Panduan Lengkap Tahapan Audit Internal dan Eksternal

tahapan audit

Rekomendasi Topik

Bagikan Artikel

Siap Tingkatkan Proses Audit Internal Anda?

Temukan fitur lengkap Audithink dan pilih paket harga yang cocok untuk tim audit Anda. Mulai transformasi audit sekarang!

Panduan lengkap tahapan audit internal maupun eksternal, termasuk audit manajemen dan audit kinerja, agar prosesnya berjalan sesuai standar.
Daftar Isi

Tahapan audit adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk memastikan bahwa proses audit berjalan dengan baik dan sesuai standar, yang umumnya terdiri dari empat tahap utama: perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan tindak lanjut.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tahapan audit internal, tahapan audit eksternal, tahapan audit yang benar, tahapan audit manajemen, dan tahapan audit kinerja.

Untuk audit internal, rujukan utamanya adalah Global Internal Audit Standards (GIAS) 2024 dari The IIA yang berlaku efektif sejak 9 Januari 2025. Untuk audit eksternal atas laporan keuangan, rujukannya adalah Standar Audit (SA) yang diterbitkan IAPI.

Apa Itu Audit?

Audit adalah proses sistematis untuk mengevaluasi dan memeriksa catatan keuangan, operasional, dan kinerja organisasi. Audit dapat dibagi menjadi dua jenis utama yaitu, audit internal dan audit eksternal.

Audit internal dilakukan oleh tim dalam organisasi untuk memastikan kepatuhan dan efisiensi operasional.

Audit eksternal dilakukan oleh pihak ketiga, yaitu auditor independen dari Kantor Akuntan Publik, untuk memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan organisasi.

Apa Saja Tahapan Audit Internal?

tahapan audit
Tahapan Audit (sumber: Pexels.com)

Audit internal adalah proses evaluasi yang dilakukan oleh departemen audit dalam organisasi untuk menilai efektivitas pengendalian internal, manajemen risiko, dan tata kelola.

Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa proses operasional berjalan sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang ditetapkan serta mendeteksi area perbaikan. Berikut adalah tahapan audit internal yang umum:

1. Perencanaan Audit

Perencanaan adalah tahap pertama dalam audit internal yang melibatkan penetapan tujuan, ruang lingkup, dan metode audit. Pada tahap ini, auditor internal mengidentifikasi area yang akan diaudit berdasarkan analisis risiko dan prioritas organisasi.

  • Menetapkan Tujuan dan Ruang Lingkup: Auditor menentukan tujuan spesifik audit, seperti memastikan kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan atau menilai efektivitas pengendalian internal. Ruang lingkup audit mencakup area atau departemen yang akan diaudit.
  • Menyusun Program Audit: Program audit disusun untuk merinci langkah-langkah yang akan diambil selama audit, termasuk prosedur pengujian dan teknik pengumpulan data yang akan digunakan.

2. Pelaksanaan Audit

Pada tahap pelaksanaan, auditor mengumpulkan dan menganalisis bukti audit untuk menilai efektivitas pengendalian internal dan kepatuhan terhadap kebijakan.

  • Pengumpulan Bukti: Auditor mengumpulkan bukti melalui wawancara, pengamatan, dan pemeriksaan dokumen. Bukti audit yang kuat dan relevan diperlukan untuk mendukung temuan audit.
  • Pengujian Kepatuhan dan Substantif: Pengujian kepatuhan dilakukan untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur diikuti dengan benar. Pengujian substantif dilakukan untuk memverifikasi kewajaran saldo akun dan transaksi.

3. Pelaporan Audit

Setelah audit selesai, auditor menyusun laporan yang merangkum temuan, rekomendasi, dan kesimpulan dari audit.

  • Menyusun Laporan Audit: Laporan audit berisi ringkasan temuan audit, analisis, dan rekomendasi perbaikan. Laporan ini disampaikan kepada manajemen dan pihak terkait.
  • Diskusi Hasil Audit: Auditor berdiskusi dengan manajemen untuk menjelaskan temuan dan rekomendasi serta mendapatkan umpan balik dari manajemen.

