat di sini berarti opini auditor atas kewajaran laporan keuangan.
Apa Basis Opini Tidak Menyatakan Pendapat?
Basis opini tidak menyatakan pendapat adalah ketika auditor tidak dapat memperoleh bukti yang cukup untuk memberikan pendapat tentang kewajaran laporan keuangan.
Ini terjadi karena adanya pembatasan signifikan dalam lingkup audit, seperti ketidakmampuan untuk mengakses data penting yang diperlukan untuk pemeriksaan.
Akibatnya, auditor tidak dapat memastikan apakah ada kesalahan material dalam laporan keuangan yang dapat mempengaruhi keseluruhan informasi yang disajikan.
Menurut SA 705, ada dua kondisi utama:
- Auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat, dan kemungkinan dampak salah saji yang tidak terdeteksi material sekaligus pervasif (paragraf 9).
- Pada kondisi yang sangat jarang, ada banyak ketidakpastian yang dampak kumulatifnya membuat auditor tidak mungkin merumuskan opini, meskipun bukti atas setiap ketidakpastian sudah cukup (paragraf 10).
Dampak bersifat pervasif bila tidak terbatas pada unsur, akun, atau pos tertentu, mencakup proporsi yang substansial dari laporan keuangan, atau bersifat fundamental bagi pemahaman pengguna atas laporan keuangan (paragraf 5).
Bila ada pembatasan lingkup dari manajemen, auditor lebih dulu meminta manajemen mencabut pembatasan itu, mengomunikasikannya kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, dan mempertimbangkan prosedur alternatif. Bila dampaknya material tetapi tidak pervasif, auditor memberikan opini wajar dengan pengecualian. Bila material dan pervasif, auditor mengundurkan diri dari audit bila memungkinkan, atau menyatakan tidak menyatakan pendapat bila pengunduran diri tidak mungkin (paragraf 11 sampai 13).
Pemberian opini ini bukan hanya berarti auditor tidak memberikan pendapat, tetapi lebih pada pengakuan bahwa mereka tidak dapat melakukan audit secara menyeluruh.
Dengan demikian, tidak memungkinkan untuk auditor memberikan jaminan terkait kewajaran laporan keuangan.
Opini ini sering dipandang negatif karena auditor tidak memiliki dasar untuk menyatakan opini atas laporan keuangan. Penyebabnya beragam dan tidak otomatis berarti ada manipulasi.
Contoh Opini Tidak Menyatakan Pendapat
Lampiran SA 705 memuat dua ilustrasi laporan dengan opini tidak menyatakan pendapat. Keduanya diparafrasekan berikut.
- Satu unsur tunggal: auditor tidak dapat memperoleh bukti atas investasi pada ventura bersama di luar negeri yang nilainya lebih dari 90% aset bersih grup, karena tidak ada akses ke manajemen maupun auditor ventura tersebut.
- Banyak unsur: auditor baru ditunjuk setelah akhir tahun buku sehingga tidak dapat mengobservasi penghitungan fisik persediaan, dan sistem piutang yang baru menghasilkan banyak kesalahan.
Contoh Kasus Nyata: Tiga Pilar Sejahtera Food
Katadata melaporkan pada 24 Februari 2020 bahwa PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk menerima opini tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan 2017 (disajikan kembali) dan 2018. Menurut pemberitaan itu, alasannya antara lain auditor tidak diberi akses untuk mengaudit akun signifikan pada dua entitas anak atau terafiliasi, tidak ada data keuangan entitas yang pailit dan dikelola kurator, serta ketidakpastian material atas kelangsungan usaha. Ringkasan ini bersumber dari pemberitaan dan bukan dari laporan auditor.
Apakah Masalah Going Concern Selalu Berujung Opini Tidak Menyatakan Pendapat?
Tidak. Bila ketidakpastian material atas kelangsungan usaha diungkapkan secara memadai, auditor memberikan opini tanpa modifikasian disertai bagian terpisah berjudul Ketidakpastian Material yang Terkait dengan Kelangsungan Usaha (SA 570). Bila pengungkapannya tidak memadai, auditor memberikan opini wajar dengan pengecualian atau tidak wajar. Opini tidak menyatakan pendapat hanya muncul pada kondisi sangat jarang dengan banyak ketidakpastian (SA 705 paragraf 10).
Apa Implikasi Opini Tidak Menyatakan Pendapat bagi Bisnis?