4. Tindak Lanjut Audit

Tahap akhir dalam audit internal adalah tindak lanjut untuk memastikan bahwa rekomendasi audit telah diimplementasikan dengan baik.

  • Memantau Implementasi Rekomendasi: Auditor memantau pelaksanaan rekomendasi audit untuk memastikan bahwa perbaikan telah dilakukan sesuai dengan rekomendasi.
  • Audit Ulang jika Diperlukan: Jika diperlukan, auditor dapat melakukan audit ulang untuk memastikan bahwa semua masalah telah diselesaikan dengan memadai.

Apa Output dan Dokumen di Setiap Tahap Audit Internal?

Setiap tahap audit internal menghasilkan dokumen tertentu. Daftar berikut adalah praktik umum, bukan kutipan standar.

TahapOutput atau dokumenAcuan GIAS 2024 (Domain V)
PerencanaanRencana audit tahunan berbasis risiko, program kerja audit, dan pemberitahuan penugasanPrinciple 13, Plan Engagements Effectively
PelaksanaanKertas kerja, bukti audit, serta hasil wawancara dan pengujianPrinciple 14, Conduct Engagement Work
PelaporanDraf temuan, pembahasan dengan auditee, dan laporan hasil auditPrinciple 15, Communicate Engagement Results and Monitor Action Plans
Tindak lanjutMatriks rencana tindak, status perbaikan, dan hasil verifikasiPrinciple 15, Communicate Engagement Results and Monitor Action Plans

Perencanaan terjadi di dua tingkat: rencana audit tahunan berbasis risiko untuk seluruh organisasi, dan perencanaan di setiap penugasan.

Baca juga:

Bagaimana Pelaporan dan Isi Laporan Audit Internal?

Laporan hasil audit internal umumnya memuat tujuan, ruang lingkup, kesimpulan, temuan, serta rekomendasi atau rencana tindak manajemen. Temuan lazimnya diuraikan dengan unsur kondisi, kriteria, penyebab, akibat, dan rekomendasi.

Tahap tindak lanjut memastikan rekomendasi benar-benar dijalankan. Software manajemen audit seperti Audithink dapat membantu perencanaan audit, template program kerja, notifikasi, monitoring tindak lanjut, dan laporan otomatis.

Baca juga:

Apa Saja Tahapan Audit Eksternal?

Audit eksternal adalah evaluasi independen yang dilakukan oleh auditor pihak ketiga untuk menilai kewajaran laporan keuangan organisasi.

Audit ini bertujuan untuk memberikan keyakinan kepada pemangku kepentingan bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Berikut adalah tahapan audit eksternal:

Sebelum perencanaan awal dimulai, ada tahap penerimaan perikatan. Auditor di Kantor Akuntan Publik menilai dulu apakah perikatan audit layak diterima, berdasarkan latar belakang klien dan ketersediaan sumber daya tim. Penjelasan lengkap tahap ini ada di bagian Penerimaan Klien pada artikel perencanaan audit.

1. Perencanaan Awal

Perencanaan awal adalah langkah penting dalam audit eksternal untuk memahami bisnis dan lingkungan klien serta menetapkan strategi audit.

  • Memahami Bisnis dan Lingkungan Klien: Auditor mengumpulkan informasi tentang bisnis, industri, dan lingkungan eksternal klien untuk mengidentifikasi risiko yang relevan.
  • Menilai Risiko Audit: Berdasarkan pemahaman bisnis, auditor menilai risiko salah saji material dalam laporan keuangan dan menetapkan strategi audit yang sesuai.

2. Pengujian dan Evaluasi Pengendalian Internal

Auditor menilai desain dan efektivitas pengendalian internal klien untuk menentukan tingkat pengujian substantif yang diperlukan.

  • Menilai Desain Pengendalian Internal: Auditor menilai apakah pengendalian internal dirancang dengan baik untuk mencegah dan mendeteksi kesalahan atau kecurangan.
  • Uji Pengendalian: Auditor melakukan uji pengendalian untuk memastikan bahwa pengendalian internal beroperasi sesuai dengan desainnya.

3. Pengujian Substantif

Pengujian substantif dilakukan untuk memverifikasi kewajaran saldo akun dan transaksi yang tercantum dalam laporan keuangan.

  • Pengujian Detail: Auditor melakukan pengujian rinci atas saldo akun dan transaksi untuk memverifikasi kewajaran dan akurasi data.
  • Prosedur Analitis: Auditor menggunakan prosedur analitis untuk menilai kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan dan mengidentifikasi anomali atau tren yang tidak biasa.

4. Pelaporan Audit

Tahap akhir dalam audit eksternal adalah penyusunan laporan audit yang berisi opini auditor tentang kewajaran laporan keuangan.

  • Menyusun Laporan Audit: Laporan audit menyajikan opini auditor tentang apakah laporan keuangan disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
  • Diskusi Hasil Audit: Auditor berdiskusi dengan manajemen dan komite audit tentang temuan dan rekomendasi serta memberikan klarifikasi yang diperlukan.

Tahapan audit eksternal di atas dapat dipetakan ke Standar Audit (SA) IAPI sebagai berikut.

TahapStandar Audit IAPI yang relevan
Perencanaan awalSA 300 (Revisi 2021) Perencanaan Suatu Audit atas Laporan Keuangan dan SA 315 (Revisi 2021) Pengidentifikasian dan Penilaian Risiko Kesalahan Penyajian Material
Pengujian dan evaluasi pengendalian internalSA 330 Respons Auditor terhadap Risiko yang Telah Dinilai (uji pengendalian) dan SA 265 untuk komunikasi defisiensi pengendalian internal
Pengujian substantifSA 330 (prosedur substantif) dan SA 500 Bukti Audit
Pelaporan auditSA 700 Perumusan Suatu Opini dan Pelaporan atas Laporan Keuangan

Revisi 2021 Standar Audit berlaku efektif sejak 1 Januari 2022. Nomor dan edisi dapat berubah, jadi periksa halaman Standar Audit di situs IAPI (informasi per Oktober 2026).

Apa Perbedaan Tahapan Audit Internal dan Audit Eksternal?

AspekAudit internalAudit eksternal
PelaksanaTim audit di dalam organisasiAuditor independen dari Kantor Akuntan Publik
TujuanMenilai pengendalian internal, manajemen risiko, dan tata kelolaMemberi opini atas kewajaran laporan keuangan
Standar acuanGIAS 2024Standar Audit (SA) IAPI
Tahapan utamaPerencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan tindak lanjutPerencanaan awal, pengujian pengendalian, pengujian substantif, dan pelaporan
Hasil akhirLaporan hasil audit dengan temuan dan rekomendasiLaporan auditor yang memuat opini

Baca juga:

Apa Saja Tahapan Audit Manajemen?

tahapan dalam audit
Tahapan Audit (sumber: Pexels.com)

Audit manajemen menilai kualitas pengelolaan organisasi: apakah fungsi, strategi, struktur, dan pengambilan keputusan manajemen mendukung tujuan organisasi. Objeknya adalah cara organisasi dikelola, misalnya fungsi pemasaran, produksi, keuangan, atau sumber daya manusia, bukan satu program tertentu. Berikut adalah tahapan audit manajemen:

Apa Dasar Teori dan Literatur Audit Manajemen?

Dalam literatur, audit manajemen juga dikenal sebagai audit operasional. Kamus istilah Medical Subject Headings (MeSH) dari US National Library of Medicine mendefinisikannya sebagai tinjauan manajemen yang dirancang untuk mengevaluasi efisiensi dan mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan manajemen. Sukrisno Agoes (2012) merumuskannya sebagai pemeriksaan terhadap kegiatan operasi perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang ditetapkan manajemen (dikutip dalam Anawati dan Ngumar, 2016).