Opini tidak menyatakan pendapat bukan hanya sekadar opini audit biasa namun membawa implikasi serius bagi perusahaan diantaranya.
1. Kehilangan Kepercayaan Stakeholder
Ketika auditor memberikan opini ini, hal tersebut dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan dari berbagai stakeholder yaitu seperti investor, kreditor, dan regulator.
Opini ini mengindikasikan bahwa auditor tidak dapat memberikan jaminan atas kewajaran laporan keuangan sehingga pihak luar meragukan stabilitas dan kredibilitas entitas.
2. Dampak Terhadap Reputasi
Perusahaan yang menerima opini tidak menyatakan pendapat dapat mengalami penurunan reputasi di pasar.
Bagi perusahaan tercatat, Bursa Efek Indonesia memberi notasi khusus “D” pada emiten yang memperoleh opini tidak menyatakan pendapat. Opini ini juga dapat memengaruhi pandangan investor dan kreditur.
3. Perlunya Tindakan Perbaikan
Dalam beberapa kasus, opini tidak menyatakan pendapat dapat menandakan adanya masalah serius yang perlu segera ditangani.
Perusahaan harus mengambil langkah-langkah perbaikan seperti pada pengendalian internal, sistem pelaporan keuangan, maupun aksesibilitas terhadap informasi yang dibutuhkan auditor.
4. Pengaruh terhadap Proses Pengambilan Keputusan
Opini ini juga dapat mempengaruhi keputusan manajerial dan strategis dalam entitas.
Pengambil keputusan mungkin perlu meninjau ulang anggaran, proyeksi, atau rencana investasi berdasarkan fakta bahwa laporan keuangan mereka belum diaudit secara memadai.
Apa yang Berubah pada Laporan Auditor Saat Opini Tidak Menyatakan Pendapat?
- Bagian Opini diberi judul Opini Tidak Menyatakan Pendapat, dan bagian Basis diberi judul Basis untuk Opini Tidak Menyatakan Pendapat.
- Pernyataan bahwa auditor telah mengaudit diubah menjadi bahwa auditor ditugasi untuk mengaudit.
- Kecuali diharuskan peraturan, laporan tidak mencantumkan Hal Audit Utama (SA 701) maupun Informasi Lain (SA 720).
Apa Saja Tips Menghindari Opini Tidak Menyatakan Pendapat?
Untuk menghindari opini audit yang tidak wajar, perusahaan perlu memastikan bahwa aspek-aspek penting telah dilakukan yaitu:
1. Menerapkan Pengendalian Internal yang Efektif
Efektivitas pengendalian internal tidak hanya memastikan laporan keuangan yang dihasilkan bersifat akurat.
Namun, pengendalian internal harus menghasilkan juga sistem yang solid untuk mengelola risiko dan kewajiban keuangan dengan transparansi yang tinggi.
2. Membangun Kebijakan Keuangan yang Kuat
Mengembangkan kebijakan keuangan yang jelas dan mematuhi prinsip akuntansi yang berlaku umum adalah langkah awal yang baik.
Kebijakan ini mempermudah proses pelaporan dan mengurangi potensi kesalahan yang dapat mempengaruhi opini auditor.
3. Melakukan Review Secara Berkala
Mengadakan tinjauan rutin terhadap kebijakan dan kontrol keuangan oleh tim audit internal membantu perusahaan mengidentifikasi potensi masalah lebih awal.
Hal ini memungkinkan perbaikan sebelum audit eksternal dilaksanakan sehingga mengurangi risiko masalah yang dapat merugikan opini audit.
4. Manfaatkan Perangkat Lunak Sebagai Solusi
Perangkat lunak manajemen audit internal dapat membantu menata perencanaan audit, dokumentasi, dan tindak lanjut, sehingga data lebih mudah disiapkan ketika auditor eksternal memintanya.
Bagaimana Posisi Opini Tidak Menyatakan Pendapat di Antara 4 Jenis Opini Audit?