Menurut Bayangkara (2008), tujuan audit manajemen adalah:

  • Menilai kinerja manajemen dan berbagai fungsi dalam perusahaan.
  • Menilai apakah sumber daya (manusia, alat, dan harta lainnya) telah digunakan secara efisien dan ekonomis.
  • Menilai apakah perusahaan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkannya.
  • Memberikan rekomendasi kepada manajemen puncak untuk memperbaiki kelemahan dalam penerapan manajemen dan prosedur operasional, guna meningkatkan efisiensi, keekonomisan, dan efektivitas kegiatan operasi.

Literatur yang sama mencatat dua rumusan tahapan, yaitu menurut Leo (dikutip Agoes, 2008) dan Bayangkara (2011):

RujukanTahapan audit manajemen
Leo (dikutip Agoes, 2008)Audit pendahuluan, review dan pengujian sistem pengendalian manajemen, pengujian terperinci, dan pengembangan laporan
Bayangkara (2011)Audit pendahuluan, review sistem pengendalian manajemen, audit lanjutan, pelaporan, dan tindak lanjut

Empat tahap dalam artikel ini merupakan penyederhanaan dari kerangka tersebut: perencanaan mencakup audit pendahuluan, pelaksanaan mencakup review pengendalian manajemen dan pengujian terperinci, sedangkan evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut mencakup pengembangan laporan serta pemantauan perbaikan.

Rujukan:

Kutipan Agoes, Bayangkara, dan Leo di atas diambil dari artikel jurnal tersebut (sumber sekunder). Untuk rujukan formal, periksa buku aslinya, misalnya Auditing karya Sukrisno Agoes dan Audit Manajemen: Prosedur dan Implementasi karya Bayangkara.

1. Perencanaan

Auditor memulai dengan memahami organisasi dan menentukan bagian pengelolaan yang akan dinilai.

  • Menentukan fungsi yang dinilai: auditor memilih fungsi manajemen yang berisiko atau dianggap kurang efektif, misalnya perencanaan strategis, struktur organisasi, atau pengelolaan sumber daya manusia.
  • Menetapkan kriteria: tujuan organisasi, kebijakan dan prosedur internal, serta praktik yang lazim di industri menjadi tolok ukur penilaian.

2. Pelaksanaan

Auditor menelusuri bagaimana keputusan manajemen dibuat dan dijalankan.

  • Telaah dokumen pengelolaan: rencana strategis, struktur organisasi, uraian jabatan, prosedur operasi, dan notulen rapat manajemen.
  • Wawancara dan pengamatan: auditor berbicara dengan pimpinan dan pelaksana untuk memahami praktik sebenarnya, lalu membandingkannya dengan dokumen yang ada.

3. Evaluasi

Auditor membandingkan kondisi nyata dengan kriteria dan mencari penyebab kesenjangan.

  • Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pengelolaan, misalnya tanggung jawab yang tumpang tindih, kebijakan yang tidak dijalankan, atau keputusan yang tidak terdokumentasi.
  • Menelusuri akar penyebab setiap kelemahan agar rekomendasi menyentuh sumber masalah, bukan hanya gejalanya.

4. Pelaporan

Laporan audit manajemen ditujukan untuk memperbaiki cara organisasi dikelola.

  • Menyusun laporan yang memuat temuan, penyebab, dan rekomendasi perbaikan pengelolaan, disampaikan kepada pimpinan yang berwenang mengambil keputusan.
  • Membahas draf dengan manajemen, lalu memantau apakah perbaikan yang disepakati benar-benar dijalankan.

Apa Saja Tahapan Audit Kinerja?

Audit kinerja bertujuan untuk menilai efektivitas, efisiensi, dan ekonomis dari program atau kegiatan organisasi.

Menurut UU 15/2004 Pasal 4 ayat 3, pemeriksaan kinerja atas pengelolaan keuangan negara terdiri atas pemeriksaan aspek ekonomi dan efisiensi serta pemeriksaan aspek efektivitas. Berikut adalah tahapan audit kinerja:

1. Perencanaan

Auditor memilih program atau kegiatan yang akan dinilai dan menetapkan apa yang ingin dijawab oleh audit.

  • Merumuskan pertanyaan audit: misalnya apakah program mencapai sasarannya dan apakah sumber daya digunakan dengan hemat.
  • Menyusun kriteria dan indikator untuk tiga aspek: ekonomis (biaya input), efisiensi (hubungan input dengan output), dan efektivitas (pencapaian tujuan atau outcome).

2. Pelaksanaan

Auditor mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif tentang jalannya program.

  • Mengumpulkan data realisasi anggaran, capaian output, biaya per satuan output, dan hasil yang dirasakan penerima manfaat.
  • Membandingkan capaian dengan target program, periode sebelumnya, atau program sejenis sebagai pembanding.

3. Evaluasi

Auditor menilai tiap aspek secara terpisah, lalu mencari penyebab capaian yang belum sesuai.

  • Menilai aspek ekonomis, efisiensi, dan efektivitas satu per satu berdasarkan indikator yang telah ditetapkan.
  • Mengidentifikasi penyebab capaian yang kurang, misalnya perencanaan yang lemah, pelaksanaan yang tidak sesuai desain, atau kendala di luar kendali pengelola program.

4. Pelaporan

Laporan audit kinerja memuat penilaian per aspek dan rekomendasi yang dapat diukur.

  • Menyusun laporan yang menyajikan temuan untuk setiap aspek beserta rekomendasi yang memiliki indikator keberhasilan.
  • Menyampaikan laporan kepada pengelola program dan pengambil kebijakan, lalu memantau tindak lanjutnya.

Apa Perbedaan Audit Manajemen dan Audit Kinerja?

AspekAudit manajemenAudit kinerja
ObjekFungsi, strategi, dan pengelolaan sumber daya oleh manajemen organisasiProgram atau kegiatan tertentu dalam organisasi
Ukuran utamaEfektivitas dan efisiensi manajemenEkonomis, efisiensi, dan efektivitas program
ProdukRekomendasi untuk memperbaiki pengelolaan organisasiRekomendasi untuk memperbaiki kinerja program

Baca juga:

Standar Apa yang Menjadi Acuan Setiap Tahapan Audit?

GIAS 2024 terdiri atas 5 domain dan 15 prinsip. Tahapan audit internal dalam artikel ini berada di Domain V, Performing Internal Audit Services, khususnya Principle 13, 14, dan 15 (judul prinsip dari situs resmi The IIA).

StandarBerlaku untukCatatan
GIAS 2024 dari The IIAAudit internalBerlaku efektif sejak 9 Januari 2025
Standar Audit (SA) IAPIAudit eksternal atas laporan keuanganRevisi 2021 berlaku efektif sejak 1 Januari 2022

Baca juga:

FAQ Seputar Tahapan Audit

Apa saja tahapan audit internal?

Empat tahap: perencanaan (menetapkan tujuan, ruang lingkup, dan program audit berdasarkan analisis risiko), pelaksanaan (pengumpulan bukti serta pengujian kepatuhan dan substantif), pelaporan (menyusun temuan dan rekomendasi lalu mendiskusikannya dengan manajemen), dan tindak lanjut (memantau implementasi rekomendasi, dengan audit ulang bila diperlukan). Sebelum keempatnya, biasanya ada tahap penerimaan penugasan yang menilai kelayakan klien.

Apa itu tahap penerimaan audit?

Tahap penerimaan audit (client acceptance) adalah langkah sebelum perencanaan resmi, di mana auditor, khususnya di Kantor Akuntan Publik, menilai apakah penugasan audit layak diterima berdasarkan latar belakang klien, ketersediaan sumber daya, dan komunikasi dengan auditor sebelumnya jika ada. Tahap ini dibahas rinci di artikel perencanaan audit.

Apa saja tahapan audit eksternal?

Empat tahap: perencanaan awal untuk memahami bisnis serta menilai risiko audit, pengujian dan evaluasi pengendalian internal klien, pengujian substantif atas saldo akun dan transaksi termasuk prosedur analitis, lalu pelaporan yang memuat opini auditor atas kewajaran laporan keuangan.

Apa perbedaan audit internal dan audit eksternal?

Audit internal dilakukan oleh tim di dalam organisasi untuk memastikan kepatuhan dan efisiensi operasional. Audit eksternal dilakukan pihak ketiga, yaitu auditor independen dari Kantor Akuntan Publik, untuk memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan, sehingga pemangku kepentingan memperoleh keyakinan atas laporan tersebut.

Apa bedanya pengujian kepatuhan dan pengujian substantif?

Pengujian kepatuhan dilakukan untuk memastikan kebijakan dan prosedur diikuti dengan benar serta pengendalian internal beroperasi sesuai desainnya. Pengujian substantif dilakukan untuk memverifikasi kewajaran saldo akun dan transaksi yang tercantum dalam laporan keuangan.

Apa saja tahapan audit manajemen?

Empat tahap: perencanaan (menentukan fungsi pengelolaan yang dinilai dan kriteria penilaiannya), pelaksanaan (telaah dokumen pengelolaan, wawancara, dan pengamatan), evaluasi (membandingkan kondisi dengan kriteria dan menelusuri akar penyebab kelemahan), lalu pelaporan beserta pemantauan tindak lanjut.

Apa saja tahapan audit kinerja?

Empat tahap: perencanaan (merumuskan pertanyaan audit serta indikator ekonomis, efisiensi, dan efektivitas), pelaksanaan (mengumpulkan data realisasi, output, dan biaya), evaluasi (menilai tiap aspek dan mencari penyebab capaian yang kurang), lalu pelaporan dengan rekomendasi terukur. Menurut UU 15/2004 Pasal 4, pemeriksaan kinerja mencakup aspek ekonomi dan efisiensi serta aspek efektivitas.

Standar apa yang dipakai dalam tahapan audit?

Audit internal mengacu pada Global Internal Audit Standards (GIAS) 2024 dari The IIA, yang berlaku efektif 9 Januari 2025. Audit eksternal atas laporan keuangan mengacu pada Standar Audit (SA) IAPI, antara lain SA 300, 315, 330, 500, dan 700. Pemetaannya ada pada tabel di artikel ini.

Apa saja dokumen yang dihasilkan di setiap tahap audit internal?

Perencanaan menghasilkan rencana audit tahunan dan program kerja audit, pelaksanaan menghasilkan kertas kerja dan bukti audit, pelaporan menghasilkan laporan hasil audit, dan tindak lanjut menghasilkan matriks rencana tindak serta hasil verifikasi perbaikan.

Melalui pemahaman tentang tahapan audit internal, eksternal, manajemen, dan kinerja, organisasi dapat memastikan bahwa proses audit mereka berjalan dengan efisien dan efektif.

Audit yang dilakukan dengan benar tidak hanya membantu dalam mengidentifikasi masalah dan risiko, tetapi juga memberikan rekomendasi yang dapat meningkatkan kinerja dan kepatuhan organisasi.

Dengan mengikuti tahapan audit yang benar, Anda dapat memastikan bahwa audit Anda memberikan nilai tambah yang signifikan bagi organisasi Anda.

Jika Anda membutuhkan informasi detail mengenai aplikasi audit, konsultasikan langsung dengan tim Audithink.

Cari tahu bagaimana penerapan aplikasi audit dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan secara berkelanjutan.

Konsultasi Kebutuhan Anda

Artikel Terkait

Statistik dan data audit internal Indonesia
Kamus istilah audit internal
Audit produksi