Opini tidak menyatakan pendapat adalah salah satu opini paling serius, bersama opini tidak wajar, karena berada di titik temu dua masalah sekaligus: bukti audit yang tidak cukup, dan dampaknya yang menyebar (pervasif) ke banyak bagian laporan keuangan. Begini posisinya dibanding tiga opini lain, berdasarkan sifat masalah dan cakupannya:
| Sifat masalah | Material, tidak pervasif | Material dan pervasif |
|---|---|---|
| Laporan keuangan mengandung salah saji | Wajar dengan pengecualian | Tidak wajar |
| Auditor tidak memperoleh bukti yang cukup | Wajar dengan pengecualian | Tidak menyatakan pendapat |
Jika keterbatasan bukti tidak cukup pervasif untuk mengaburkan keseluruhan laporan, auditor memberikan wajar dengan pengecualian, bukan disclaimer. Baca perbandingan lengkap keempat jenis opini di artikel pilar opini audit, atau pelajari wajar tanpa pengecualian, wajar dengan pengecualian, dan tidak wajar satu per satu.
FAQ Seputar Opini Tidak Menyatakan Pendapat
Apa itu opini tidak menyatakan pendapat?
Opini tidak menyatakan pendapat atau disclaimer of opinion adalah pernyataan auditor bahwa ia tidak memberikan pendapat terkait laporan keuangan klien — bukan sekadar menahan opini, melainkan pengakuan bahwa audit tidak dapat dilakukan secara menyeluruh.
Apa dasar pemberian opini ini?
Auditor tidak dapat memperoleh bukti yang cukup untuk menilai kewajaran laporan keuangan, biasanya karena pembatasan signifikan dalam lingkup audit seperti ketidakmampuan mengakses data penting. Akibatnya auditor tidak bisa memastikan ada tidaknya kesalahan material.
Apa yang terjadi jika pembatasan lingkup dicabut?
Sebelum laporan diterbitkan, auditor meminta manajemen mencabut pembatasan lingkup. Bila pembatasan dicabut dan bukti cukup dapat diperoleh, auditor dapat memberikan opini lain. Bila tidak, auditor mempertimbangkan wajar dengan pengecualian, mengundurkan diri, atau tidak menyatakan pendapat (SA 705 paragraf 11 sampai 13).
Seperti apa contoh kasusnya?
Contoh dalam lampiran SA 705: auditor tidak dapat memperoleh bukti atas investasi pada ventura bersama di luar negeri yang bernilai besar, atau tidak dapat mengobservasi penghitungan fisik persediaan. Contoh nyata yang diberitakan: PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk untuk laporan keuangan 2017 dan 2018.
Apa implikasinya bagi perusahaan?
Kepercayaan investor, kreditor, dan regulator dapat menurun, reputasi di pasar terpengaruh, dan emiten memperoleh notasi khusus D dari Bursa Efek Indonesia. Perusahaan juga perlu segera melakukan tindakan perbaikan, dan keputusan manajerial seperti anggaran dan rencana investasi perlu ditinjau ulang.
Bagaimana cara menghindari opini tidak menyatakan pendapat?
Terapkan pengendalian internal yang efektif, bangun kebijakan keuangan yang jelas dan sesuai prinsip akuntansi berlaku umum, kelola arsip dokumen pendukung, siapkan akses data bagi auditor, lakukan review berkala oleh tim audit internal sebelum audit eksternal, dan rencanakan penghitungan fisik persediaan sebelum akhir tahun.
Apakah masalah going concern otomatis berujung opini tidak menyatakan pendapat?
Tidak. Ketidakpastian material kelangsungan usaha yang diungkapkan memadai menghasilkan opini tanpa modifikasian dengan bagian terpisah (SA 570). Opini tidak menyatakan pendapat hanya muncul pada kondisi sangat jarang dengan banyak ketidakpastian.
Apakah opini tidak menyatakan pendapat sama dengan opini tidak wajar?
Tidak. Pada opini tidak wajar, auditor sudah memperoleh bukti yang cukup dan menyimpulkan laporan keuangan salah saji secara material dan pervasif. Pada opini tidak menyatakan pendapat, auditor tidak memiliki bukti untuk menyimpulkan.
Kesimpulan
Opini tidak menyatakan pendapat diberikan oleh auditor ketika mereka tidak dapat memperoleh bukti yang cukup untuk menilai kewajaran laporan keuangan perusahaan.
Hal ini dapat terjadi akibat pembatasan signifikan dalam lingkup audit seperti ketidakmampuan mengakses data penting.
Audithink adalah software manajemen audit internal yang dapat dikustomisasi. Tim audit dapat memakainya untuk risk assessment, perencanaan audit, template program kerja, notifikasi, monitoring tindak lanjut, dan laporan otomatis. Audithink tidak menentukan opini auditor eksternal. Jika Anda tertarik, silakan request demo.
Baca juga:



